By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ego Tinggi dan Tak Kuat Godaan saat Sukses, Penyebab Gagal Berkarier
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Ego Tinggi dan Tak Kuat Godaan saat Sukses, Penyebab Gagal Berkarier
Sospol

Ego Tinggi dan Tak Kuat Godaan saat Sukses, Penyebab Gagal Berkarier

12/06/2025
SHARE

Surabaya, radar96.com – Penulis buku kenamaan, Dukut Imam Widodo, kembali berbagi cerita sukses dalam dunia kepenulisan buku. Menurut penulis buku-buku serial berlatar belakang sejarah tempo dulu itu, banyak unsur yang mengantakan pada kesuksesan seseorang serta banyak pula unsur penyebab kegagalan.

“Unsur kesuksesan yang utama adalah mampu memenej waktu dengan baik,” ujarnya saat ditemui di kediamannya pada Kamis (12/6). “Menulis buku adalah pekerjaan, sehingga harus dilakukan dengan manajemen yang baik dan profesional,” lanjutnya menandaskan.

Lebih dari itu, tidak boleh mengerjakan penulisan buku secara asal-asalan. “Sebab sesuatu yang dikerjakan secara asal-asalan, hasilnya nanti juga akan asal-asalan,” imbuhnya.

Sedangkan unsur penyebab kegagalan, kata penulis buku kelahiran Malang itu, juga banyak. Ada yang muncul di awal, di tengah, atau di bagian akhir. Penyebab kegagalan d awal atau di tengah yang paling sering dialami penulis adalah munculnya ego yang tinggi. Dia merasa paling benar dan paling pintar, yang lain salah dan bodoh, lalu harus menurut keinginan dia. “Pokoknya harus begini,” Dukut menirukan kata-kata penulis atau seniman yang sering menyebabkan kegagalan tersebut. “Kalau sudah begitu, biasanya akan gagal di awal atau di tengah jalan,” jelasnya.

Dukut menjelaskan, masih ada lagi penyebab penulis gagal meneruskan kariernya hingga sukses di bagian akhir, yaitu kawin lagi. Berangkat dari pengalaman beberapa temannya yang sukses di masa awal. Setelah buku terbit dan memiliki banyak uang, lalu tergoda dengan perempuan lain. Di sini masalah itu sering bermula. “Enaknya tidak seberapa, lalu rumah tangganya berantakan. Akibatnya tidak bisa berkonsentrasi dalam berkarya, akhirnya gagal dia,” jelasnya sambil terkekeh.

Penulis yang sudah melahirkan karya berupa 33 buku dan novel itu mengaku bersyukur dirinya dapat melewati godaan-godaan itu dengan baik. Rumah tangga yang telah dijalani 49 tahun bersama istri tetap berjalan harmonis, kepercayaan dari publik masih terus terjaga, serta masih tetap produktif berkarya di usianya yang sudah menginjak 71 tahun saat ini.

Iklan.

You Might Also Like

KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG

Tiga Hari, Menu SPPG Kedungwaru Dipilih BGN sebagai Contoh Nasional

Haul Masyayikh dan Tasyakur Khotmil Qur’an ke-2, Kemenag Probolinggo Tegaskan Ruh Qur’ani dan Sanad Keilmuan Pesantren

Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis Pendidikan

Biro Kesra Setdaprov Jatim dan DMI Siapkan UKIM 2026 untuk 9.000 Imam Masjid

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unusa dan BAZNAS Surabaya Jalin Kerja Sama Beasiswa Pendidikan
Next Article Tugas Berat Sopir Mengantar Kyai : Etika, Khidmah, Tanggung Jawab dan Keselamatan

Advertisement



Berita Terbaru

Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman
Kolom
KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG
Sospol
Tiga Hari, Menu SPPG Kedungwaru Dipilih BGN sebagai Contoh Nasional
Sospol
Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura
Ekraf

You Might also Like

Sospol

Wadah Komunikasi dan Koordinasi Dapur MBG Terbentuk di Surabaya

07/04/2026
Sospol

Pelantikan Pengurus Cabang JKSN se-Banten Perkuat Organisasi dan Peran Ulama

06/04/2026
Sospol

Siswa SMA Khadijah Surabaya Tembus Rusia lewat Beasiswa “Russian Government Scholarship”

01/04/2026
Sospol

Pelantikan PMII Airlangga, Wujudkan Semangat Kolaborasi Pendayagunaan Kader Islam Rohmatan Lil Alamin

30/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?