By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Majelis Alumni IPNU Madiun Minta Meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Diusut Transparan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Majelis Alumni IPNU Madiun Minta Meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Diusut Transparan
Uncategorized

Majelis Alumni IPNU Madiun Minta Meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Diusut Transparan

12/09/2026 Uncategorized
SHARE

Madiun, radar96.com – Ketua Majelis Alumni IPNU Madiun, Wahyudi, M.Pd.I., meminta dugaan kekerasan yang menimpa Serda Ahmad Muzammul Farisa hingga meninggal dunia agar diusut secara transparan dan tuntas.

“Kami tidak ingin mendahului proses hukum dan tidak ingin menghakimi siapa pun. Tetapi ketika ada seseorang meninggal dan muncul dugaan kekerasan terkait senioritas, maka semua fakta harus dibuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi, jangan ada bukti yang dihilangkan, jangan ada proses yang sengaja dihambat,” ujarnya dalam keterangannya di Madiun Sabtu (12/9/2026).

Menurut Wahyudi, penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan profesional agar keluarga almarhum memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

“Keluarga almarhum berhak mendapatkan kepastian dan rasa keadilan. Karena itu, kami meminta penyelidikan dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan berdasarkan bukti. Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan senioritas dalam pola pembinaan. Menurutnya, disiplin tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan.

“Senioritas seharusnya menjadi sarana membimbing dan membentuk karakter, bukan menjadi ruang untuk melakukan kekerasan. Disiplin tidak boleh berubah menjadi tindakan yang merendahkan, menyakiti, apalagi sampai menghilangkan nyawa,” tegasnya.

Wahyudi berharap kasus tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di lingkungan pendidikan, kedinasan maupun institusi yang menerapkan pola senioritas.

“Jangan sampai tradisi pembinaan yang seharusnya mendidik justru melahirkan kekerasan. Kalau memang ada celah dalam sistem pembinaan, harus dievaluasi. Jangan menunggu ada korban berikutnya baru kita bertindak.” ujar aktivis NU tersebut. 

Selain itu, Wahyudi juga mengajak masyarakat tetap menahan diri dan tidak melakukan penghakiman terhadap pihak tertentu sebelum proses hukum selesai.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan penghakiman. Kita percayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang, tetapi proses itu juga harus dikawal agar berjalan transparan dan berkeadilan,” katanya. 

Wahyudi menegaskan, sikap Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan memastikan kebenaran tidak berhenti sebagai dugaan.

“Bagi kami sederhana: kebenaran harus ditemukan, keadilan harus ditegakkan, dan kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala kepentingan. Kami berdiri bersama keluarga almarhum dan berharap mereka mendapatkan jawaban serta keadilan,” pungkasnya.

“Majelis Alumni IPNU Madiun menyatakan solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga almarhum, khususnya kepada ayahanda almarhum yang merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun,” katanya. (*/maipnu)

Iklan.

You Might Also Like

Polsek Gandeng MWCNU Sisipkan Pesan Kamtibmas dalam Dakwah

PCNU Surabaya Bantah Isu Suap dan Penyekapan pada Muktamar NU di Tambakberas

Polres Bondowoso Kunjungi SLB Rayakan HUT Humas Polri ke-75

Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen

195 Mahasiswa IAI Shofa Marwa Jember Bawa Tradisi Pesantren ke Kampus

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Fahrur: Gus Firjaun yang Saya Kenal
Next Article Yayasan Alifya Bondowoso: Maulid Nabi Penguat Akhlak dan Karakter Siswa Sejak Dini

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Polsek Gandeng MWCNU Sisipkan Pesan Kamtibmas dalam Dakwah
Uncategorized
KPLP Bondowoso Lakukan Razia Gabungan bersama TNI-Polri ke Lapas Kelas IIB
Sospol
BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Layanan KDS Dept Store dan Supermarket
Sospol
SPPG Pujer Mangli-Bondowoso Salurkan 2.633 Porsi MBG
Sospol

You Might also Like

Uncategorized

Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU

14/09/2026
Uncategorized

FKDT Bondowoso Gelar Maulid Nabi dan Apresiasi Pemenang Porsadin VII 2026

13/09/2026
Uncategorized

PW IPPNU Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur

10/09/2026
Uncategorized

TK At-Taqwa Bondowoso Peringati Maulid Nabi dengan Festival Ancak Ceria

10/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?