Mojokerto, radar96.com – Saat menghadiri pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur 2026–2029, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak kader IPPNU menjadi generasi yang adaptif dan menguasai teknologi, tapi tetap memiliki karakter yang kuat, serta mengambil peran strategis dalam menyongsong masa depan NU.
“Karena itu, kader IPPNU harus berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda-agenda besar organisasi, termasuk Muktamar,” katanya dalam keterangan setelah pelantikan PW IPPNU Jawa Timur 2026–2029 di Pondok Pesantren Nurul Islam 2, Pungging, Kabupaten Mojokerto (25/7).

Ajakan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Bidang Kaderisasi, KH Taufiq Djalil, yang mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat kaderisasi, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah, serta menyiapkan kepemimpinan perempuan muda yang mampu menjawab tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aprilia Nur Azizah, menjelaskan acara yang dirangkai dengan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PW IPPNU tersebut juga dihadiri Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., Wakil Bupati Mojokerto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mojokerto, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim.

Dari jajaran NU yang hadir antara lain Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Taufiq Djalil, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Ketua Pimpinan Pusat IPPNU, serta pengurus dan kader IPPNU dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur.
“Mengusung tema ‘The New Horizons’, pelantikan tahun ini dikemas dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Kegiatan diawali dengan Istighosah Kubro sebagai ikhtiar spiritual menyambut masa khidmat baru, lalu peserta mengikuti talkshow inspiratif, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan Perpustakaan Keliling, Rapimwil bersama PC IPPNU dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, serta Madrasah Daiyah Pelajar sebagai ruang penguatan kapasitas kader di bidang dakwah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rekanita Aprilia Nur Azizah, memperkenalkan Grand Design “The New Horizons” sebagai arah gerak organisasi selama tiga tahun ke depan. Grand design tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu bertumbuh, berinovasi, dan berdampak, sebagai komitmen menghadirkan transformasi organisasi yang lebih progresif dan relevan bagi pelajar putri Nahdlatul Ulama.
“Pelantikan dan Rapimwil PW IPPNU Jawa Timur masa khidmat 2026–2029 menjadi awal perjalanan kepengurusan baru dalam mewujudkan Grand Design ‘The New Horizons’. Dengan semangat bertumbuh, berinovasi, dan berdampak, PW IPPNU Jatim mampu melahirkan gerakan pelajar putri yang semakin kuat, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan NU,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pengabdian dan kerja nyata.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi pelajar putri sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam pembangunan sumber daya manusia.
Rangkaian acara juga diisi dengan penganugerahan IPPNU School Movement Award kepada pimpinan cabang terbaik sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kontribusi dalam mengembangkan gerakan IPPNU di lingkungan sekolah. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Pimpinan Pusat IPPNU.
Selain itu, dilaksanakan penyematan gordon kepada pimpinan komisariat di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam serta penganugerahan Tanda Juang kepada para senior IPPNU sebagai penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya terhadap organisasi. (*/ippnu)



