By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026 Kolom Nahdliyyin
SHARE

Oleh: KH Ma’ruf Kozin

Mengetahui sosok Kiai Mutawakkil pertama kali saat di Pondok Genggong, Probolinggo, jadi Tuan Rumah Kenfrensi Wilayah PWNU Jatim tahun 2007. Saya masih jadi utusan Bahtsul Masail PCNU Kota Surabaya. Pada 2008, Kiai Mutawakkil menjadi Ketua PWNU Jatim. Bersamaan di tahun yang sama saya direkrut ke LBM PWNU Jatim. Bukan sebuah kesengajaan.

Tidak ada perkenalan secara pribadi dengan beliau. Hanya sering mendengar sambutan dari beliau saat rapat, kunjungan ke daerah dan sebagainya. Baru di tahun 2013 sejak bergabung dengan Aswaja Center PWNU Jatim, kala itu ada jadwal Turba ke Cabang-cabang. Ndilalah Yai Abdurrahman Nafis selaku Direktur Aswaja Center tidak bisa hadir dan saya diperintah untuk presentasi soal program kerja Aswaja Center.

Sejak itulah Yai Mutawakkil mengenal saya. Di banyak kesempatan beliau sering mengenalkan saya sambil menggojloki saya di depan para kiai. Pernah di satu kesempatan ada Bahtsul Masail di Kampus di Malang. Di tengah sambutan beliau mengabsen beberapa kiai di lembaga PWNU. Entah mengapa kok menyebut saya, “Mana Ma’ruf Khozin?” Saya pun berdiri. Langsung beliau menimpali: “Ini ahli di bidang Aswaja meskipun songkoknya miring dan sarungnya ngelinting. Medsosnya ditakuti aliran non Aswaja!” Beliau memang ahli menyegarkan suasana dengan ‘membully’ (istilah sekarang). Tapi saya merasa senang jadi ‘bahan bulan-bulanan’ sama kiai.

Akhir Desember 2020, ada telpon berdering dari Yai Mutawakkil. Saya angkat dan kali ini beliau serius: “Minta tolong. Saya minta kesediaan untuk menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim”. Tidak lama berselang, Almarhum Kiai Syafruddin yang sangat dekat dengan Yai Mutawakkil juga menelpon saya: “Ini ada dawuh Yai Mutawakkil, sampean ditunjuk jadi Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim”. Sebagai santri saya tidak mampu menolak. Bismillah manut kiai.

Komunikasi paling intens adalah masa pandemi. Sebab presiden kala itu terlanjur membeli vaksin Astrazeneca, yang dipakai di banyak negara Islam, tapi oleh MUI Pusat dinyatakan mengandung tripsin babi. Beliau menelpon saya agar menyampaikan keputusan darurat yang membolehkan. “Besok sampean ke Kantor MUI Jatim, konferensi pers soal kebolehan Astrazeneca” dawuh beliau. Saya pun ke kantor MUI bermaksud mendampingi Ketua Umum MUI Jatim. Lha kok ternyata Yai Mutawakkil tidak rawuh. Akhirnya saya terpaksa menyampaikan di depan banyak wartawan.

Saya harus siap menjadi jubir para kiai, apapun resikonya. Di medsos dan grup WA bertebaran bahwa MUI Jatim ‘menghalalkan Babi’. Ya Allah, fitnah dan gorengan sudah sejauh itu.

Kiai Penggerak Organisasi

Sebagaimana di PWNU Jatim, Yai Mutawakkil adalah sosok kiai yang organisatoris. Beliau jika memerintahkan lembaga untuk bekerja dan menyiapkan program, sudah tidak perlu mikir biaya. Karena Yai Mutawakkil sudah menyiapkan dana dan anggaran organisasi.

Oleh karena itu, Komisi Fatwa termasuk yang produktif soal pelaksanaan program, mulai pertemuan dengan seluruh Komisi Fatwa di Jatim, Sidang Fatwa, Pembukuan Fatwa, Buku-buku hasil kerjasama dengan lembaga lain, pelatihan Fatwa di beberapa pesantren dan kampus, aktif mengaudit Lembaga Penyelia Halal, Sidak ke Rumah Potong Hewan dan sebagainya.

Beruntung sekali, Sekretaris Komisi Fatwa Ust Solihin Hasan MHI mendokumentasikan semua kegiatannya di atas. Akhirnya di penutup periode ini MUI Jatim menggelar MUI Jatim Award. Dan Alhamdulillah Komisi Fatwa yang terbaik. Penghargaan langsung diberikan oleh Kiai Mutawakkil kepada saya. Saya cuma mewakili teman-teman KF saja.

Beliau berbisik “Mator sekalangkong sudah membantu saya”. Saya menunduk dan membalas: “Abdinah yang menghaturkan terima kasih, Kiai. Ajunan telah mengajarkan kepada kami tentang Khidmah”.

Di periode kedua Kiai Mutawakkil terpilih kembali secara aklamasi. Namun sejak Ramadan kemarin beliau menyatakan untuk mengundurkan diri karena kesehatan. Saat ini beliau ingin fokus pada pemeriksaan medis untuk kesembuhan penyakit yang beliau derita.

Teriring doa semoga Kiai Mutawakkil tetap dikaruniai sehat panjang umur, berkah untuk kita para santrinya. Amin

*KH Ma’ruf Khozin adalah Anggota Tim Materi Aswaja Center PWNU Jatim

Iklan.

You Might Also Like

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU

Pelantikan PW IPPNU Jatim 2026-2029, Khofifah: IPPNU jadi Kader Adaptif tapi Tetap Berkarakter

Loyalitas Pagar Nusa hanya pada NU, Ini 9 Pesan Ketua PCNU Kota Surabaya

Harmonisasi Dua Kutub Tradisi

Delegasi BARMM Mindanao-Filipina Adakan “Studi Banding” Pendidikan ke PWNU Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya
Next Article Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi Pengembangan Dana Umat, Komisi PDUF Ajak Dua Rekanan ke Pesantren Tambakberas
Sospol
Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta
Ekraf
Dewan Pendidikan Bondowoso Desak Percepatan Pembenahan Tata Kelola Pendidikan
Sospol
KKN 2026 di Kecamatan Tlogosari, UNIBO Fokus Perkuat Digitalisasi Desa
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Kikin tekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat persatuan

24/07/2026
Nahdliyyin

LDNU Jatim Adakan Dzikir Akbar untuk Doakan Muktamar Ke-35 NU dan Indonesia

23/07/2026
Kolom

Seni Rupa Mata Pelajaran Yang Paling Universal Diantara Cabang Seni

23/07/2026
Nahdliyyin

PWNU dan PCNU se-Jatim Usulkan 16 Nama AHWA yang Pilih Rais Aam

22/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?