Bondowoso, radar96.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso resmi meluncurkan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 melalui kegiatan Kick Off Kepengurusan DPC PKB Bondowoso di Graha Nahdlatul Ulama (NU) Bondowoso, Kamis (9/7/2026).
Kick off tersebut menjadi momentum dimulainya konsolidasi organisasi setelah terbitnya Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB tentang komposisi dan personalia kepengurusan DPC PKB Bondowoso. Kepengurusan baru ini menggabungkan unsur ulama, pengasuh pesantren, kader senior, tokoh perempuan, pemuda, hingga kalangan profesional sebagai penguatan struktur menuju Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, mengatakan kepengurusan baru dibentuk untuk memperkuat kerja-kerja organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan politik kepada masyarakat.
Menurutnya, PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai perjuangan ulama,.sekaligus menghadirkannya dalam kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.
“Kick off ini bukan sekadar peluncuran kepengurusan, tetapi awal dari kerja bersama seluruh kader untuk memperkuat organisasi hingga tingkat bawah serta memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Pada struktur yang ditetapkan DPP PKB, jajaran Mustasyar diisi empat tokoh, yakni H. Baihaki Miftah, H. Moch. Anwar Syafi’i, M. Mahsun Hasyim, dan KH Bahrur Rozi.
Sementara Dewan Syura dipimpin Ali Idris Syam sebagai Ketua. Posisi Wakil Ketua ditempati KH Asj Hari Khozin, S.H., Muhammad Azizi, Mohammad Khusnul Yakin, dan Mustakmila, Dra.
Jabatan Sekretaris Dewan Syura dipercayakan kepada M. Faqih Subhan, didampingi Wakil Sekretaris Supriadi, S.H., M.H., H. Bahrudin, S.H., dan Agus Anzori. Sedangkan anggota Dewan Syura terdiri atas Abdul Latif Rozi, Muhammad Ansori, Moh. Mahfudz Rozy, dan Moh. Chalil.
Di jajaran Dewan Tanfidz, H. Ahmad Dhafir kembali dipercaya sebagai Ketua DPC PKB Bondowoso.
Ia didampingi 22 Wakil Ketua, yakni H. Nurahman Hadiyattullah, S.T., H. Sutriyono, S.Ag., M.M., Gina Belanza Mulia, Samsul Tahar, Deni Kurniawati, Miarti, S.Pd.I., Hanapi, Mohammad Sholeh Aminullah, H. Zaki Imron Humaidi, S.HI., Agiel Prastika, Siti Rukayah, Didik Yuliyanto, A. Mansur, H. A. Soedarsono, Nurul Jamal Habaib, S.H., Amik Tuharyanti, S.Pd.AUD., M.Pd., Susilo, S.T., M.M., H. Imam Syibli, Rusdy Hasan, Rahmat Zubandi Thahir, Eko Setia Budi, dan Badrudin.
Posisi Sekretaris dijabat Tohari, didampingi Wakil Sekretaris Zaynur Rozikin, Ainun Najib, Mohammad Dainul Ichsan, Firmansyah, Bella Nabila, Zainal Abidin, Widiyantini Mardiana, Daliya Nadifah, Sri Wahyuni, Samsul Arifin, Dwi Murry Susanti, Seynudin, Fitrania Turrofika Aryani, Rafi Maulana Hardi, Muhammad Nor Rahman, Hikmatus Soliha, Halimatus Uhriye, Epsir Rasek, dan Mahfidz, S.Ag.
Sementara jabatan Bendahara dipercayakan kepada Aurangzeb, S.E. yang didampingi Wakil Bendahara Nurul Efendi, Muzammil, Siti Aisyah, B.A., Efi Mardayanti, Rika Mimik Handayani, Farida Aini, Hj. Chunaini, Zakiah Iffah, dan Nurrojabiah.
Salah satu nama yang menjadi perhatian dalam kepengurusan kali ini adalah M. Faqih Subhan, putra almarhum KH Subhan, yang dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Syura. Kehadirannya dinilai melanjutkan estafet perjuangan keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani yang memiliki hubungan historis dengan PKB sejak partai tersebut dideklarasikan di Bondowoso pada 1998.
Selain itu, kepengurusan baru juga diwarnai masuknya sejumlah kader muda, tokoh perempuan, serta aktivis organisasi kepemudaan sebagai bagian dari regenerasi partai.
Melalui kepengurusan baru ini, PKB Bondowoso menargetkan penguatan struktur organisasi mulai tingkat kabupaten hingga desa, memperluas kaderisasi politik, meningkatkan konsolidasi internal, serta memperbesar perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Kick off kepengurusan sekaligus menjadi penanda dimulainya kerja politik lima tahun ke depan dengan semangat memperkuat peran PKB sebagai partai yang berakar dari tradisi pesantren dan Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. (*/Rif)



