Surabaya, radar96.com – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) dan Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU), keduanya berada di bawah naungan MUI Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi perdana sebagai langkah awal membangun sinergi program pemberdayaan ekonomi umat.
Rapat yang berlangsung di lantai tiga Kantor MUI Jawa Timur tersebut dipimpin oleh KH Miftah Jauhari, SE, selaku Ketua Komisi PDUF bersama drh Heryo Sasikirono, selaku Ketua LPEU.
Turut hadir dari jajaran PDUF, Moch Rizzqi Aladib, Prof Dr Moh Mukhrojin, M Syafi’i, Haris, dan M Subhan. Sementara dari LPEU hadir M Nursyamsi selaku sekretaris.

Dalam sambutannya, Gus Miftah Jauhari menyampaikan, sinergi antarlembaga di lingkungan MUI merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, potensi dana umat yang dikelola secara profesional perlu dipadukan dengan program-program pemberdayaan ekonomi agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Sementara itu, drh Heryo Sasikirono menegaskan, LPEU siap membangun kolaborasi dengan PDUF dalam mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada penguatan ekonomi umat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap program pemberdayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, kedua lembaga membahas sejumlah peluang kerja sama, di antaranya pengembangan program pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi berbasis pesantren, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha produktif, hingga pengembangan model ekonomi berbasis filantropi Islam.
Pertemuan itu menjadi momentum awal dalam membangun sinergi yang lebih erat antara PDUF dan LPEU. Ke depan, kedua lembaga berkomitmen untuk menyusun program-program kolaboratif yang tidak hanya memperkuat peran filantropi Islam, tetapi juga mampu mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat di Jawa Timur.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi filantropi Islam sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat. Dengan menggabungkan kekuatan jaringan, keahlian, dan sumber daya masing-masing lembaga, diharapkan lahir berbagai program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Gus Miftah.



