By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: HAN 2026, JMSI Bondowoso, Pemkab dan DPRD Gaungkan Pengasuhan Ramah Anak di TK Negeri Pembina
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > HAN 2026, JMSI Bondowoso, Pemkab dan DPRD Gaungkan Pengasuhan Ramah Anak di TK Negeri Pembina
Sospol

HAN 2026, JMSI Bondowoso, Pemkab dan DPRD Gaungkan Pengasuhan Ramah Anak di TK Negeri Pembina

25/07/2026 Sospol
SHARE

Bondowoso, radar96.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di TK Negeri Pembina Bondowoso, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan bagi anak-anak, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pola pengasuhan yang ramah anak di era digital.

Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Ayo Bermain Tanpa Gadget”, kegiatan diawali dengan edukasi parenting dari Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Para orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya pendampingan terhadap anak agar tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh perhatian.

Setelah sesi parenting, sekitar 100 siswa taman kanak-kanak mengikuti berbagai permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, dan dakon. Aktivitas tersebut menjadi sarana mempererat interaksi antaranak, sekaligus memperkenalkan kembali permainan warisan budaya yang mulai jarang dimainkan.

Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui aktivitas bermain bersama keluarga.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek maupun dakon,” ujarnya.

Menurut Bahrullah, media memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak melalui berbagai kegiatan edukatif.

“Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak,” katanya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua III DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad. Menurutnya, anak usia dini merupakan aset bangsa yang harus dibentuk dengan nilai-nilai positif sejak dini melalui keteladanan keluarga dan lingkungan.

“Anak usia dini adalah usia emas, jangan terpengaruh sesuatu yang buruk. Orang tua jadi contoh terbaik bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya. Sekarang adalah momentum Hari Anak Nasional karena banyak warisan leluhur kita yang positif mulai ditinggalkan karena pengaruh teknologi. Ayo kembali ke permainan tradisional karena permainan tradisional memiliki filosofi masing-masing,” katanya.

Ia menilai permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga media untuk menanamkan nilai gotong royong, sportivitas, kejujuran, serta kemampuan bersosialisasi yang tidak diperoleh ketika anak terlalu lama berinteraksi dengan gadget.

“Jika berbicara gadget, di negara asalnya saja sudah dibatasi secara usia yang bisa memegang gadget. Anak Indonesia jangan dirugikan oleh teknologi yang menggerus nilai leluhur kita terutama nilai gotong royong. Kita jangan lupa dan terbuai dengan kemajuan teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As’ad, turut bermain engklek bersama anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya ruang bermain yang menyenangkan sekaligus mendidik.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara JMSI Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, DPRD Bondowoso, serta berbagai pemangku kepentingan, peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi penggerak lahirnya budaya pengasuhan yang lebih berkualitas. Tidak hanya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget, tetapi juga memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan mencintai warisan budaya bangsa. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

FKIP UNEJ Jember Tingkatkan Kompetensi Guru SMK PPN 1 Tegalampel Bondowoso Melalui Tiga Pendekatan Pembelajaran Modern

Perkuat Pemahaman Regulasi Pendirian Rumah Ibadah, FKUB Kota Probolinggo Libatkan 125 Pengurus Rumah Ibadah 6 Agama

Terjunkan 604 Mahasiswa KKN, Unusa Beri Solusi Berdasar Kebutuhan Warga

Luruskan Video Viral MBG, Kepala MTsN 4 Bondowoso: Kronologi Sebenarnya Berbeda

Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Perkuat Pemahaman Regulasi Pendirian Rumah Ibadah, FKUB Kota Probolinggo Libatkan 125 Pengurus Rumah Ibadah 6 Agama
Next Article FKIP UNEJ Jember Tingkatkan Kompetensi Guru SMK PPN 1 Tegalampel Bondowoso Melalui Tiga Pendekatan Pembelajaran Modern

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

FKIP UNEJ Jember Tingkatkan Kompetensi Guru SMK PPN 1 Tegalampel Bondowoso Melalui Tiga Pendekatan Pembelajaran Modern
Sospol
Perkuat Pemahaman Regulasi Pendirian Rumah Ibadah, FKUB Kota Probolinggo Libatkan 125 Pengurus Rumah Ibadah 6 Agama
Sospol
Delegasi BARMM Mindanao-Filipina Adakan “Studi Banding” Pendidikan ke PWNU Jatim
Nahdliyyin
Terjunkan 604 Mahasiswa KKN, Unusa Beri Solusi Berdasar Kebutuhan Warga
Sospol

You Might also Like

Sospol

Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman

21/07/2026
Sospol

Presiden Mahasiswa STAI Al-Utsmani Pimpin AEB Bondowoso

19/07/2026
Sospol

LPKAN Indonesia Minta Pemerintah Moratorium Regulasi Baru Industri Hasil Tembakau

18/07/2026
Sospol

Dosen Senior Komunikasi Apresiasi Alumni STIKOSA-AWS tetap Menulis saat Purna

18/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?