By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua PWNU Jatim: Puasa Bangun Pribadi Berakhlak Luhur karena Belajar Menahan Nafsu
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ketua PWNU Jatim: Puasa Bangun Pribadi Berakhlak Luhur karena Belajar Menahan Nafsu
Nahdliyyin

Ketua PWNU Jatim: Puasa Bangun Pribadi Berakhlak Luhur karena Belajar Menahan Nafsu

28/02/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa KH Kikin menegaskan bahwa Puasa Ramadhan merupakan bulan dapat membangun atau menumbuhkan pribadi yang berakhlak luhur, karena puasa mengajari manusia untuk belajar menahan nafsu.

“Puasa itu memberikan istirahat pada perut yang dalam masa setahun senantiasa bekerja tanpa henti, namun upaya membiasakan berlapar-lapar itu dapat menumbuhkan pribadi yang mampu menahan diri dan menguatkan akhlak yang baik dan budi pekerti yang mulia,” katanya saat khutbah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jumat.

Dalam Khutbah Jumat bertema “Khutbah Rosulullah Jelang Ramadhan”, Kiai Kikin yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu menjelaskan puasa juga menumbuhkan kesetaraan kaya-miskin, karena puasa mengajari orang kaya untuk merasakan penderitaan saudaranya yang miskin dan sering tidak makan, sehingga sehabis puasa ada kewajiban zakat fitrah.

“Ramadhan adalah bulan yang mengandung banyak keutamaan dan penuh dengan ampunan, serta bulan penuh rahmat dan bulan istimewa atau khusus, karena pahala puasa Ramadhan itu langsung dari Allah dengan pahala berlipat-lipat, sehingga Allah meningkatkan derajat orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh mencapai derajat Muttaqin,” katanya.

Derajat tertinggi itu terkait dengan tiga hal yang dijanjikan Allah pada Bulan Ramadhan yakni Rahmat, Maghfiroh/Ampunan, dan Terhindar dari Neraka (Surga). Rahmat adalah kasih sayang Allah, karena boleh jadi ahli ibadah itu masuk surga bukan karena ibadah, tapi karena rahmat, sebab ibadah selama hidup belum tentu sebanding nikmat mata.

“Agar Bulan Ramadhan bisa maksimal, maka perlu perbaikan hati yakni dengan tidak musyrik dan tidak memiliki rasa permusuhan dengan sesama. Perbaikan berikutnya, memperbaiki sholat dan memperbaiki perasaan kepada orang lain untuk membangun kesetaraan kaya-miskin,” katanya.

Menurut Kiai Kikin, sholat itu penting karena merupakan sarana berkomunikasi dengan Allah dan sholat juga menjadi ukuran keimanan untuk mencegah dari perbuatan keji dan munkar, apalagi perintah sholat itu diterima langsung Rasulullah saat berada di Sidrotul Muntaha dalam selang waktu 33 hari menjelang Ramadhan.

“Untuk memperbaiki hati, ada malam nisfu sya’ban yang hanya 15 hari menjelang Ramadhan itu, Allah menebar maghfiroh/ampunan, kecuali yang musyrik dan masih memiliki rasa permusuhan, sehingga ibadah dan doa pada malam nisfu sya’ban menjadi tambahan bekal menyongsong Ramadhan. Setelah itu, pembiasaan berlapar-lapar akan dapat menumbuhkan akhlak dan budi pekerti yang mulia, apalagi juga ada zakat,” katanya.

Mengakhiri khutbahnya, Kiai Kikin menambahkan bahwa Ramadhan itu bulan yang agung, karena Allah menurunkan Al-Qur’an, Allah membuka pintu surga, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan, menganugerahkan Malam Lailatul Qodar yang lebih baik daripada seribu bulan.

“Maka itu, mari memanfatkan Ramadhan sebagai sarana menata jiwa, agar semua amalan terjaga hanya untuk Allah, karena puasa itu khusus. Dalam sebuah Hadits Qudsi disebutkan bahwa semua amal anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa yang untuk-Ku (untuk Allah) dan Aku (Allah) yang akan membalasnya. Jadi, Ramadhan itu bagi Allah adalah antara kita dengan Allah, istimewa dan khusus,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PWNU Jatim Sambut Ramadhan dengan “Ngaji Nusantara” pada 5-20 Maret
Next Article Wakil Sekretaris PWNU Jatim Prof KH M Noor Harisudin Ikuti Dakwah Internasional di Jepang

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU
Kolom
Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom
Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus
Sospol
BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
Nahdliyyin

Gus Ipang: Kiai Imjaz Tokoh Transformatif Pesantren dan Pemimpin Masa Depan NU

17/08/2026
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?