By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Menag Apresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” Jelang IGIC 2026 di Masjid Al-Akbar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Menag Apresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” Jelang IGIC 2026 di Masjid Al-Akbar
Sospol

Menag Apresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” Jelang IGIC 2026 di Masjid Al-Akbar

02/08/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar yang juga Presiden “International Grand Imams Conference” (IGIC) mengapresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” menjelang IGIC 2026 yang dilaksanakan tim pengarah (SC) IGIC 2026 bersama Pemprov Jatim di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Minggu (2/8).

“Doa itu merupakan energi spiritual yang penting dalam membangun bangsa dan negara menjadi lebih baik, apalagi kita akan kedatangan tamu terhormat 400-an grand imams (imam besar masjid) dari 50 negara di dunia dalam IGIC 2026. Rangkaian IGIC sudah dilaksanakan di Kalimantan, Sulawesi, Banten, dan sekarang di Jatim,” katanya dalam acara yang dihadiri Gubernur Jatim Hj Khofifah dan belasan ribu imam/takmir masjid se-Jatim itu.

Dalam acara yang diawali dengan istighotsah yang dipimpin imam besar MAS KH Abdul Hamid Abdullah itu, Menag yang juga Ketua Umum “Ittihad Persaudaraan Imam Masjid” (IPIM) dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menjelaskan masjid di Indonesia sudah menjadi rumah kemanusiaan yang dikagumi dunia.

“Karena Masjid Istiqlal telah menjadi rumah ibadah yang pertama mendapat penghargaan Bank Dunia, maka masjid di Indonesia sekarang menjadi contoh terbaik di dunia. Masjid Istiqlal mendapat award yang pertama untuk rumah ibadah di dunia karena terbesar dan terhemat, karena satu tetes air wudhu akan masuk kolam bawah tanah, lalu terjadi recycle, sehingga bisa diminum. Selain itu, ada panel solar system untuk listrik, juga kebersihan terjaga,” katanya.

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua SC IGIC Irjen Pol Dr HM Sabilul Alif dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Jatim Akhmad Sruji Bahtiar itu, Menag menegaskan bahwa masjid di zaman Rasulullah juga hanya 20 persen untuk ibadah dan 80 persen justru untuk fungsi pemberdayaan dan pencerahan masyarakat.

“Fungsi di luar ibadah itu antara pendidikan agama, latihan bela diri, baitul mal (pampasan perang, zakat, infaq, sedekah), penginapan untuk tamu daerah, pengadilan/penegakan hukum, rumah sakit/kesehatan, balai pertemuan lintas agama, kebaktian umat agama lain yang belum memiliki rumah ibadah, menara masjid juga bukan gagah-gagahan tapi karena Bilal selama ini menggunakan rumah orang untuk azan, menara bisa untuk mempererat solidaritas sosial, balai keterampilan, dan banyak fungsi lain,” katanya.

Dari aspek bahasa, Menag menyatakan masjid itu berasal dari akar kata “sajadah” yang berarti menundukkan mahkota tertinggi manusia (kepala) ke lantai yang merupakan tempat paling rendah. “Kalau sajad itu bukan tunduk kepada Allah, tapi ke mal. Itu berbeda dengan sujud yang bermakna menunduk totalitas kepada Allah, tapi sujud itu kata jamaknya adalah assajid. Assajid atau sujud itu lebih penting daripada masjid, karena sujud bisa di luar masjid,” katanya.

Oleh karena itu, fungsi masjid itu untuk memberdayakan umat atau sebagai rumah besar kemanusiaan, masjid itu untuk pencerahan, bukan untuk provokasi masyarakat, bahkan Rasulullah sempat memperbolehkan umat Yahudi membangun sinagog (rumah ibadah Yahudi), karena lokasi tanah yang dimiliki kebetulan di dekat masjid.

“Beberapa sahabat Nabi sempat memprotes, tapi Nabi memperbolehkan dengan alasan kepemilikan itu. Akhirnya, pemeluk Yahudi itu tertarik dengan azan yang berbunyi ‘Hayya alal Falah’ (ayo menuju kemenangan/keberuntungan), karena fungsi itu sama dengan sinagog, sehingga umat Yahudi itu pun mengizinkan sinagog untuk perluasan lokasi masjid, karena fungsi/tujuan yang sama. Itulah manfaat sikap Nabi yang tidak menerima protes pada saat itu. Itu seperti arti kata ‘imam’ dari Bahasa Ibrani yang bermakna kasih sayang,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Ketua DMI Kota Surabaya Sesalkan Vonis 4 Bulan Penjara atas Kasus Pencurian Uang Rp5.000

BRIN dan UNAIR Perkuat Aliansi Riset Penyakit Tropis, Bidik Pengembangan Vaksin hingga Bioproduk

Genmuda ISRI Dorong Penyempurnaan Pengakuan Penghayat Kepercayaan, Usulkan 13 Juli Jadi Hari Libur Nasional

KHA Muzakky Alhafidz: “Happy Ending” Kehidupan adalah Ridha

LPKAN Jatim: Penegakan Hukum Harus Tegas, Kebijakan Tembakau Jangan Korbankan Petani

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jelang Muktamar ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Supremasi Keulamaan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Jelang Muktamar ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Supremasi Keulamaan
Nahdliyyin
Damai Lewat Dialog, Polemik BNN dan LSM di Cimahi Berakhir: Pemkot Tegaskan Sinergi untuk Kepentingan Masyarakat
Uncategorized
Dalam Sambut Moment HUT RI 81 Anggota DPR RI Komisi X Bang Pur Ajak Warga Senam Dan Jalan Sehat
Uncategorized
Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan
Milenial

You Might also Like

Sospol

Perluas Jejaring Global, Unusa Jalin Kemitraan Strategis dengan Dua Kampus Informatika di Kyoto

31/07/2026
Sospol

Pengurus JMSI Banyuwangi Resmi Dikukuhkan, Bupati Ipuk: Media Penentu Kepercayaan Publik

31/07/2026
Sospol

IKA Unair Bangkalan Salurkan Donasi ke-enam kalinya bagi warga Gaza-Palestina

30/07/2026
Sospol

118 Peserta Ikuti Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umroh Profesional LDNU Jatim

29/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?