By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: BPSDM Pemprov Jatim: Literasi Digital Lebih Penting daripada Digitalisasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > BPSDM Pemprov Jatim: Literasi Digital Lebih Penting daripada Digitalisasi
Milenial

BPSDM Pemprov Jatim: Literasi Digital Lebih Penting daripada Digitalisasi

20/05/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com/dj – Kepala BPSDM Pemprov Jatim DR Ramliyanto SP MP menegaskan bahwa literasi digital berupa etika, budaya, skill, dan safety digital itu lebih penting daripada digitalisasi yang hanya bersifat teknis.

“Digitalisasi secara teknologi itu memang hanya teknis, tapi kalau etika/budaya digital atau literasi digital akan membangun ekosistem digital,” katanya dalam paparan pada Raker Yayasan Khadijah (YPTSNU) Surabaya, Senin.

Dalam raker yang dihadiri Hj Masruroh Wahid mewakili Ketua Dewan Pembina YPTSNU Khadijah Surabaya Khofifah Indar Parawansa, ia menjelaskan digitalisasi yang sifatnya teknis justru menjadi mahal, tidak hemat waktu, dan tidak otomatisasi (merepotkan).

“Kalau digitalisasi malah menjadi berbiaya mahal, tidak hemat waktu, tidak terjadi otomatisasi atau malah merepotkan berarti digitalisasi yang ada belum membangun ekosistem digital,” katanya dalam raker bertema Ekosistem Pendidikan Berbasis Teknologi Digital.

Bahkan, kata Ramliyanto, ada kepala sekolah (kepsek) yang mencari hacker/peretas Unas (ujian nasional) yang canggih, agar nilai siswanya bisa tinggi dan nama sekolahnya menjadi bagus, maka hal itu berarti belum ada ekosistem digital, baik etika, budaya, skill, dan safety.

“Itulah tantangan atau persoalan kita dalam digitalisasi atau literasi digital. Kalau teknologi itu bisa menggantikan peran guru, tapi tidak ada teknologi yang bisa menggantikan ilmu guru yang sifatnya skill/ketrampilan sekaligus etik,” katanya.

Hal itu didukung Wakil Ketua Dewan Pembina YPTSNU Khadijah Surabaya Hj Masruroh Wahid yang mewakili Khofifah. “Era kita memang berbeda, tapi era digital memang harus diikuti, hanya saja misi harus tetap,” katanya.

Masruroh Wahid yang juga Ketua PW Muslimat NU Jatim itu menilai pendidikan berbasis teknologi digital itu penting, tapi jangan melupakan basis agama.

“Islam mengajarkan kita agar jangan meninggalkan anak-anak yang mengkhawatirkan. Maksudnya, transfer knowledge ala pendidikan barat itu boleh, tapi nggak ada transfer value/nilai atau ketakwaan kepada Allah dan orang tua harus tetap mendasari,” katanya.

Dalam acara yang juga dihadiri pembina lainnya Prof DR KH Ridlwan Nasir MA dan prof DR KH Ali Aziz MAg itu, ia menambahkan ilmu pengetahuan ala Barat itu sebenarnya juga tercetus dari Islam, seperti ilmu matematika. (*/dj)

Iklan.

You Might Also Like

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Muslimat NU Kota Surabaya dan Bihun Jagung Doroku adakan lomba masak sekampung
Next Article 25 Bus Calon Jamaah Haji Asal Jember Singgah Masjid Al-Akbar Jelang Masuk Asrama Haji

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Cegah Diabetes dan Hipertensi, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Gelar Pemeriksaan Kesehatan Lansia
Sospol
Nasim Khan DPR RI Minta Transformasi PTPN Berpihak pada Karyawan dan Industri Hilir
Sospol
Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar
Uncategorized
Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

15/05/2026
Milenial

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

07/05/2026
Milenial

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

05/05/2026
Milenial

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

27/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?