Surabaya, radar96.com — Sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan sowan ke kediaman Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, di Surabaya, Selasa malam (5/5).
Katib PBNU KH. Ahmad Tajul Mafakhir, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, menjelaskan pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi, sekaligus bentuk dukungan terhadap langkah Rais Aam dalam mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, para kiai sepuh menyampaikan dukungan penuh kepada Rais Aam agar muktamar dapat segera dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga soliditas organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan di tubuh PBNU.

Sejumlah kiai yang hadir, antara lain: KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Aniq Muhammadun, KH Sadid Jauhari, KH Muhibbul Aman Aly, KH Tonthowi Jauhari Musaddad, KH Imam Buchori, dan lain-lain.
“Pertemuan Selasa malam adalah bagian dari musyawarah para kiai sepuh untuk memastikan bahwa muktamar berjalan dengan baik, lancar, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah,” tutur KH. Ahmad Tajul Mafakhir.

Seiring dengan itu, Rais Aam juga telah memanggil Ketua Umum ke kantor PBNU pada hari Rabu, guna membahas persiapan teknis pelaksanaan muktamar.
Dalam arahannya, Rais Aam meminta agar seluruh kebutuhan teknis segera diselesaikan agar agenda besar organisasi tersebut dapat terlaksana sesuai rencana penuh khidmah.
“Rais Aam PBNU meminta agar persiapan teknis segera dituntaskan, sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tidak mengalami hambatan,” tegasnya.
Rais Aam juga meminta agar Muktamar ke-35 NU digelar pada tanggal 1–5 Agustus 2026.
“Rais Aam mendorong agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan pada 1-5 Agustus 2026 mendatang dan disetujui oleh Ketum PBNU,” kata kiai Tajul. (*/fpnu)



