Blitar, Radar96.com – Upaya menstabilkan harga bahan pokok di Jatim terus dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Terutama terhadap harga beras yang diharapkan dapat segera mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Upaya tersebut dilakukan Gubernur Khofifah dengan turun langsung menggelar operasi pasar di lapangan.
Secara berkelanjutan, Gubernur Khofifah telah memimpin operasi pasar di Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya, kini Gubernur Khofifah kembali menggelar operasi pasar di Pasar Legi Kota Blitar pada Minggu (12/2).
Melalui operasi pasar tersebut, beras medium didistribusikan ke konsumen dengan harga Rp 43.000 per 5 kg. Artinya per kg beras medium dihargai hanya Rp 8.600 saja. Harga ini lebih rendah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yakni Rp 9.450 per kg.
“Kita memang sudah keliling selama 20 hari terakhir untuk bisa mengintervensi stabilisasi harga beras di berbagai titik. Hari ini, kita ke Blitar, karena dari siskaperbapo harga beras medium di Blitar masih diatas Rp 11.000, sedangkan HET-nya adalah 9450,” ujar Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah juga tak henti-hentinya mengajak seluruh jajaran kepala daerah di Jatim untuk bersama-sama secara kontinyu melakukan intervensi ke pasar-pasar maupun ke konsumen langsung. Hal tersebut dilakukan hingga harga beras di pasaran sampai ke tangan konsumen betul-betul bisa normal sesuai dengan HET.

“Jadi, fluktuasi harga di daerah-daerah itu kelihatan dinamis sekali. Hari ini ketika diintervensi pasar bisa saja harga beras menjadi di bawah Rp10.000. Selang 2 hari lagi usai dilakukan operasi pasar harga kembali naik bisa diatas 11.000. Artinya sampai minggu ketiga Februari harus digencarkan operasi pasar khususnya komoditas beras. Masuk minggu ke empat Februari sudah panen besar dan Maret-April panen raya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa stok beras di Jatim mencukupi. Bulan Februari ini, Jatim memiliki stok sebanyak 200 ribu ton hasil panen. Ditambah di Bulog masih ada stok sebanyak 98 ribu ton. Masih ada lagi di tempat- tempat penggilingan padi yang selama ini market sharenya sekitar 90 persen.
“Stok dari Bulog masih ada 98 ribu ton itu belum di distributor dan penggilingan padi yang market share nya 90 persen. Artinya stok di Bulog itu di luar dari stok di penggilingan-penggilingan padi di seluruh daerah di Jawa Timur. InSya-Allah stoknya dalam posisi yang cukup dan aman,” tegasnya.
“Selain itu, memasuki Bulan Maret Jatim akan panen raya dengan hasil 1.050.000 (satu juta lima puluh ribu) ton beras. Jawa Timur ini lumbung pangan nasional. Tinggal sekarang sinergi untuk melakukan percepatan mendistribusikan dari beras yang ada di berbagai titik. Apakah di penggilingan ataukah yang ada di Bulog supaya bisa segera sampai ke konsumen,” imbuhnya.
Untuk itu, Gubernur Perempuan Pertama di Jatim ini mengajak seluruh distributor agar ikut menjadi bagian yang bisa memberikan layanan kepada masyarakat, terutama terkait dengan stok beras kita di Jatim yang mencukupi. Serta agar bisa menjaga normalisasi harga beras di pasaran.
Selain harga beras, Gubernur Khofifah juga menyinggung terkait harga bahan pokok lainnya seperti gula, telur, dan daging ayam di Pasar Legi terkonfirmasi di bawah HET.
“Jadi, kita memang harus perhatian adalah khusus untuk harga beras karena masih harus dikawal operasi pasarnya harus lebih intensif lagi supaya masyarakat bisa mendapatkan harga beras sesuai dengan HET dan keterjangkauan daya beli masyarakat,” tandasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Pasar Legi Blitar per tanggal 12 Februari 2023, terpantau harga Beras Bengawan Rp12.500/kg, Beras Mentik Rp13.000/kg, Beras IR64 Rp12.000/kg.
Lalu harga Gula Pasir Dalam Negeri Rp14.000/kg, Minyak Goreng Bimoli Botol 2 l Rp36.000, Minyak Curah Rp15.000/kg, Minyak Goreng Bimoli Botol 1 l Rp18.000, Minyak Goreng Kemasan Sederhana, Minyak Kita Botol dan Pouch 1 l masing-masing Rp16.000.
Kemudian harga Daging Sapi Murni Rp120.000/kg, Daging Ayam Broiler Rp30.000/kg, Telur Ayam Ras Rp25.000/kg, Susu Kental Manis Merk Bendera 397 gr/kl Rp12.000, Susu Kental Manis Merk Indomilk 390 gr/kl Rp13.000, Jagung Pipilan Kering Rp8.000/kg, Garam Beryodium Bata Rp800/buah, Garam Beryodium Halus Rp12.500/kg, Tepung Terigu Rp11.000/kg, Kacang Kedelai Eks Impor Rp14.000/kg, Kacang Kedelai Lokal Rp16.000/kg.
Selain itu, harga Mie Instan Indomie Rasa Kari Ayam Rp3.000/bungkus, Cabe Keriting Rp32.000/kg, Cabe Biasa Rp35.000/kg, Cabe Rawit Rp53.000/kg, Bawang Merah Rp38.000/kg, Bawang Putih Rp24.000/kg, Kacang Hijau Rp24.000/kg, Kacang Tanah Rp28.000/kg, Ketela Pohon Rp4.000/kg, Kubis Rp10.000/kg, Kentang Rp17.000/kg, Tomat Rp13.000/kg, Wortel Rp15.000/kg, dan Buncis Rp10.000/kg.
Sedangkan harga Ikan Asin Teri Rp70.000/kg, Ikan Bandeng Rp30.000/kg, Ikan Kembung Rp35.000/kg, Ikan Tuna Rp38.000/kg, Ikan Tongkol Rp30.000/kg, serta Ikan Cakalang Rp30.000/kg.
Lapangan Jatim Seger
Sebelumnya (11/2), Gubernur Khofifah juga meresmikan Lapangan Jatim Seger di Jalan Raya Kertajaya Indah Nomor 4 Kota Surabaya, Sabtu (11/2) sore.
Lapangan Jatim Seger ini merupakan singkatan dari ‘Jawa Timur Senang Gerak’.
Gubernur Khofifah mengatakan, diresmikannya Lapangan Jatim Seger ini diharapkan dapat menjadi fasilitas penunjang untuk meningkatkan prestasi olahraga di Jatim, terutama dari cabang olahraga (cabor) atletik. Apalagi, lapangan Jatim Seger ini telah mendapatkan sertifikasi internasional dari World Atlethic yang berpusat di Monaco, sehingga untuk rekor bisa tercatat di internasional.
“Ada banyak cabor di bidang atletik yang harus terus kita support dengan berbagai fasilitas penunjang. Semoga dengan adanya lapangan baru, maka ada semangat baru, dan tentunya prestasi-prestasi baru. Atlet-atlet berprestasi di cabor atletik, yang tidak hanya mengharumkan nama Jatim, tapi juga Indonesia di kancah internasional,” katanya.
Khofifah mengatakan, selain menjadi sarana peningkatan prestasi olahraga dari cabor atletik, adanya Lapangan Jatim Seger ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran dan menciptakan pola hidup sehat di masyarakat. Yakni memasyarakatkan olahraga, dan mengolahragakan masyarakat.
“Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat ini menjadi upaya untuk menumbuhkan pola hidup sehat di masyarakat. Karena selain makanan yang bergizi tentunya olahraga menjadi penting. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Men Sana In Corpore Sano,” katanya.
“Ditambah, saat ini, olahraga telah menjadi bagian penting atau gaya hidup (lifestyle) dalam kehidupan masyarakat kita. Jadi adanya fasilitas penunjang seperti Lapangan Jatim Seger ini tentunya dapat mendorong masyarakat menjadi sehat, bugar dan produktif,” imbuhnya.
Menurutnya, Lapangan Jatim Seger ini bisa digunakan untuk berbagai macam pertandingan. Yakni Lari cepat pendek 100 m dan 200 m, Lari jarak menengah 400 m dan 800 m, Lari jarak jauh 1.000 s/d 5.000 m, Lari estafet, Lari gawang, Lari halang rintang, Lompat jauh dan Lompat jangkit. Kemudian Lompat tinggi, Lompat galah, Lempar cakram, Lempar lembing, Lempar martil dan Tolak peluru.
“Selain digunakan untuk pertandingan, lapangan ini juga bisa digunakan oleh masyarakat umum untuk berolahraga. Serta dapat menjadi tempat latihan fisik atau kesempatan para calon TNI/Polri dan sekolah kedinasan lainnya,” katanya.
Peresmian lapangan ini mengambil tema ‘Sport for All’ yang berarti bahwa olahraga adalah hak asasi bagi semua orang dan semua usia. Tanpa memandang jenis kelamin, suku, dan kelas sosial.
Tidak hanya itu, di sekitar area Komplek Kertajaya ini juga terdapat beberapa venue atau fasilitas prasarana olahraga yang dikelola untuk meningkatkan prestasi dan partisipasi olahraga masyarakat sekaligus sebagai penghasil PAD. Venue tersebut meliputi lapangan basket, kolam renang, panjat tebing, dojo karate, judo, GOR tenis meja, GOR bulutangkis, serta gedung panahan dan angkat besi.
“Berbagai fasilitas ini Alhamdulillah menjadi salah satu pendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi Jatim. Semoga ke depan akan lahir banyak atlet-atlet berprestasi internasional dari Jatim,” kata Khofifah.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut meninjau beberapa booth yang menampilkan berbagai cabang olahraga seperti judo, gulat, bola voli, sepak takraw, baseball, balap sepeda, senam gymnastic, karate, angkat besi, dan panahan. Para atlet ini merupakan atlet berprestasi yang dibina pada program Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Dispora Jawa Timur.
Lapangan Jatim Seger memiliki luas 7.198 meter persegi. Dulu, lapangan ini merupakan Lapangan Atletik Kertajaya yang dibangun pada tahun 1988 dengan menggunakan material gravel. Lapangan atletik ini pernah digunakan sebagai venue cabor panahan pada PON Tahun 2000.
Pada tahun 1997, menyambut pelaksanaan PON 2000, dilakukan renovasi berupa penambahan gravel dan area parkir. Pada tahun 2018, terjadi pengalihan aset dari KONI ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim.
Selanjutnya, pada tahun 2022, Dispora Jatim melaksanakan perbaikan lapangan atletik meliputi penggantian material gravel menjadi sandwich system. Serta dilakukan juga penambahan tembereng utara dan selatan. (*/hmn)



