By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Penulis Buku ‘Napak Tilas Satu Abad NU’ kunjungi PWNU Jatim minta masukan Data Sejarah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Penulis Buku ‘Napak Tilas Satu Abad NU’ kunjungi PWNU Jatim minta masukan Data Sejarah
Nahdliyyin

Penulis Buku ‘Napak Tilas Satu Abad NU’ kunjungi PWNU Jatim minta masukan Data Sejarah

01/03/2023 Nahdliyyin
Penulis buku 'Napak Tilas Satu Abad NU', H. Fauzan Alfas, Selasa siang (28/2) berkunjung ke Kantor PWNU Jawa Timur dan menyerahkan 4 jilid buku dari total 20 jilid buku yang sudah rampung ditulisnya. (*/my/mcnu)
SHARE

Surabaya, Radar96.com –
Penulis buku ‘Napak Tilas Satu Abad NU’, H. Fauzan Alfas, Selasa siang (28/2) berkunjung ke Kantor PWNU Jawa Timur dan menyerahkan 4 jilid buku dari total 20 jilid buku yang sudah rampung ditulisnya.

Diterima di forum rapat harian gabungan PWNU Jawa Timur, Fauzan Alfas meminta masukan data lebih lanjut untuk penyempurnaan buku sejarah yang terus digali, didalaminya dan dilengkapi menjadi buku referensi sejarah yang ditulis oleh kalangan NU sendiri.

Mewakili kepengurusan, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menerima pemberian buku, didampingi dua wakil rois syuriyah KH. Abdul Matin Jawahir dan KH. Abdul Adzim Kholili, Katib Syuriyah KH Romadhon Khotib, serta Wakil Ketua, KH Abdus Salam Shohib.

Kiai Marzuki menyambut baik inisiatif penerbitan buku sejarah terlengkap ini dan siap mendukung proses penyempurnaan data, sosialisasi dan penyebarannya kepada warga dan pengurus NU di Jawa Timur.

“Terima kasih atas inisiatif yang luar biasa ini, dan insyaAllah sangat bermanfaat bagi jam’iyah kita,” tegasnya.

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdus Salam menyatakan buku ini bisa menjadi salah satu rujukan utama dalam serangkaian forum kajian yang akan digelar PWNU Jawa Timur.

“Kami siap bekerjasama, dan sebagai penulis buku ini, kami harapkan Pak Fauzan bisa terlibat dalam diskusi-diskusi Peran NU di Abad Kedua yang InsyaAllah digelar menyambut Konferensi Wilayah NU Jatim mendatang,” tambah Gus Salam.

Fauzan Alfaz menjelaskan dari 20 jilid buku yang rampung ditulis baru dicetak 4 jilid pertama. Launching buku ini dilaksanakan di momen peringatan 1 Abad NU, dalam sebuah Live Talkshow TV9 Nusantara, sesaat setelah Puncak Resepsi 1 Abad NU yang digelar di Stadion Gelora Delta pada 7 Pebruari 2023.

Buku ini tergolong tebal, karena sudah mencapai 20 jilid dengan total 25.000 halaman, dan lebih 5.000 daftar pustaka.

Fauzan menyebutkan, usia 1 abad bagi sebuah organisasi adalah anugerah yang luar biasa, karena tidak banyak organisasi yang mampu mencapai usia tersebut.

Terdapat banyak kekuatan yang membangun dan menyambung hubungan antar generasi di dalam Nahdlatul Ulama sebagaimana sanad keilmuwan, pesantren dan lainnya dan sampai usia seabad masih terjaga.

“Apa yang sudah dilakukan oleh generasi awal pendiri NU masih terus dilanjutkan dan dilestarikan oleh generasi sekarang,” tandasnya

Kekuatan besar NU tersebut, lanjut Fauzan, menjadi daya tarik luar biasa bagi berbagai kalangan untuk memotret dan merekam perjalanan NU. Sangat banyak akademisi dan peneliti dari dalam dan luar negeri yang menulis tentang NU dan sudah banyak diterbitkan.

Namun Fauzan mengaku belum menemukan buku yang utuh dan lengkap tentang sejarah NU, yang ada hanya buku-buku yang memotret sebagian saja dari perjalanan panjang NU.

“Saya pengen, sejarah NU ditulis oleh orang-orang NU sendiri, karena menulis NU itu berarti menulis tentang Kiai dan pesantren yang itu hanya santri yang bisa utuh memahami dan menulisnya,” tambah Ketua PMII Cabang Malang awal 1990-an ini.

Fauzan mulai menulis buku ini sejak 2019 di masa pandemi, dan baru 4 tahun kemudian bisa dirilis ke publik. Ia tergerak untuk mengumpulkan catatan-catatan tentang perjalanan NU dari masa ke masa. Kumpulan catatannya itu dilengkapi dengan berbagai dokumentasi wawancara yang pernah ia lakukan dengan sesepuh NU, diantaranya KH. Muhith Muzadi.

Karena termotivasi untuk menulis utuh dan lengkap, maka kumpulan catatan itu terus berkembang hingga menjadi 20 jilid, dengan rata-rata 1000-an halaman per jilidnya.

Fauzan yang alumni UNISMA dan Pondok Sidogiri ini berharap buku yang ditulisnya bisa membantu berbagai pihak yang mencari referensi tentang latar sejarah dan hari-hari Jelang Kelahiran NU, Profil Para Muassis dan Pondok Pesantren di balik Kelahiran NU, Dinamika Organisasi, hasil-hasil Muktamar dan Permusyawaratan, Pimpinan PBNU dari Masa ke Masa, hingga Khazanah tradisi dan intelektual yang menjadi kekayaan Nahdlatul Ulama Sepanjang Masa.

Fauzan mengaku banyak menemukan informasi baru yang kurang pas dan selama ini sudah terlanjur beredar di masyarakat. Fauzan mencontohkan, foto H. Hasan Gipo, Presiden atau Ketua Umum PBNU pertama, yang selama ini beredar ternyata foto KH Mas Manshur, tokoh Muhammadiyah.

“Dalam catatan saya, masih banyak informasi yang jarang diketahui oleh warga NU sendiri tentang NU, dan sudah saya tulis di buku itu berdasarkan sumber referensi yang saya punya”, tambahnya. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Menkopolhukam minta media blokir Berita Hoaks agar Pemilu berkualitas
Next Article Gubernur Khofifah apresiasi Kolaborasi Pemprov Jatim – Kodam V/Brawijaya dalam penanganan inflasi, kemiskinan ekstrem, stunting, dan investasi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional
Ekraf
Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin: Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi
Sospol
Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten
Sospol
Kreativitas Santri Annur Azzahra Hadirkan Lampu Hias Penguat Ekonomi Pesantren
Ekraf

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?