By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dokter Pia Targetkan Pengabdian di Tanah Kelahiran Mobagu, Sulut
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Dokter Pia Targetkan Pengabdian di Tanah Kelahiran Mobagu, Sulut
Milenial

Dokter Pia Targetkan Pengabdian di Tanah Kelahiran Mobagu, Sulut

12/02/2026 Milenial
SHARE

Surabaya, radar 96.com – Rabu (11/2) siang menjadi salah satu titik paling bersejarah dalam hidup Praditya Afrilia, perempuan asal Mobagu, Sulawesi Utara. Ia dilantik dan diambil sumpahnya sebagai dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa).


Pia—sapaan akrabnya—menjadi sorotan bukan hanya karena keberhasilannya meraih gelar dokter, tapi juga karena latar belakang keluarga yang membentuk jalan hidupnya. Ia tercatat sebagai dokter pertama di keluarganya, sebuah pencapaian yang lahir dari dukungan penuh orang tua.


Kedua orang tua Pia berprofesi sebagai guru di Mobagu, dengan latar belakang keluarga yang kuat di dunia pendidikan. Meski demikian, mereka tidak membatasi pilihan anak sulungnya itu.

Sebaliknya, dukungan justru mengalir penuh ketika Pia memutuskan menempuh jalan yang berbeda.
“Ini sangat berarti bagi saya, karena saya dokter pertama di keluarga. Orang tua sangat mendukung sejak awal,” ujar Pia.


Tumbuh di keluarga pendidik membuat Pia akrab dengan nilai pengabdian sejak kecil. Ia terbiasa melihat bagaimana orang tuanya mendedikasikan hidup untuk mencerdaskan generasi di daerahnya. Nilai itu pula yang kemudian ia bawa ketika memilih menjadi dokter.


Di saat banyak dokter muda memilih membangun karier di kota besar, Pia justru memilih arah yang berbeda: kembali ke daerah asal yang masih membutuhkan.


Pia mengaku, sejak awal ia kuliah kedokteran, bayangan tentang kampung halaman selalu menjadi pengingat mengapa ia harus bertahan. Ia kerap mendengar cerita warga yang menunda berobat karena jarak layanan kesehatan terlalu jauh, atau karena fasilitas yang terbatas. Ada pula yang harus dirujuk ke daerah lain untuk penanganan lanjutan, yang berarti biaya dan waktu bertambah, sementara kondisi pasien tidak selalu memungkinkan untuk menunggu.


“Sejak awal studi di kedokteran, saya punya keinginan bantu kondisi kesehatan di Mobagu. Tenaga kesehatannya masih kurang. Di wilayah-wilayah pelosok, dokter masih sangat dibutuhkan,” ujar perempuan kelahiran Mobagu, 3 April 2001 itu.

Ia percaya, keberadaan dokter di wilayah seperti Mobagu bukan hanya soal layanan medis, tapi juga soal kehadiran harapan, tentang seseorang yang bisa memberi pertolongan lebih cepat, memberikan edukasi kesehatan, dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian ketika sakit.


Rabu kemarin, Pia resmi menjadi dokter. Ia bukan hanya dokter pertama di keluarganya, tetapi juga membawa misi pribadi: memulangkan ilmu untuk daerah yang membesarkannya.

Iklan.

You Might Also Like

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Nabila, Dokter Alumni Unusa Siap Mengabdi untuk Masyarakat Papua
Next Article Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo
Sospol
PWNU Jatim Distribusikan 1.439 Paket Daging Kurban
Nahdliyyin
PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi, Termasuk Hewan Kurban Gubernur Jatim
Nahdliyyin
Gus Lilur: Selamatkan MBG di Lapangan dari Copet
Opini

You Might also Like

Milenial

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

24/04/2026
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?