By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Greg Barton Bahas NU terkait Intelektual Pesantren dan Isu Tambang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Greg Barton Bahas NU terkait Intelektual Pesantren dan Isu Tambang
Nahdliyyin

Greg Barton Bahas NU terkait Intelektual Pesantren dan Isu Tambang

09/08/2025 Nahdliyyin
SHARE

Jakarta, radar96.com/NUO – Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan, sempat mempertanyakan relevansi Nahdlatul Ulama (NU) di tengah arus opini publik di media sosial.

Di hadapan Akademisi asal Australia dan penulis Biografi Gus Dur, Prof Greg Barton, Pimred NUO itu mengungkapkan bahwa parameter keterhubungan NU dengan publik saat ini, salah satunya bisa dibaca melalui dinamika isu di media sosial.

“Anggap saja anggapan mereka benar, bagaimana caranya agar NU ini tetap relevan dengan kepentingan publik hari ini sebagai ormas?” tanyanya dalam Program Menjadi Indonesia Episode 24 tayang perdana pada Jumat (8/8/2025).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Greg Barton menekankan pentingnya NU untuk tidak melupakan akar dan peran utamanya sebagai organisasi kebangkitan ulama.

“Sebagai ormas kan NU harus jangan lupakan asal-usulnya dan peran yang paling sentral itu kebangkitan ulama. Ulama itu pemimpin pesantren (agama) dan mereka menjadi cendekiawan sekaligus orang yang berperan untuk memproduksi intelektual untuk generasi yang akan datang baik dalam bidang keilmuan maupun dalam bidang akhlak. Pesantren itu juga sangat penting untuk menerapkan prinsip agama,” ujar Greg.

Ia meyakini bahwa NU masih memiliki peran vital dalam konteks keislaman Indonesia, sebagaimana halnya Muhammadiyah. Dalam pandangannya, tanpa sistem intelektual yang dihasilkan oleh pesantren, maka masa depan Islam Indonesia akan menghadapi krisis.

“Kalau negara lain biar negara lain karena berbeda, tapi di Indonesia tidak mungkin sistem pemahaman agama yang ada pada saat ini akan diteruskan dan tetap diterapkan dalam cara yang produktif tanpa tidak ada sistem intelektual. Kalau setiap pesantren tutup dalam jangka waktu lima tahun ini, habis,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa jika generasi ulama saat ini tidak digantikan oleh generasi baru, maka Islam Nusantara akan mengalami stagnasi bahkan kemunduran.

“Yang sekarang menjadi ulama, menjadi tua, wafat, tidak diganti lagi, kandas. Bagaimana nasibnya yang disebut Islam Indonesia, Islam Nusantara pasti akan menghadapi masalah juga,” ucap Greg.

Greg juga menekankan pentingnya peran reproduksi intelektual dalam NU. Menurutnya, kebangkitan ulama tidak mungkin terjadi tanpa sistem pesantren yang tetap hidup dan bertransformasi sesuai zaman.

“Itu merupakan salah satu primery role of NU dan intellectual production tidak mungkin, kebangkitan ulama tidak mungkin tanpa sistem pesantren yang diperhatikan dan tetap mengalami proses revolusioner, perubahan dinamika,” katanya.

Terkait isu tambang yang sempat ramai dibicarakan, Greg menyebut bahwa kritik terhadap NU bukan hal baru. Sejak awal berdirinya NU pada 1926, sudah ada pihak yang mengkritik organisasi ini karena keterkaitannya dengan politik.

“Kalau kita menyebut isu seperti tambang untuk sementara ya sejak awal tahun 1926 ada yang mengkritik ulama dan NU, karena selalu ada politik, ada yang dia dagang sapi, selalu ada, sudah biasa sejak awal,” ujar Greg.

Ia menyadari bahwa isu konsesi tambang memang kompleks, karena ada potensi kemandirian tetapi juga terdapat risiko serta campur tangan pihak-pihak yang berkepentingan.

“Kalau isu tambang kan rumit karena ada peluang tapi juga ada resiko dengan mengambil menerima konsesi tambang, ada peluang untuk menjadi mandiri tapi pasti ada yang berkepentingan termasuk juga yang tidak suka dengan NU pada saat ini atau mau supaya NU pada masa depan berubah supaya sesuai dengan kepentingan mereka dan dalam era ini era medsos kalau ada orang begitu dan orang yang cukup kaya yang sudah cukup mampu pasti mereka akan pakai medsos, pasti mereka akan mengarahkan information war,” jelasnya.

Meski begitu, ia tidak menolak adanya kritik terhadap NU. Justru, menurutnya, kritik merupakan bagian dari proses pembaruan internal yang penting dalam setiap generasi NU. Namun, ia mengimbau agar kritik disampaikan dengan cara yang berimbang dan bijak.

“Tapi dalam cara yang seimbang jangan kita lawan dengan akhirnya tidak ada gunanya juga, tetap harus ramai tapi juga harus sopan dan sabar,” pesannya.

Greg juga mengingatkan bahwa tidak semua kritik terhadap konsesi tambang berasal dari niat tulus. Menurutnya, ada pula pihak yang memanfaatkan isu ini demi kepentingan pribadi. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/greg-barton-sebut-relevansi-nu-ada-pada-upaya-memproduksi-intelektual-pesantren-kWPKl

Iklan.

You Might Also Like

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas

PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri

Resmi, Cirebon Raya Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Kecam Penyergapan 9 Relawan Indonesia oleh IOF, Katib PBNU Desak Pemerintah Tempuh Langkah Diplomatik Tegas

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Setelah Raker Dan Lokakarya, Maarif Kota Surabaya Bagikan 100 Laptop Operasional Sekolah
Next Article LPBI NU Jatim Bentuk Empat Zona Kerja Penanggulangan Bencana

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Masjid Al-Akbar Surabaya Tampilkan Sapi Presiden dalam Wisata Kurban Idul Adha 1447 H
Sospol
OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi
Nahdliyyin
Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong

18/05/2026
Nahdliyyin

Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial

16/05/2026
Nahdliyyin

30 Mahasiswa UINSA Ikuti Lakmud Komisariat IPNU-IPPNU

15/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis

14/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?