By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Sekum Muhammadiyah: Hati-hati, Ghibah Digital Dosanya Berkali-kali Lipat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Sekum Muhammadiyah: Hati-hati, Ghibah Digital Dosanya Berkali-kali Lipat
Kontrahoax

Sekum Muhammadiyah: Hati-hati, Ghibah Digital Dosanya Berkali-kali Lipat

28/02/2023 Kontrahoax
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti
SHARE

Purwokerto, Radar96.com/Muh.or.id – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa ghibah tidak pernah menjadi budaya di Muhammadiyah.

Saat menjadi narasumber dalam acara Tabligh Akbar di Gedung Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Ahad (26/2/2023), ia
mengimbau agar warga Persyarikatan tidak melakukan ghibah digital.

Berbeda dengan ghibah konvensional, ghibah digital ialah membicarakan keburukan-keburukan orang lain dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sebagai alat, teknologi informasi semestinya digunakan untuk hal-hal yang mengandung berkah, bukan amarah. Hal ini sejalan dengan misi Muhammadiyah yaitu menegakkan kesalehan digital.

“Jangan sampai nanti banyak bersliweran di grup-grup whatsapp menjelekkan orang lain. Jangan sampai nanti ada yang namanya ghibah digital. Jadi, orang ghibah dengan menggunakan teknologi digital. Ghibah digital itu tidak boleh,” kata Abdul Mu’ti dalam ceramahnya.

Meski sama-sama akhlak yang buruk, ghibah digital boleh jadi dosanya berkali-kali lipat dibanding ghibah konvensional. Menurutnya, ghibah konvensional dilakukan dalam kelompok kecil dan terbatas. Sementara ghibah digital memiliki audiensi yang lebih luas dan tersimpan dalam data-data. Karena tatkala mengirimkan kejelekan seseorang ke satu grup, dan satu grup itu anggotanya 250, berarti dia menjelek-jelekan seseorang kepada 250 orang. Perbuatan ini akan terus berlipat seperti virus jika dari 250 orang itu membagikan konten ghibah ke grup lain yang berbeda.

Mu’ti kemudian mengajak warga Muhammadiyah agar menjauhi segala macam perbuatan ghibah karena hal tersebut bertentangan dengan akhlak yang mulia.

Di musim permusyawaratan Muhammadiyah di berbagai wilayah dan daerah, sebaiknya laku aktivitas ghibah dihilangkan agar menghasilkan keputusan yang maslahat bagi orang banyak.

“Itu menurut saya dosanya lebih besar dari pada ghibah konvensional. Karena itu kita usahakan supaya warga persyarikatan Muhammadiyah bersih dari intrik dan ghibah digital. Kalau itu kita laksanakan Insya Allah kita akan memilih pemimpin yang terbaik, dan Insya Allah kita menjadikan arena perhelatan permusyawartan itu menjadi arena dimana kita bergembira, arena dimana kita memilih pemimpin yang terbaik, dan menyusun program yang terbaik,” pungkasnya. (*/muhammadiyah.or.id)

Sumber:
https://muhammadiyah.or.id/abdul-muti-hati-hati-ghibah-digital-dosanya-berkali-kali-lipat/

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Misi Dagang Jatim- NTB Catatkan Transaksi Rp251,399 Miliar
Next Article Produksi Air Bersih Jatim Tertinggi se Indonesia

Advertisement



Berita Terbaru

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?