By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: 540 Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Pelajari Dakwah Digital-Zakat Sosial Masjid Al-Akbar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > 540 Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Pelajari Dakwah Digital-Zakat Sosial Masjid Al-Akbar
Milenial

540 Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Pelajari Dakwah Digital-Zakat Sosial Masjid Al-Akbar

28/04/2025 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Sebanyak 540 mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, angkatan 2022, mempelajari dakwah digital dan zakat sosial dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2025 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Senin.

“Kami berkunjung ke Masjid Al-Akbar, karena banyak program di sini yang sesuai dengan program studi (prodi) kami, seperti manajemen dakwah (MD), Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Manajemen Haji dan Umroh (MHU),” kata Koordinator KKL 2025 UIN Walisongo Semarang, Agus Riyadi.

Apalagi, ia menilai program MAS sangat bagus, bahkan program dakwahnya bukan konvensional tapi mengoptimalkan media sosial dengan tema yang tidak hanya sesuai kebutuhan masyarakat secara umum, tapi juga memperhatikan Generasi-Z.

“Ada juga program pembedayaan masyarakat dengan zakat, wisata religi, dan banyak lagi, sehingga mahasiswa kami nantinya dapat menindaklanjuti dengan penelitian dan aplikasi di lingkungannya,” katanya saat diterima Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS H Helmy M Noor dan Kepala Seksie Zakat BPP MAS Gana Hascarya.

Dalam penjelasannya, Sekretaris BPP MAS H Helmy M Noor mengatakan MAS yang dibangun sejak tahun 1995 dan diresmikan pada 2000 itu mengalami dinamika dakwah dari manual dan analog ke dakwah digital. Pada tahun 2001-2026, dakwah masih bersifat manual dan analog.

“Tahun 2007, kami mulai melakukan survei kepuasan jamaah dan database, sehingga program di Masjid Al-Akbar itu bukan program pengurus, tapi program jamaah, karena tahun 2010 pun mulai memanfaatkan boadcast message (SMS Centre) untuk lebih banyak menjangkau jamaah,” katanya.

Hasil survei melalui “SMS Centre” itu, BPP MAS mencatat 20 persen jamaah MAS berusia 40-60 tahun, 30 persen berusia 10-19 tahun, dan 50 persen berusia 20-39 tahun. “Dari sini, kami mengadakan survei kepada anak-anak muda terkait usulan program,” katanya.

Setelah BPP MAS melakukan migrasi dari analog ke digital/medsos pada tahun 2017, maka program MAS diupayakan memenuhi kebutuhan Generasi Z Islami (GenZI), sehingga sejak 2 tahun silam mulai ada Majelis Subuh GenZI (MSG). “Banyak GenZI yang datang, meski subuh, karena pendakwah juga GenZI, seperti Hannan Attaqy dan Gus Iqdam,” katanya.

Sementara itu, Kasie Zakat BPP MAS Gana Hascarya menegaskan bahwa kegiatan sosial-kemasyarakatan BPP MAS adalah mengoptimalkan pemberdayaan zakat secara profesional dan sesuai syar’i yang meliputi bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan dakwah.

“Untuk bidang sosial ada bantuan sembako, ATM Beras, baksos kepada Ibnu Sabil, menyalurkan daging qurban lewat RT-RW di sekitar masjid, bantuan Palestina, dan bantuan bencana alam baik di Jawa, Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, maupun Indonesia Timur. Di bidang ekonomi ada pemberdayaan zakat produktif, modal usaha, dan bina wirausaha,” katanya.

Untuk kegiatan sosial-kemasyarakatan di bidang dakwah antara lain pembinaan muallaf, kajian rutin (harian/mingguan/bulanan), wakaf Qur’an, bantuan pesantren tahfidz, renovasi musholla. Di bidang pendidikan ada bantuan operasional sekolah, santunan guru ngaji, bina yatim, sedang di bidang kesehatan ada poliklinik pengobatan gratis, khitanan massal, bekam, layanan mobil ambulans/jenazah.

Penjelasan Sekretaris BPP MAS dan Kasie Zakat itu diapresiasi mahasiswa. “Saya kagum dengan Masjid Al Akbar Surabaya, SDM pengelola masjidnya terstruktur, laki-laki dan perempuan setara dalam kepengurusannya, bukan semuanya diisi laki-laki,” kata mahasiswi semester 6, Kumala Nur Afiah.

Ia juga mengagumi manajemen sumbangan dan pengelolaan keuangannya yang cukup baik, sehingga sumbangannya bisa tersampaikan secara merata kemana-mana, bahkan sampai ke Palestina juga. “Saya juga sangat kagum dengan kegiatan dakwahnya, terutama terkait GenSI, kok bisa dakwahnya gak monoton dan mem-branding masjid,” katanya.

Hal senada disampaikan mahasiswa Luqmi Khoirul Khariri dari semester 6 juga. “Menarik, karena dari segi digitalisasi belum ada masjid yang seperti Masjid Al-Akbar Surabaya. Secara fasilitas cukup memadai banget, ada virtual tour, lalu ada Gen-ZI juga. Ini sangat efektif, karena kebanyakan anak muda belum tentu tertarik pengajian, tapi penceramah di sini juga aktif di dunia media sosial,” katanya.

Ia berharap kegiatan Gen-Z, seperti nobar dan kajian ringan tetap ada terus agar selalu menginspirasi anak muda. “Kalau ada masjid yang seperti ini, perlu banget dimanfaatkan, karena jarang ada atasan masjid yang ikut membina kegiatan secara langsung,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jadwal Pemberangkatan Jamaah Haji Embarkasi Surabaya Mulai 2 Mei 2025
Next Article BPJPH: Dukungan NU atas kebijakan Industri Halal sangat diperlukan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar
Uncategorized
Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya
Nahdliyyin
NU DALAM AKAR TEOLOGI DAN JANGKAR IDEOLOGI QONUN ASASI
Kolom
Pemkab Bondowoso Batasi Kendaraan Berat Melintas di Jembatan Koncer akibat indikasi penurunan
Sospol

You Might also Like

Milenial

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

15/05/2026
Milenial

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

07/05/2026
Milenial

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

05/05/2026
Milenial

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

27/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?