Bondowoso, radar96.com – Presiden Mahasiswa (Presma) STAI Al-Utsmani Beddien Jambesari Darus Sholah, Ahmad Nawawi, resmi terpilih sebagai Koordinator Daerah Aliansi Eksekutif Bondowoso (AEB) dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Universitas Bondowoso, Minggu (19/7/2026).
Terpilihnya kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI Al-Utsmani Beddien Jambesari Darus Sholah itu menjadi tonggak baru bagi AEB dalam memperkuat sinergi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bondowoso.
Musda yang diikuti oleh perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi forum tertinggi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan AEB ke depan.
Ahmad Nawawi dipercaya memimpin organisasi dengan membawa visi “Mewujudkan Aliansi Eksekutif Bondowoso sebagai wadah strategis dalam penguatan kapasitas dan konsolidasi gerakan mahasiswa yang berintegritas serta berorientasi pada kemajuan daerah.”
Dalam sambutannya, Ahmad Nawawi menegaskan bahwa AEB harus menjadi rumah bersama bagi seluruh organisasi mahasiswa eksekutif di Bondowoso.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan gagasan, menjaga fungsi kontrol sosial, sekaligus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah.
“Aliansi Eksekutif Bondowoso tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat berkumpul. Aliansi ini harus menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat kapasitas, membangun solidaritas, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, tantangan mahasiswa semakin kompleks, sehingga dibutuhkan organisasi yang mampu membangun tradisi intelektual, memperkuat solidaritas antarkampus, dan menghadirkan gerakan yang terukur serta berbasis kajian ilmiah.
Karena itu, penguatan kapasitas organisasi menjadi salah satu fokus utama kepengurusannya. Ahmad Nawawi ingin seluruh BEM yang tergabung dalam AEB memperoleh ruang yang sama untuk berkembang melalui pendidikan kepemimpinan, forum diskusi, pelatihan advokasi, riset sosial, literasi media, hingga kajian kebijakan publik.
Selain peningkatan kapasitas, ia juga menilai konsolidasi menjadi kunci utama dalam membangun gerakan mahasiswa yang kuat.
Menurutnya, keberagaman latar belakang kampus dan organisasi bukanlah penghalang, melainkan modal besar untuk menciptakan kolaborasi yang produktif.
“Setiap gerakan harus memiliki hubungan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. Kehadiran Aliansi Eksekutif Bondowoso harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Dalam menjalankan roda organisasi, AEB juga akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, DPRD, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga berbagai komunitas di Bondowoso. Namun, Ahmad Nawawi menegaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak boleh mengurangi independensi gerakan mahasiswa.
“Komunikasi bukan berarti tunduk. Kolaborasi bukan berarti kehilangan independensi. Aliansi harus mampu menjadi mitra strategis ketika kebijakan berpihak kepada masyarakat, tetapi juga harus berani menjadi kekuatan kontrol ketika terdapat kebijakan yang tidak adil, tidak transparan, atau merugikan kepentingan publik,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh BEM anggota AEB untuk saling mendukung dan tumbuh bersama tanpa melihat besar atau kecilnya organisasi yang dimiliki.
“BEM yang memiliki pengalaman lebih harus bersedia berbagi. BEM yang masih berkembang harus didampingi, bukan dipandang sebelah mata,” ungkapnya.
Menutup pidatonya, Ahmad Nawawi mengajak seluruh mahasiswa di Bondowoso untuk menjadikan AEB sebagai wadah persatuan dalam melahirkan gagasan dan aksi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Besar atau kecilnya dampak aliansi tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik visi dan misi yang disusun, tetapi oleh seberapa kuat komitmen seluruh anggota dalam menjalankannya. Mari bergerak dengan pengetahuan, bersatu dengan komitmen, dan menjaga integritas dalam setiap langkah perjuangan,” pungkasnya.
Melalui hasil Musda tersebut, Ahmad Nawawi diharapkan mampu membawa Aliansi Eksekutif Bondowoso menjadi organisasi mahasiswa yang semakin solid, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra kritis dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. (*/Rif)



