Malang, radar96.com – Presiden RI Prabowo Subianto bakal menghadiri “Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU)” yang akan digelar PWNU Jatim di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026.
“Insyalah hadir,” ucap Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Malang, Rabu. Wahyu sendiri baru pulang dari Rakornas Kepala Daerah se-Indonesia bersama Presiden di Jakarta (2/2).

PCNU Kota Malang dan Pemkot Malang sebagai shahibul bait menyatakan kesiapan penuh menyambut rencana kehadiran Presiden RI itu.
“Pemkot dan Setkab terus koordinasi intensif sejak jauh hari, termasuk menyiapkan sejumlah skema alternatif guna mengantisipasi dinamika di lapangan,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang Dr KH Israqunnajah juga menyampaikan kesiapannya. PCNU Kota Malang sebagai shahibul bait telah siap menyambut 100.000 lebih jamaah Mujahadah Kubro dan kedatangan Presiden. Koordinasi dengan Pemkot Malang telah dilakukan.
“Alhamdulillah support pemda se-Malang Raya, khususnya Pemkot Malang, sangat luar biasa. Juga, saudara kami dari PD Muhammadiyah dan gereja sekitar stadion, sangat mendukung suksesnya gawe NU ini,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya.

Terkait persiapan teknis kehadiran Presiden, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, kapasitas Stadion Gajayana yang hanya mampu menampung maksimal 30.000 jamaah dan hal itu sudah menjadi perhatian khusus, karena jumlah jamaah diperkirakan jauh melebihi kapasitas stadion dan akan meluber ke jalan-jalan sekitar lokasi.
“Titik perhatiannya bukan hanya di dalam stadion. Jamaah paling banyak berada di luar stadion, di jalan-jalan sekitar. Kalau Presiden lewat, sudah kita siapkan pengondisiannya, jemaah akan diarahkan ke mana,” paparnya.
Sebagai solusi, Pemkot Malang bersama PCNU Kota Malang menyiapkan videotron di berbagai titik agar jemaah di luar stadion tetap dapat mengikuti rangkaian Mujahadah Kubro dengan nyaman dan tertib.
“Jumlah videotron kita koordinasi dengan PCNU Kota Malang. Intinya, setiap titik jamaah akan kita siapkan videotron,” imbuhnya.
Rangkaian acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang diagendakan PWNU Jatim berlangsung sejak Sabtu (7/2) pukul 21.00-24.00 berupa Sholawatan oleh Majelis Sholawat se-Malang Raya.
Agenda untuk Ahad (8/2) adalah khotmil Qur’an (00.00-01.00), sholat malam (01.00-02.00), mujahadah dan ijazah kubro (02.00-04.00), sholat subuh dan sholwatan Syubbanul Muslimin (04.00-06.30), dan resepsi (06.30-09.00).
“Agenda resepsi yang dihadiri Presiden adalah sambutan Ketua PWNU Jatim, sambutan Gubernur Jatim, Taujihad Mustasyar PWNU Jatim, Sambutan Presiden, dan Doa,” kata Ketua Panitia Mujahadah Kubro PWNU Jatim Prof Maskuri Bakri.
Selain jajaran PWNU Jatim serta PCNU dan jamaah NU se-Jatim, Mujahadah juga dihadiri PBNU dan ketua PWNU dari luar Jatim yang diundang panitia secara lisan.
Sementara itu, Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Katedral Ijen) melakukan penyesuaian jadwal misa demi mendukung kelancaran agenda besar keagamaan tersebut.
“Dengan penyesuaian tersebut, misa Sabtu pagi dan sore, serta Minggu pagi dan siang, untuk sementara ditiadakan. Respons umat sangat baik dan dewasa. Mereka menerima keputusan ini dengan penuh pengertian. Inilah bentuk toleransi yang nyata dalam kehidupan beragama. Solusinya bisa misa di gereja lain,” kata Romo Paroki Katedral Ijen, Petrus Prihatin.
Tidak hanya menyesuaikan jadwal ibadah, Gereja Katedral Ijen juga memberikan dukungan fasilitas bagi jamaah Mujahadah Kubro. Area samping gereja dibuka sebagai tempat transit dan istirahat jamaah, lengkap dengan fasilitas toilet yang dapat digunakan.
Sebagai informasi, penutupan jalan selama pelaksanaan Mujahadah Kubro (7-8/2) meliputi 12 ruas jalan di kawasan Ijen dan sekitarnya. (*/fpnu)

