By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Direktur pertama RSI Surabaya wafat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Direktur pertama RSI Surabaya wafat
Nahdliyyin

Direktur pertama RSI Surabaya wafat

03/11/2023 Nahdliyyin
DR dr H Muhammad Thohir spKJ (dok/@drthohir)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Direktur pertama Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya (1975 -1986) Dr. KH. Muhammad Thohir, Sp.KJ, wafat di Surabaya, Jumat (3/11) pukul 04.21 WIB.

“Salah satu dokter yang dimiliki NU pada era tahun 1980-an itu sempat dirawat di rumah sakit yang didirikan para tokoh NU Surabaya itu, selama beberapa hari sebelumnya,” kata mantan staf Sekretariat PWNU Jatim (1998-2013),
Ah. Zaini Ilyas.

Menurut dia, almarhum DR KH Muhammad Thohir yang akrab disapa Cak Mat itu merupakan aktifis organisasi sejak muda, mulai dari IPNU, PMII, hingga ke PWNU Jatim.

“Beliau lahir dari seorang ayah bernama KH. Thohir Syamsuddin di Peneleh. Itu daerah yang sejak kemerdekaan merupakan ‘rumah’ para pejuang, seperti Bung Karno dan HOS Cokroaminoto,” katanya.

Sejak kecil, almarhum memang sudah terbiasa dengan organisasi pergerakan. “Beliau aktif di IPNU Kota Surabaya seangkatan dengan Bapak Syumli Sadeli dan KH Sholeh Hayat,” katanya.

Ketika kuliah di Unair, almarhum aktif di PMII. “Salah satu jasa beliau sebagai pimpinan PMII adalah mengupayakan kantor PMII yang kemudian tukar guling dengan Gramedia di Jalan Basuki Rahmad Surabaya,” katanya.

Setelah lulus dari Kedokteran, dokter muda NU era 1980-an itu bertugas di beberapa tempat mulai dari RS Pasuruan hingga pernah menjadi Direktur RS Jiwa Menur Surabaya.

Selain itu, almarhum juga “dipasrahi” oleh tokoh NU Surabaya KH Zakky Ghufran (Ketua Yayasan RSI SUrabaya) untuk menjadi Direktur RSI Surabaya. Jasanya selama memimpin RSI Surabaya adalah ikhtiar mengupayakan perluasan RSI ke Jemursari dengan mencarikan terobosan pendanaan ke IDB hingga RSI Jemursari berdiri sekarang.

“Bersama KH. Zakky Ghufran, beliau kemudian menyerahkan RSI Surabaya kepada NU, yang pengelolaannya akhirnya ditangani PBNU sejak masa KH Hasyim Muzadi menjadi Ketua Umum PBNU,” katanya.

Almarhum yang satu saudara dengan KH. Anas Thohir juga pejuang perintis Majalah Aula NU Jawa Timur dan perintis rumah sakit dan BKIA NU di Jatim dan Jateng, serta sempat menjadi Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial NU “Khadijah” Surabaya.

Ketika menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, almarhum sangat aktif, bahkan ketika Muktamar NU di Situbondo (1984) juga masuk dalam Tim Perumus Khittah NU 1926 bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Dr dr Fahmi D Syaifuddin (putra KH. Syaifudin Zuhri).

“Istri almarhum adalah Keturunan Bani Shiddiq Jember sehingga tidak mengherankan jika beliau juga ikut membantu pendirian RSI Pati, karena dari jalur istri masih ada hubungan kekerabatan dengan para pejuang NU Pati,” katanya.

Selain menjadi birokrat yang aktifitas NU, almarhum juga rajin menulis buku, seperti Maghfiroh Total, Ayat-Ayat Tauhid, Tafakur Umat Qur’ani, Menjadi Manusia Pilihan dengan Jiwa Besar, dan buku-buku puisi yang agamis.

“Kita semua merasa kehilangan seorang yang semangat berjuangnya cukup tinggi di tengah kesibukannya abdi negara masih meluangkan waktu untuk NU,” kata Zaini yang pernah menjadi khodam/pelayan almarhum saat di PWNU Jatim. (*/ZI)

Iklan.

You Might Also Like

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

Prabowo Minta Kartu NU

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LAZISNU PBNU Serahkan Bantuan untuk Rakyat Palestina
Next Article Nahdlatul Ulama dan Solidaritas Palestina

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

GEGERAN DULU GERGERAN KEMUDIAN
Kolom
Muktamar NU : Pembukaan Gemilang, Jangan Sampai Pelaksanaan Kehilangan Marwah.
Kolom
Ternyata NU Rame di Luar, Solid di Dalam
Kolom
MENJAGA MUKTAMAR NU KE-35 SEBAGAI TUNTUNAN DAN HIKMAH
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

23/08/2026
Nahdliyyin

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

23/08/2026
Nahdliyyin

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

22/08/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

20/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?