By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: LPNU Jatim Ajak “Puasa” Algoritma selama Ramadhan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > LPNU Jatim Ajak “Puasa” Algoritma selama Ramadhan
Nahdliyyin

LPNU Jatim Ajak “Puasa” Algoritma selama Ramadhan

24/02/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Jawa Timur DR Machsus ST MT mengajak Masyarakat untuk “puasa” algoritma selama Ramadhan, karena 11 bulan sebelumnya sudah dikendalikan algoritma, maka 1 bulan selama Ramadhan merupakan saat jeda untuk “puasa” algoritma agar tidak dikendalikan algoritma.

“Ekonomi sekarang itu sudah sangat tergantung pada mesin digital. Itulah era kapitalisme pengawasan. Kita diawasi mesin digital bernama algoritma, apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai itu sudah dilipatgandakan oleh algoritma yang mengendalikan dan mengatur kita, sehingga kita bisa berlama-lama dengan mesin digital tanpa terasa,” katanya dalam Ngaji ‘Kentong Ramadhan 1447 H’ di Aula lt.1 PWNU Jatim di Surabaya, Senin.

Dalam Ngaji ‘Kentong Ramadhan 1447 H’ bertema “Ramadhan dan Transformasi Ekonomi Umat” itu, ia menjelaskan era kapitalisme pengawasan yang memosisikan umat bukan sebagai pengendali tapi dikendalikan itu menjadikan masyarakat bukan lagi menjadi pelanggan tapi justru menjadi bagian dari produk atau komoditas yang bisa diatur tanpa sadar atau secara emosional.

“Karena itu, selama Ramadhan dalam satu bulan ini kita harus jeda setelah 11 bulan berada dalam ketidakteraturan, karena diatur mesin digital, maka kita harus jeda untuk melakukan normalisasi, atau katakanlah Puasa Algoritma. Kita melakukan jeda untuk merenungkan diri menjadi kuntum khoiro ummah (umat terbaik) atau umat pengendali,” katanya dalam Ngaji ‘Kentong Ramadhan’ PWNU Jatim pada 3-26 Ramadhan 1447 H (21 Februari-16 Maret 2026).

Untuk menjadi “pengendali” algoritma itu, LPNU Jatim menyiapkan beberapa langkah yang membutuhkan kebersamaan. “Buat apa jumlah kita yang banyak tapi tidak bisa baris, maka itu kita perlu kebersamaan. Pertama, kita bersama-sama melihat fitur-fitur digital dengan berpikir dua kali, bukan langsung beli dengan pola konsumsi yang menuruti nafsu,” katanya.

Kedua, transformasi ekonomi harus dilakukan dengan mengubah pola konsumsi/belanja yang selama ini mengikuti nafsu, menjadi pola orkestrasi yang dipimpin LPNU atau PWNU/PCNU, misalnya belanja pada ritel milik warga NU atau milik organisasi, memanfaatkan BMT milik organisasi, dan orkestrasi lainnya, sehingga ada kebermanfaatan untuk organisasi, bukan justru keuntungan ekonomi orang lain.

“Transformasi ekonomi dengan pola orkestrasi Ini tidak mudah, tapi Allah akan mengubah suatu kaum yang mau berubah atau mengubah dirinya. Semoga, Ngaji Kentong Ramadhan yang seperti ini akan bisa mempertemukan berbagai potensi yang terpencar di BMT, pesantren, LPNU/NU, dan sebagainya dalam satu barisan/jamaah,” katanya.

Ketiga, database (basis data) atau data sains sangat diperlukan untuk langkah orkestrasi untuk mengetahui potensi apa yang kuat, misalnya belanja kuliner di daerah X dan daerah Y, tentu berbeda, dan seterusnya, sehingga perputaran ekonomi bisa dikendalikan dari dalam untuk memakmurkan warga/umat/organisasi/pesantren, bukan orang lain.

“Jadi, adanya database akan mempermudah pergeseran dari pasif/konsumsi menjadi aktif/pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan menjadi entrepreneur itu tradisi Rasulullah, jadi pemberdayaan itu mencetak kader penggerak ekonomi. Yang jelas, ngaji Kentong Ramadhan seperti ini bisa menjadi sarana untuk melakukan perubahan mindset, sehingga AI atau algoritma hanya tools/penunjang, tapi kita cetak kader penggerak ekonomi yang tahu masalah, solusi, dan eksekusi,” katanya. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU “Seumur Hidup”

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU

MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ramadhan, LAZISNU Jatim Hadirkan Empat Titik Dapur Umum di Aceh Tamiang
Next Article Harlah 72 IPNU, Majelis Alumni IPNU Banyuwangi Salurkan Beasiswa bagi Yatim dari Aktivis IPNU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan
Kolom
Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial
Kolom
Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan
Kolom
Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

29/08/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

27/08/2026
Nahdliyyin

Prabowo Minta Kartu NU

27/08/2026
Nahdliyyin

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

27/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?