By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: 41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > 41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Nahdliyyin

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim

06/06/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam Kajian Poskolonial Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember di bawah bimbingan dosen Kautsar Pratama, Sabtu (6/6/2026), mengunjungi Kantor PWNU Jatim untuk mempelajari Nilai Perjuangan NU dalam Kajian Poskolonial.

Dalam kunjungan itu, mereka disambut Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PWNU Jawa Timur, Riadi Ngasiran, yang selama ini intens menggali dan menulis Sejarah NU. “Ini kunjungan penting, karena NU memang perlu memperhatikan Gen-Z guna menanamkan Nilai Perjuangan NU dalam Kajian Poskolonial,” katanya.

Menurut Riadi, perjuangan para ulama dan kiai pesantren dalam menegakkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak diragukan. Sejarah Nasional Indonesia perlu memperhatikan fakta perjuangan tersebut, mulai dari sebelum berdirinya NU hingga perang kemerdekaan di masa Revolusi Nasional, dan mengisi kemerdekaan.

“Sayang fakta perjuangan para ulama dan kiai pesantren dianggap sepi. Bahkan, generasi Z (Gen-Z) tidak mengenal secara utuh perjuangan tersebut, bahkan NU telah menginisiasi Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) sebagai momen istimewa untuk Gerakan Tolak Kolonialisme Dunia,” tuturnya.

Penulis Sejarah Gerakan Kemerdekaan Bawah Tanah di Indonesia, yang juga Tim Penulis Sejarah Satu Abad NU itu mengingatkan peran KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Pendiri NU, diantaranya Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama yang berisi pesan Kiai Hasyim Asy’ari yang dikutip secara garis besar.

“Sesungguhnya, sikap sosial, saling tolong-menolong, menjaga persatuan, kasih sayang dengan sesama adalah fakta yang tiada seorang pun tidak mengetahui manfaatnya. Bagaimana mau menolak, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah bersabda: ‘Kuasa Allah bersama jamaah (persatuan). Maka dari itu, berpisah dari jamaah (persatuan), merupakan pintu masuk bagi setan-setan untuk memangsanya sebagaimana serigala yang memangsa kambing yang terpisah dari rombongan”.

Riadi Ngasiran juga menjelaskan tentang pentingnya memahami peran NU dalam memperjuangkan gerakan antkolonialisme, sejak zaman Hindia Belanda hingga mengisi kemerdekaan, yang berbasis Qanun Asasi NU itu.

Di tengah pergaulan global, NU mengambil langkah diplomasi mulai dari Komite Hijaz, diplomasi zaman Jepang hingga terselenggaranya Konferensi Islam Asia Afrika yang digagas KH Achmad Sjaichu dan KH Idham Chalid di Bandung tahun 1965, atau sebelum pecah gerakan pengkhianatan G30S/PKI.

Dalam tahun-tahun berikutnya, juga NU berperan dalam menolak terorisme dan mewujudkan Islam antikekerasan, yang dipelopori KH Hasyim Muzadi. Lewat pertemuan para cendekiawan dunia lintas madzhab dalam Internasional Conference Islamic Schooler (ICIS) tahun 2009 hingga 2014. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok”

LAZISNU se-Jatim Kirim Satu Kontainer Bantuan untuk Penyintas Gempa Flores NTT

Belasan Generasi Muda NU Surabaya Adakan Ziarah Wali untuk Sukses HSN 2026

Pemprov Jatim Apresiasi IPNU Sampaikan Kritik dengan Akhlak

Tim LP Ma’arif FC Juarai “HSN Soccer League 2026”, PWNU Jatim Harapkan NU Lahirkan Pemain Nasional

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Next Article MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Bassima Hakkoui: Masjid Al-Akbar jadi Contoh Peradaban Islam yang Sebenarnya
Sospol
PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok”
Nahdliyyin
IKAPETE Jatim Dukung Langkah Tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Lakukan Pembersihan Internal Institusi
Sospol
LAZISNU se-Jatim Kirim Satu Kontainer Bantuan untuk Penyintas Gempa Flores NTT
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Resmikan BMTNU Waru Ketua PCNU Menangis Haru

25/10/2026
Nahdliyyin

Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember

23/10/2026
NahdliyyinUncategorized

PCNU Surabaya Bantah Isu Suap dan Penyekapan pada Muktamar NU di Tambakberas

23/10/2026
Nahdliyyin

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK

23/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?