By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: LP Ma’arif NU Jatim Siapkan Kepala Madrasah Jadi Pemimpin Perubahan di Era Digital
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > LP Ma’arif NU Jatim Siapkan Kepala Madrasah Jadi Pemimpin Perubahan di Era Digital
Nahdliyyin

LP Ma’arif NU Jatim Siapkan Kepala Madrasah Jadi Pemimpin Perubahan di Era Digital

25/02/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – PW LP Ma’arif NU Jawa Timur bekerja sama dengan BKD Surabaya menyiapkan Kepala Madrasah (Kamad) menjadi Pemimpin Perubahan di Era Digital melalui Diklat Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah “Batch 1” di Surabaya yang berakhir, Rabu (25/2) pukul 15.00 WIB.

Diklat ini diselenggarakan dengan 53 Jam Pelajaran yang tidak hanya memberi materi tentang leadership, tetapi juga menyiapkan kepala madrasah dalam menghadapi siswa-siswi yang saat ini merupakan generasi “digital native”.

Oleh karena itu, Kepala Madrasah dalam pelatihan itu juga diajak untuk merancang bangun pembelajaran dengan kultur akademik yang tinggi, me-rebradning madrasah agar memiliki distingsi. Juga, diberi muatan lokal dalam penanaman nilai Aswaja dan Ke-NU-an sebagai pondasi ajaran Nahdliyyin dan Pembelajaran Aswaja yang menyenagkan.

Dalam penutupan itu, Kepala MI dari Cabang Blitar Imron memberikan kesan selama menjadi peserta diklat. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan motivasi dalam memimpin Madrasah, Saya barusan dilantik 1 bulan menjadi Kepala Madrasah, dengan diklat ini akhirnya saya punya modal ide dan sikap dalam memimpin Madrasah,” tandasnya.

Merespons hal itu, Ketua Bidang 2 Diklat dan Penjaminan Mutu PWLP Maarif Jawa Timur Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag, menegaskan bahwa dirinya sebagai Tim yang membidangi kegiatan diklat ini, tidak hanya membekali peserta dengan modal kognitif, namun menjadi modal spiritual dalam mengembangkan Madrasah.

“Madrasah tidak cukup hanya terdiri dari kelas-kelas, namun harus memiliki program inovatif dengan program unggulan yang menyesuiakan dengan tantangan era digital,” katanya.

Saat menutup diklat, Ketua PW LP Maarif NU Jatim Prof Masdar Hilmy, M.A Ph.D menekankan pentingnya Kamad menjadi faktor pengungkit atau menjadi duta besar dalam melakukan perubahan.

“Dengan demikian, Kamad ⁠harus memiliki motivasi dan mengembangkan program yang berdampak. Dengan demikian Kamad harus merumuskan baseline saat ini untuk diukur perubahannya. Dengan demikian program ini perlu dilakukan Monev bagaimana dampak dari pelaksanaan Diklat ini,” tegasnya.

Pada sesi penutupan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Timur Bapak Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. “Organisasi yang kuat dan sehat harus memiliki beberapa kriteria. Kriteria tersebut adalah memiliki visi-misi yang jelas, AD/ART, SDM yang kompeten, dan jobdesk,” katanya. (*/zi)

Iklan.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Terima Kartu Anggota NU “Seumur Hidup”

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU

MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ramadhan Cendekia ISNU Jatim, Kepala Kemenag Kota Surabaya: Waspadai Komunitas Anti-Agama
Next Article Ramadhan, 1.000 anak yatim di Lumajang terima santunan Baznas-Pemkab

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan
Kolom
Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial
Kolom
Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan
Kolom
Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

29/08/2026
Nahdliyyin

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

27/08/2026
Nahdliyyin

Prabowo Minta Kartu NU

27/08/2026
Nahdliyyin

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

27/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?