By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Karya KH. Machfudz Shiddiq tentang Puasa Berusia 86 Tahun, Diterbitkan Kembali
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Karya KH. Machfudz Shiddiq tentang Puasa Berusia 86 Tahun, Diterbitkan Kembali
Nahdliyyin

Karya KH. Machfudz Shiddiq tentang Puasa Berusia 86 Tahun, Diterbitkan Kembali

09/03/2024 Nahdliyyin
SHARE

Jember, radar96.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) era 1937-1943, KH. Machfudz Shiddiq, ternyata memiliki banyak karya tulis yang di antaranya diterbitkan dalam bentuk artikel bersambung di majalah Berita Nahdlatoel Oelama (BNO).

Salah satu karya dari sosok ketua umum PBNU termuda itu (terpilih di usia 30 tahun), adalah tentang puasa. Pada BNO No. 1 Tahun VII, 1 November 1937, ia menerbitkan edisi khusus tentang puasa yang bertajuk “Poeasa Nummer”. Karya ini kembali diterbitkan oleh Komunitas Pegon dan Media Center PWNU Jawa Timur setelah berselang lebih dari 86 tahun dengan judul “Risalah Puasa”.

“Dalam rangka menyambut Ramadan kali ini, kami kira penting untuk menerbitkan ulang karya Kiai Machfudz ini. Selain isinya yang bernas, ini juga melengkapi khazanah pemikiran tokoh-tokoh NU tempo dulu yang harus diketahui oleh generasi sekarang,” ungkap Ketua Komunitas Pegon, Ayung Notonegoro, saat peluncuran sekaligus bedah buku itu di Gedung FUAH UIN KHAS Jember, Jumat (8/3/2024).

Karya-karya Kiai Machfudz tersebut, kata Ayung, penting untuk dikemukakan ulang guna merunut dengan baik transmisi pemikiran progresif di NU.

Menurutnya, kiai kelahiran 1907 di Jember itu, adalah mata rantai tokoh-tokoh muda NU yang progresif.

“Pada masa awal NU berdiri, ada tokoh muda progresif bernama KH. Abdullah Oebaid. Beliau punya kader namanya Kiai Machfudz Shiddiq. Lalu, diteruskan oleh Kiai Wahid Hasyim. Dilanjutkan oleh tokoh-tokoh selanjutnya. Seperti Kiai Achmad Shiddiq, Gus Dur dan seterusnya yang kita kenal sekarang,” papar Ayung.

Sisi progresifitas dari pemikiran Kiai Machfudz tersebut bisa dilihat dari sejumlah karya tulisnya. Ia mengupas banyak hal dengan beragam referensi dan perspektif yang memiliki makna signifikan di masanya, sekaligus juga masih relevan dalam konteks sekarang.

“Kami sedang menghidupkan kembali karya-karya Kiai Machfudz yang berpuluh tahun sudah tidak terjamah,” ungkap Ayung.

Selain Risalah Puasa sendiri, Komunitas Pegon juga telah menerbitkan catatan pidato Kiai Machfudz yang menceritakan kunjungannya ke Jepang pada 1939.

Buku tersebut diberi judul “Muhibah KH. Machfudz Shiddiq ke Jepang: Mengemban Visi Ekonomi Nahdlatul Ulama”.

“Mohon doanya, kami ingin menerbitkan seluruh tulisan Kiai Machfudz yang telah berhasil kami akses. Harapannya, ini bisa jadi buku babon kajian pemikiran dari Kiai Machfudz,” harap Ayung.

Sementara itu, Dr. M. Barmawi, pakar ushul fiqh dari UIN KHAS Jember, menilai buku Risalah Puasa karya Kiai Machfudz ini sebagai karya yang luar biasa. Putra dari Mbah Shiddiq Jember itu tak hanya menguraikan aspek fiqih dari ibadah puasa. Tapi, juga mengulas makna filosofisnya serta kedudukannya dalam situasi sosial yang terjadi.

“Buku ini tetap relevan untuk dibaca saat ini. Tidak hanya karena berisi tuntutan praktis, tapi juga ada uraian mendalam secara filosofis dan hikmah-hikmah di balik ibadah itu yang bisa kita ketahui. Sehingga ibadah puasa kita bisa lebih berkualitas dan berdampak, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sosial kita,” papar Barwami.

Perlu diketahui, Kiai Machfudz merupakan hoofdredactur (kepala redaksi) majalah tengah bulanan Berita Nahdlatoel Oelama. Sejak November 1936 hingga Maret 1942. Di sepanjang masa itu, ia banyak menulis artikel bersambung.

Pada masa hidup beliau, ada dua karya yang berasal dari artikel bersambungnya itu yang diterbitkan. Yakni, Pedoman Tabligh (1939) dan Ijtihad wa Taqlid (1940). Selain itu, pernah disebut jika Kiai Machfudz pernah menerbitkan buku tentang kristologi, sayangnya masih belum terindentifikasi hingga sekarang. (*)

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article JTBS Masjid Al-Akbar Salurkan 120 Sedekah Sembako Jelang Ramadhan
Next Article Chatour Travel dipercaya CitiLink Indonesia untuk Musim Umroh 1446 H

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS
Ekraf
IKSPI Kera Sakti Bondowoso Boyong 10 Medali dari Banyuwangi IKS Cup X
Sospol
Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg Bagikan Dua Kiat Jadi Muslim yang Mukmin
Sospol
Unesa dan Yayasan Darul Aitam Surabaya adakan Pelatihan Manajemen
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?