Sidoarjo, radar96.com – Datang jauh-jauh dari Sumatera Barat, Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat (UNU Sumbar) berniat belajar pada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) yang diwujudkan dalam kerja sama di bidang Merdeka Belajar. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Unusida, Selasa (25/06/24).
Rektor Unusida, Dr H Fatkul Anam, MSi manyampaikan, pihaknya menyambut baik kedatangan UNU Sumatera Barat sebagai upaya pengembangan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), khususnya di bidang Merdeka Belajar.

“Silakan jika ada yang bisa dikloning dari Unusida dan diboyong ke UNU Sumatera Barat, kami hanya mengharapkan keberkahan ilmu untuk seluruh PTNU,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Ketua Forum Rektor PTNU Perkumpulan tersebut mengatakan, Unusida saat ini memiliki 21 sistem digitalisasi terpadu, mulai dari mahasiswa awal masuk kuliah, proses perkuliahan, prestasi, kartu hasil studi, perpustakaan digital, informasi terbaru, keuangan, data dosen dan tenaga pendidik, dan sebagainya.
“Sistem digitalisasi sudah berjalan di Unusida saat ini, sangat penting untuk menunjang percepatan informasi kepada mahasiswa maupun wali mahasiswa,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mempunyai Sistem Key Performance Indikator bagi tenaga pendidik guna mengukur efisiensi kerja. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan kualitas kerja dan terukur bagi seluruh civitas akademika.
Selain itu, pihaknya juga tengah mengupayakan dan memfasilitasi dosen-dosen NU untuk melanjutkan studi lanjut. Upaya tersebut dalam rangka membangun SDM agar banyak doktor-doktor baru yang lahir dari Unusida. Targetnya di 2026 sebanyak 50 persen dosen Unusida sudah bergelar doktor.
“Yang kita cita-citakan adalah dapat berkembang bersama. Perkembangan PTNU menjadi cita-cita dan khidmah Nahdlatul Ulama kepada masyarakat di bidang pendidikan tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor UNU Sumatera Barat Prof Dr Yunia Wardi, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk iktikad UNU Sumatera Barat untuk belajar dari Unusida, baik secara fisik maupun non fisik dari segi akademik.
“Saya anggap Unusida ini sudah seperti Universitas Negeri Padang jika di Sumatera Barat, perkembangannya sungguh luar biasa,” ungkapnya
Prof Wardi menuturkan, pihaknya mencoba membuka diri untuk dapat menjalin kerja sama dengan Unusida, tentunya juga menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan dari UNU Sumatera Barat sendiri.
“Kami sangat terbuka untuk menerima ilmu dan pengalaman dari Unusida untuk diterapkan di UNU Sumbar. Jadi, tidak hanya merdeka belajar yang ingin kami pelajari dari Unusida, bisa juga belajar di bidang lain, seperti penelitian dan publikasi ilmiah,” paparnya.
Menurutnya, pengalaman Unusida patut ditiru oleh UNU Sumatera Barat. Ia sangat mengapresiasi kinerja dari rektor dan seluruh jajaran civitas akademika di Unusida. Oleh karena itu, tak salah dan sangat tepat Rektor Unusida ditunjuk sebagai Ketua Forum Rektor PTNU Perkumpulan untuk menularkan semangat dan prestasi dalam membangun Perguruan Tinggi NU lainnya.
“Semoga dapat melaksanakan apa yang sudah dilaksanakan oleh Unusida untuk diterapkan di UNU Sumatera Barat, seperti sistem digitalisasi yang idealnya sangat mempresentasikan perguruan tinggi masa depan,” tuturnya.

