Bondowoso, radar96.com – Anggapan bahwa bullying sekadar candaan antarteman menjadi salah satu persoalan yang perlu diluruskan di lingkungan pendidikan. Karena itu, mahasiswa KKN 02 Universitas Bondowoso (UNIBO) Desa Jebung Kidul menggandeng Polsek Tlogosari untuk memberikan edukasi kepada siswa MTs Miftahul Ulum 2 melalui sosialisasi bertajuk “Stop Bullying, Kenali Hukumnya, Jaga Marwahnya”, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran siswa bahwa perundungan dapat meninggalkan dampak terhadap korban dan tidak semestinya dinormalisasi sebagai bagian dari pergaulan.
Ketua Kelompok KKN 02 UNIBO Desa Jebung Kidul, Muhammad Wasil, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan salah satu program kerja penunjang yang telah dipersiapkan mahasiswa sejak awal pelaksanaan KKN.
“Kegiatan ini adalah proker penunjang KKN yang telah kami rangkai jauh-jauh hari sebelumnya. Kami berharap dapat memberikan output yang berdampak terhadap peserta sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan tidak ada konflik antarsiswa,” ujar Wasil.
Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan perubahan kesadaran, bukan hanya pemberian larangan. Siswa perlu memahami bagaimana sebuah tindakan dapat memengaruhi orang lain serta mengetahui batas antara bercanda dan perilaku yang merendahkan.
Hal senada disampaikan Mustain Ramli, mahasiswa KKN 02 yang berasal dari Fakultas Hukum. Ia mengajak para siswa membangun kebiasaan untuk berpihak pada kebenaran, meskipun lingkungan terkadang menganggap perilaku yang salah sebagai sesuatu yang biasa.
“Dalam keadaan apa pun dan kondisi apa pun, kita harus selalu memegang prinsip: membiasakan kebenaran, jangan membenarkan kebiasaan,” tegas Mustain.
Sementara itu, Inspektur Polisi 1 Ronaldo memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan, pengucilan sosial, hingga ruang digital.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meminimalisir terjadinya bullying, baik secara fisik, verbal, sosial maupun cyber yang banyak marak terjadi di kalangan dunia pendidikan,” ujar Ronaldo.
Ia menilai perkembangan teknologi membuat persoalan bullying tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Media sosial dapat menjadi ruang baru bagi perundungan apabila tidak digunakan secara bijak.
Karena itu, edukasi hukum kepada pelajar dinilai penting agar siswa memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sekaligus mampu mengenali kapan sebuah perilaku telah melewati batas kewajaran.
Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Ustad Idris, S.Pd.I., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa persoalan bullying pernah terjadi di lingkungan sekolah, termasuk di kelas 7.
“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini tidak akan ada lagi bullying di sekolah, karena sebelumnya memang pernah terjadi bullying di kelas 7 MTs Miftahul Ulum 2,” ungkap Idris.
Menurutnya, sosialisasi menjadi bagian penting dari upaya sekolah membangun lingkungan belajar yang aman. Siswa perlu mendapatkan ruang untuk memahami pentingnya saling menghormati dan menjaga hubungan antarteman.
Kegiatan tersebut sekaligus menempatkan pelajar bukan hanya sebagai objek yang harus diberi larangan, tetapi sebagai bagian dari solusi. Mereka didorong untuk tidak melakukan perundungan, tidak ikut menyebarkan, serta berani mengambil sikap ketika melihat temannya menjadi korban.
Kolaborasi KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan bullying melalui pendekatan edukatif dan hukum. Dengan pemahaman tersebut, sekolah diharapkan mampu membangun budaya pergaulan yang lebih sehat dan saling menghargai.
Bagi mahasiswa KKN 02 UNIBO Desa Jebung Kidul, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan program pengabdian yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Sebab, menciptakan sekolah bebas bullying bukan hanya tentang menghentikan tindakan kekerasan, tetapi juga tentang membangun keberanian untuk menghormati sesama, menjaga martabat, dan tidak menjadikan penderitaan orang lain sebagai bahan candaan
Bahasa Inggris- Potensi Pertanian
Sementara itu, Pembelajaran Bahasa Inggris di pendidikan vokasi terus didorong agar tidak berhenti pada penguasaan bahasa secara teoritis.
Universitas Jember (UNEJ) bersama SMK PPN 1 Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, menghadirkan SALLAGRI (Self Access Language Learning for Agriculture) sebagai inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan Bahasa Inggris dengan bidang pertanian.
Implementasi dan sosialisasi SALLAGRI berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UNEJ. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel sekaligus relevan dengan kompetensi keahlian para siswa.
SALLAGRI merupakan website pembelajaran Bahasa Inggris mandiri yang dikembangkan melalui kolaborasi lintas bidang di UNEJ, yakni Pendidikan Bahasa Inggris FKIP dan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian UNEJ. Tim pengembang terdiri dari Ika Fitriani, S.Pd., M.Pd., Emilda Oktaviyani, S.S., M.Pd., dan Ali Wafa, S.P., M.Si.
Tim SALLAGRI menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang untuk membantu siswa belajar Bahasa Inggris secara mandiri terbimbing. Materinya disusun dengan mengambil konteks pertanian yang dekat dengan kehidupan dan bidang keahlian siswa di Bondowoso.
Pendekatan tersebut membuat Bahasa Inggris tidak diposisikan sebagai mata pelajaran yang terpisah dari keahlian utama siswa. Sebaliknya, kemampuan berbahasa diarahkan menjadi keterampilan pendukung yang dapat digunakan untuk memahami informasi, teknologi, maupun perkembangan ilmu pertanian.
SALLAGRI juga menghadirkan berbagai konten interaktif dengan dukungan gamifikasi. Fitur tersebut dirancang untuk membuat proses belajar lebih menarik sekaligus memberikan ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi materi sesuai kemampuan dan waktu belajar mereka.
Website tersebut dapat dimanfaatkan sebagai materi tambahan di dalam pembelajaran maupun sebagai media belajar mandiri di luar kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak sepenuhnya bergantung pada waktu tatap muka antara guru dan siswa.
Kepala SMK PPN 1 Tegalampel, Sujianto, M.Pd., menyambut positif kehadiran program tersebut. Ia berharap inovasi dari UNEJ dapat memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa.
“Kami menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas program dari Universitas Jember yang diwujudkan dalam bentuk website belajar Bahasa Inggris SALLAGRI kepada siswa SMK PPN 1 Tegalampel. Besar harapan kami agar siswa semakin mahir berbahasa Inggris, khususnya dalam konteks pertanian,” ujar Sujianto.
Apresiasi juga disampaikan oleh guru Bahasa Inggris SMK PPN 1 Tegalampel, Steven Leo Agusta, S.Pd. Menurutnya, kehadiran SALLAGRI menjadi salah satu terobosan yang dapat memperkaya metode pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan sekolah.
Para siswa turut memberikan respons positif. Mereka menilai pembelajaran melalui SALLAGRI memberikan pengalaman berbeda karena dapat dilakukan secara lebih fleksibel dan memiliki keterkaitan langsung dengan bidang pertanian yang mereka pelajari.
Implementasi SALLAGRI juga melibatkan mahasiswa UNEJ sebagai asisten lapangan. Keterlibatan tersebut memperkuat interaksi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus memberikan pengalaman kolaboratif dalam penerapan inovasi pendidikan.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Muhammad Rafi Sofyan Putra, menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme siswa SMK PPN 1 Tegalampel dalam menggunakan platform tersebut.
Bagi UNEJ, pengembangan SALLAGRI menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa pendidikan vokasi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga keterampilan pendukung yang dapat memperluas akses mereka terhadap perkembangan pengetahuan dan teknologi.
Dalam konteks pertanian yang semakin terhubung dengan dunia global, kemampuan Bahasa Inggris dapat menjadi salah satu modal bagi lulusan SMK untuk mengakses literatur, teknologi, informasi pasar, hingga inovasi pertanian dari berbagai negara.
Melalui kolaborasi UNEJ dan SMK PPN 1 Tegalampel, SALLAGRI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah website pembelajaran, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran Bahasa Inggris yang relevan bagi pendidikan vokasi.
Dari potensi pertanian Bondowoso, UNEJ dan SMK PPN 1 Tegalampel mencoba membangun jembatan menuju kompetensi global—agar siswa tidak hanya siap bekerja di bidangnya, tetapi juga mampu membaca perkembangan dunia yang semakin terbuka. (*/Rif)



