Surabaya, radar96.com — Komunitas pengusaha alumni Universitas Airlangga (Unair) atau “Airlangga Business Community” (ABC), menjadikan pergantian kepemimpinan kepada Dicky Fanani menjadi titik awal bagi upaya memperkuat jejaring alumni sekaligus memperluas dampak kolaborasi bisnis.
Dalam pertemuan ABC di Plaza Airlangga, Kampus C-MERR Unair, Jumat siang, yang menjadi ajang serah terima kepengurusan dari pengusaha senior Yunus Enus, tersebut juga didiskusikan bagaimana ABC dapat lebih relevan di tengah banyaknya komunitas bisnis yang terus tumbuh.

Dicky, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, menilai potensi besar alumni Unair belum sepenuhnya terhubung secara sistematis. Karena itu, penguatan networking menjadi prioritas utama dalam periode kepemimpinannya.
“Selama ini kita punya banyak resources, tapi belum sepenuhnya terorkestrasi. ABC harus hadir sebagai penghubung, agar antaralumni bisa lebih mudah berkolaborasi dan berkembang bersama,” ujar Dicky.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah membangun struktur jejaring yang lebih rapi melalui pembentukan chapter di berbagai daerah.
Skema ini diharapkan memudahkan interaksi antaralumni di tingkat lokal, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas wilayah.
Selain itu, ABC juga akan mendorong intensitas pertemuan antaranggota. Agenda pertemuan rutin setiap tiga bulan dan pertemuan tahunan dinilai penting untuk menjaga konektivitas, sekaligus memperkuat kepercayaan antaralumni.
Sejumlah peserta menilai, kedekatan personal menjadi fondasi utama dalam membangun kolaborasi bisnis. Dengan frekuensi pertemuan yang lebih teratur, interaksi antaranggota diharapkan tidak hanya berhenti pada perkenalan, tetapi berkembang menjadi kemitraan nyata.
Di sisi lain, penguatan identitas komunitas juga menjadi perhatian. ABC didorong memiliki ciri khas yang mudah dikenali, baik melalui atribut maupun format kegiatan, sehingga kehadirannya lebih terasa di tengah ekosistem bisnis.
Gagasan kegiatan “ABC Meetup” pun mencuat sebagai salah satu strategi untuk menarik partisipasi alumni secara lebih luas. Format ini diharapkan menjadi ruang terbuka yang inklusif bagi alumni lintas generasi untuk saling terhubung.
Dari perspektif kampus, keberadaan ABC dinilai berpotensi menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik kewirausahaan. Komunitas ini dapat mendukung pengembangan mahasiswa dengan menghadirkan ekosistem bisnis berbasis alumni.
Selain penguatan internal, forum juga menekankan pentingnya publikasi. Eksistensi dan kontribusi ABC dinilai perlu disampaikan secara lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh alumni Unair secara menyeluruh.
Dengan kepemimpinan baru, ABC kini bersiap memasuki fase penguatan jejaring yang lebih terarah. Fokus tidak lagi sekadar mempertemukan alumni, tetapi membangun koneksi yang produktif dan berkelanjutan di antara para pelaku usaha lulusan Unair.(*/abc)



