By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Syeikh Afeefuddin Al Jailani: Indonesia Contoh Bangsa Paling Harmonis
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Syeikh Afeefuddin Al Jailani: Indonesia Contoh Bangsa Paling Harmonis
Sospol

Syeikh Afeefuddin Al Jailani: Indonesia Contoh Bangsa Paling Harmonis

16/08/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Ulama besar asal Baghdad, Irak, Maulana Al-Sheikh Afeefuddin Bin Abdul Qadir Mansoor Al Jailani menilai Indonesia merupakan percontohan dari bangsa paling harmonis yang mampu menjaga hubungan baik dengan bangsa lain.


“Kalian akan merayakan kemerdekaan (HUT Ke-79 Kemerdekaan RI) di negeri yang menjadi contoh bangsa paling harmonis dan lembut di dunia, semoga Allah tetap menjaga kebaikan bangsa ini, bangsa yang harmonis dengan pendatang,” katanya di Surabaya, Jumat.

Dalam Kajian Akhlak dan Sholawat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) yang dimeriahkan oleh Gus Hafidz (Majelis Syubbanul Muslimin), ia menjelaskan Indonesia adalah negara yang terbesar muslimnya, tapi juga terbesar mengamalkan akhlak.

“Tema akhlak adalah inti ajaran agama. Allah tak menyebut Rasulullah sebagai ahli sholat/ibadah, tapi ahli akhlak yg baik. Kalau ibadah itu hanya hubungan dengan Allah, kalau muamalah (hubungan antarmanusia) itu akhlak dengan sesama yang diberi pahala oleh Allah,” katanya.

Pemegang Utama Mutawalli Masjid dan Maqam Sultanul Awlia Al Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad-Irak itu mencontohkan percakapan orang saleh dengan anaknya dalam tiga hal yakni makanan terbaik, tidur terbaik, dan tempat tinggal yang terbaik.

“Makanan terbaik atau makanan paling enak itu kalau kita sedang lapar, apakah nasi mandi, nasgor, dan makanan atau minuman apa saja, seperti orang puasa yang akan enak untuk makanan atau minuman apa saja,” kata Cicit dari Syeikh Abdul Qadir Al Jailani (sufi terkenal abad ke-12).

Untuk tidur paling enak adalah datang dari tempat kerja yang capek, seperti jamaah yang mabit haji pun bisa tidur sambil berdiri hingga mimpi bertemu Rasulullah, sedangkan tempat tinggak paling enak adalah kalau kita berbuat baik, sehingga orang akan baik dan lingkungan tempat tinggal pun enak serasa paling mewah di dunia.

“Jadi, kita nggak akan ditanya punya berapa rumah, tapi punya berapa kebaikan. Kalau lapar, capek, dan baik/harmonis/lembut, maka kita sudah mendapatkan inti yang diajarkan Rasulullah,” katanya dalam kajian yang dihadiri ribuan jamaah dan tokoh organisasi keagamaan.

Terkait pentingnya akhlak/kebaikan itu, cicit dari Syeikh Abdul Qadir Al Jailani itu juga menceritakan Sultonul Muhammad Alfatih yang membangun masjid dan sempat ada perempuan meletakkan cangkir di masjidnya.

“Di akhirat, ternyata Allah membangunkan istana bagi Sultonul Muhammad Alfatih tapi juga ada istana kecil di dekatnya yang dibangun Allah untuk perempuan yang meletakkan cangkir di masjid, jadi Allah pasti membalas kebaikan, meski sebiji atom, termasuk keburukan,” katanya.

Ia juga mencontohkan nilai-nilai akhlak atau kebaikan/keharmonisan yang mendekatkan Baghdad-Indonesia. “Disini, saya tahu rata-rata membaca manaqib Syeikh Abdulqadir Jailani, padahal butuh 10 jam dari Baghdad ke Indonesia, tapi jarak yang jauh didekatkan oleh hati/ akhlak. Datang ke sini, saya bertemu orang-orang baik,” katanya.

Ketika ditanya jamaah tentang upaya memadukan akhlak dalam ajaran dan amal, Syeikh Afeefuddin Al Jailani menyarankan untuk meneladani Rasulullah yakni bicara yang baik atau diam. “Diam itu ibadah, bahkan Allah memberi satu mulut, dua telinga, dan dua mata berarti kita diminta banyak mendengar dan melihat daripada bicara. Bicara pun yang baik atau zikir agar hati menjadi bersih,” katanya.

Sementara itu, Inisiator Kajian Akhlak Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jatim 2019-2024 menjelaskan Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 adalah Hari Jumat dan bulan Ramadhan. Artinya, bangsa ini mengutamakan religiusitas dan membangun keberagaman.

“Untuk itu, perlu siraman rohani, karena itu kami harapkan Syeikh Afeefuddin Al Jailani mau memberi kajian akhlak ini dua bulan sekali untuk membangun keberagamaan, religiusitas, dan karakter. “Jadi, kajian ini dilaksanakan dua bulan sekali,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern

Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article NU Posting, Inovasi Baru FKK Unusa untuk Atasi Stunting
Next Article Peringati Hari Kemerdekaan dengan Beri Bingkisan pada para Janda

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Nahdliyyin
7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Uncategorized
Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H
Sospol

You Might also Like

Sospol

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

28/05/2026
Sospol

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

27/05/2026
Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?