Kediri, radar96.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur resmi menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Rabu (5/8/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur, Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Sp.KKLP., M.MB., Ph.D., Subsp.FOMC., bersama Ketua LPBI PWNU Jawa Timur, Moh. Syaiful Amin. Acara dihadiri jajaran pengurus LPBI NU Kabupaten Kediri, MWC NU Ngadiluwih, Kepala Desa Tales beserta perangkat desa, pengurus Ranting NU Desa Tales, serta sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur.
Penandatanganan kerja sama ini sekaligus mengawali kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Keluarga Siaga” untuk Masyarakat Sehat dan Tangguh Bencana. Kegiatan yang diikuti warga Desa Tales ini mengangkat tema Kesiapsiagaan Kesehatan pada Keluarga sebagai langkah awal membangun keluarga yang sehat sekaligus tangguh menghadapi bencana.
Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Rika Yuliwulandari, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bagian dari penguatan pendidikan kedokteran berbasis kebencanaan yang dimiliki Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur.


“Keluarga yang sehat adalah fondasi masyarakat yang tangguh. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan sekaligus membangun kesiapsiagaan bencana berbasis keluarga” ujar Prof. Rika Yuliwulandari.
Sementara itu, Ketua LPBI PWNU Jawa Timur, Moh. Syaiful Amin, menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, jejaring Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa memiliki kedekatan dengan masyarakat, namun masih membutuhkan dukungan sumber daya di bidang kesehatan.
“NU memiliki jaringan hingga tingkat desa, sementara FK UPN Veteran memiliki sumber daya dan keahlian di bidang kesehatan. Sinergi ini menjadi kekuatan untuk meningkatkan literasi kesehatan sekaligus membangun ketangguhan keluarga di masyarakat,” kata Amin.
Kepala Desa Tales, Slamet Raharjo, juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan kondisi Desa Tales yang memiliki kerentanan terhadap banjir dan berbagai potensi bencana lainnya.
“Kami menyambut baik program ini dan mendukung penuh pelaksanaannya. Saya berharap warga mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, kemudian mempraktikkannya agar Desa Tales semakin sehat dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Slamet.
Selain edukasi kesehatan, program ini juga akan mendorong pemenuhan indikator ketangguhan keluarga melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta penguatan peran keluarga sebagai unit terkecil dalam membangun desa yang tangguh.
Kerja sama yang memiliki masa berlaku selama lima tahun ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan dan ketangguhan keluarga, sekaligus menjadi model kolaborasi yang nantinya dapat dievaluasi dan direplikasi di desa-desa lain di Jawa Timur. (*/lpbi)



