By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Unusa Kukuhkan Prof Yusak Anshori sebagai Guru Besar Manajemen
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Unusa Kukuhkan Prof Yusak Anshori sebagai Guru Besar Manajemen
Sospol

Unusa Kukuhkan Prof Yusak Anshori sebagai Guru Besar Manajemen

14/02/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Suasana Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tadi siang terasa lebih hangat dari biasanya. Di hadapan para akademisi, mahasiswa, dan tamu undangan, Prof Mohamad Yusak Anshori berdiri dengan tenang. Nada bicaranya tidak menggelegar, namun gagasan yang ia sampaikan justru terasa dalam dan menggugah.

Contents
Melampaui Soft SkillsManusia, Pusat Organisasi


Sabtu (14/2) siang, Unusa resmi mengukuhkan dirinya sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Pertama di Unusa. Namun bagi Prof Yusak, pengukuhan tersebut bukanlah garis akhir perjalanan akademik. Justru, itu menjadi momentum memperkenalkan gagasan yang telah lama ia renungkan: Softbrain Engineer.


Perjalanan intelektual pria kelahiran, Kediri 13 Oktober 1967 ini tidak dibangun secara instan. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu menjembatani dua dunia yang sering dipandang berbeda: dunia akademik dan dunia praktik manajemen korporasi.
Pengalaman panjangnya dalam dunia profesional membuatnya menyaksikan langsung bagaimana organisasi sering kali terjebak pada pendekatan mekanistik. Target dikejar, sistem diperkuat, teknologi diperbarui, namun satu aspek kerap terlewat: kondisi psikologis manusia yang menjalankan semua itu.


Pengalaman tersebut kemudian membentuk cara pandangnya. Ia mulai tertarik menggali lebih dalam bagaimana otak manusia bekerja dalam proses pengambilan keputusan, beradaptasi terhadap tekanan, hingga membangun kolaborasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, produktivitas akademiknya melonjak pesat. Lebih dari 30 buku manajemen berhasil ia terbitkan hanya dalam kurun waktu satu tahun. Karya-karyanya tidak sekadar teoritis, tetapi lahir dari refleksi panjang atas pengalaman memimpin, mengamati, sekaligus membimbing berbagai organisasi.

Melampaui Soft Skills


Dalam orasi ilmiahnya, ayah dua orang anak ini menyampaikan kegelisahan intelektualnya terhadap konsep soft skills yang selama ini dianggap cukup untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pelatihan perilaku sering kali hanya menyentuh permukaan. Perubahan yang dihasilkan bersifat sementara, karena tidak menyentuh mekanisme dasar cara manusia berpikir dan merespons situasi. Dari sinilah lahir konsep Softbrain Skills.


Ia menjelaskan, penguatan kualitas manusia perlu dimulai dari pemahaman tentang cara kerja otak, emosi, dan proses kognitif. Konsep ini dibangun melalui empat dimensi utama: regulasi emosi, kelincahan kognitif, kecerdasan kolaboratif, dan resiliensi emosional.


Bagi Prof Yusak, keempat dimensi tersebut bukan sekadar teori manajemen, melainkan fondasi membangun manusia yang mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan global yang semakin cepat.


Rektor Unusa, Prof Dr Ir Triyogi Yuwono, DEA, menilai pemikiran Prof Yusak sejalan dengan arah transformasi kampus yang dirumuskan dalam strategi GREATS: Growth, Reputation, Empowerment, Advancement, Transformation, dan Sustainability.
Menurutnya, Softbrain Engineer menghadirkan pendekatan manajemen yang lebih humanistik dan relevan dengan tantangan masa depan.


Transformasi organisasi, kata Rektor, tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi. Organisasi membutuhkan manusia yang memiliki ketahanan mental, kemampuan beradaptasi, serta kecerdasan emosional yang matang.

Manusia, Pusat Organisasi


Bagi suami dari Sadworo Ramadani ini, konsep Softbrain Engineer sesungguhnya adalah upaya mengembalikan manusia sebagai pusat organisasi. Ia meyakini bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang kuat, tetapi juga oleh kualitas mental dan emosional orang-orang di dalamnya.


Ke depan, ia berharap gagasan ini tidak berhenti di ruang akademik. Softbrain Engineer diharapkan dapat menjadi inspirasi pengembangan kurikulum pendidikan, pelatihan kepemimpinan, hingga kebijakan pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional.


Di tengah dunia yang terus bergerak cepat dan penuh ketidakpastian, Prof Yusak memilih menempuh jalan yang mungkin tidak selalu terlihat ramai. Ia menelusuri lorong sunyi ilmu pengetahuan, mencoba memahami cara kerja otak manusia, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa manajemen modern.


Pengukuhan guru besar itu pun menjadi penanda bahwa perjalanan panjang tersebut kini memasuki babak baru—sebuah perjalanan untuk membangun organisasi yang tidak hanya cerdas secara sistem, tetapi juga matang secara kemanusiaan.

Iklan.

You Might Also Like

Buka PKKMB 2026, Rektor Unusa Tekankan Kerja Keras, Soft Skill dan Adab

PT Utama Lestari Indonesia Dorong SDM Konstruksi Jatim Bersertifikat, Bidik Kebutuhan Proyek Triliunan Rupiah

Ketua KOPRI PMII se-Bondowoso Soroti Tantangan Regenerasi

Menunggu Perbaikan Data, DPRD Bondowoso Soroti Nasib Warga Penerima Bansos

IPK Tinggi Saja Belum Cukup, Lulusan Harus Punya Kesiapan Kerja

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article IPPNU Jatim Luncurkan Tujuh Buku tentang IPPNU Era Digital dan Pedoman Kaderisasi
Next Article Tumbuh Pesat di Tahun Ketiga, Aset Dikelola BMTNU Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan
Kolom
Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial
Kolom
Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan
Kolom
Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi
Kolom

You Might also Like

Sospol

Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus

25/08/2026
Sospol

BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya

25/08/2026
Sospol

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso

24/08/2026
Sospol

Semarak Pawai Budaya, Anak-Anak TK Alifya Bondowoso Belajar Arti Persatuan dalam Keberagaman

22/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?