Surabaya, Radar96.com – Ulama dan pendakwah Habib Jindan bin Novel bin Jindan menyatakan pemenang dalam kehidupan adalah orang/hamba yang paling dicintai Allah.
“Tanda orang yang dicintai Allah adalah orang yang melazimkan perbuatan yang disukai Allah dan meneladani Rasulullah,” katanya saat Khutbah Jumat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS).
Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten itu menegaskan bahwa hal yang terbaik diraih dalam kehidupan adalah kecintaan dari Allah.
“Ibarat ayah yang cinta kepada anaknya, karena kalau kita ada kekurangan akan tetap dimaafkan. Orang yang banyak salah/dosa, bila dicintai Allah, maka dia akan dimaafkan, tidak diazab,” katanya.
Cucu dari Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (pejuang dakwah di Betawi pada 1906-1969) itu menjelaskan perbuatan yang paling disukai Allah adalah melakukan hal diwajibkan Allah, lalu mendekatkan diri kepada Allah dengan hal yang sunnah.
“Itu Hadits Qudsi. Bila Allah itu cinta, maka hamba akan menang banyak. Malaikat Jibril akan cinta, penghuni langit pun akan cinta. Orang yang dicintai Allah, maka lakukan apa yang disukai Allah saat kita diganggu orang, posisi tidur, cara makan, cara berpakaian mana yang paling disukai Allah, terutama perempuan,” katanya.
Selain itu, jangan melakukan dosa yang pelakunya bisa diperangi Allah yakni pelaku praktik Riba dan pelaku yang memusuhi kekasih/wali Allah.
“Tiga hal untuk bisa merasakan manisnya iman yakni cinta kepada Allah melebihi yang lain, cinta kepada seseorang karena Allah seperti bukan karena harta/dunia, dan cinta kepada manusia yang dicintai Allah seperti Nabi Muhammad-wali Allah,” katanya.
Ia menambahkan tanda orang yang dicintai Allah adalah orang yang meneladani Rasul. Cirinya meneladani Rasulullah dalam sunnah siwak, qiyamul lail, sunnah qobliyah-bakdiyah, adab/berbakti kepada orang tua, menyambung silaturahmi, menjaga mulut/mata, dan sebagainya. (*/mas)


