By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Unusa Siapkan Redesain Kurikulum untuk Cetak Pembelajar Sejati di Era AI
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Unusa Siapkan Redesain Kurikulum untuk Cetak Pembelajar Sejati di Era AI
Sospol

Unusa Siapkan Redesain Kurikulum untuk Cetak Pembelajar Sejati di Era AI

04/08/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, serta perubahan kebutuhan dunia kerja mendorong perguruan tinggi melakukan pembaruan kurikulum secara menyeluruh. Bagi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), redesain kurikulum bukan sekadar memperbarui mata kuliah, melainkan menyiapkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menjawab tantangan Indonesia Emas 2045.


Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Redesain Kurikulum Unusa bertema “Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Lulusan Unggul dan Berdaya Saing.” Selasa (4/8) siang. Forum ini mempertemukan pandangan strategis dari Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh, Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono, serta Staf Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Hermawan Kresno Dipojono.


Menurut Prof Hermawan, dunia pendidikan tinggi kini menghadapi perubahan yang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Perkembangan AI dan otomatisasi akan menggantikan banyak pekerjaan rutin sehingga perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang robot-proof, yakni memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kepemimpinan, empati, dan kemampuan menyelesaikan persoalan yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Transformasi kurikulum menjadi langkah strategis agar lulusan tetap relevan di tengah perubahan global.


Dalam paparannya, Prof Hermawan memperkenalkan gagasan Digital Khalifah 2050, yakni paradigma pembangunan sumber daya manusia yang memadukan kecerdasan digital dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan kepemimpinan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat. Visi tersebut ditopang oleh penguatan human capital, inovasi digital, serta kemandirian ekonomi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


Dikatakan Prof Hermawan, perguruan tinggi harus mulai meninggalkan paradigma lama yang hanya berorientasi pada penyampaian materi pembelajaran. Kurikulum masa depan, menurutnya, harus dirancang agar mampu menghasilkan lulusan yang robot-proof, yaitu lulusan yang tetap memiliki nilai tambah di tengah pesatnya perkembangan AI dan otomatisasi.


“Robot dan AI akan mengambil alih pekerjaan yang bersifat rutin. Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, berempati, serta mampu menyelesaikan persoalan nyata. Kompetensi seperti inilah yang sulit digantikan oleh teknologi,” ujarnya.


Sementara itu, menurut Ketua Yarsis Prof Mohammad Nuh, perubahan kurikulum tidak cukup hanya menjawab kebutuhan industri. Pendidikan tinggi harus tetap berpijak pada tujuan yang lebih besar, yakni melahirkan manusia yang membawa kemaslahatan. Karena itu, arah pengembangan Unusa sebagai Islamic Sustainable Digital University menempatkan keberlanjutan, dampak, dan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam seluruh proses pembelajaran. Mahasiswa tidak cukup menjadi pencari ijazah, tetapi harus tumbuh sebagai true learner, pembelajar sepanjang hayat yang mampu terus beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Sedang Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono menjelaskan bahwa filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam implementasi melalui redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi dirancang mulai dari capaian pembelajaran lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, perkembangan teknologi, serta misi pengabdian Unusa. Implementasi tersebut menjadi bagian dari transformasi akademik yang menyiapkan lulusan berkarakter, kompeten, adaptif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Menurut Prof Tri, perubahan kurikulum juga harus mendorong lahirnya pengalaman belajar yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan berbasis penyelesaian masalah nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, literasi digital, jiwa kepemimpinan, serta kepekaan sosial yang menjadi bekal menghadapi perubahan zaman.


Sarasehan ini menjadi bagian dari langkah strategis Unusa dalam menyusun kurikulum masa depan yang mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, kebutuhan dunia kerja, dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pendekatan tersebut, Unusa berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, pemimpin perubahan, dan agen kemaslahatan bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045

Iklan.

You Might Also Like

Film “SATRIA” Juara I, Kepala Kreator Zaehol Fatah Dorong Film Pesantren Jadi Instrumen Pendidikan Karakter

PPP Championship 2026 Berakhir, PPP Jatim: Bondowoso Berhasil Bangun Pembinaan Futsal dari Akar Rumput

Gelar BRAVE! VIBES 2026, Unusa Ajak Pemuda Dunia Rancang Solusi Kemiskinan, Pendidikan, dan Ekonomi

100 PD Korps Muballighah DMI se-Jatim Lakukan Gerakan Transformasi Jadi Masjid Ramah Anak

Menag Apresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” Jelang IGIC 2026 di Masjid Al-Akbar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Film “SATRIA” Juara I, Kepala Kreator Zaehol Fatah Dorong Film Pesantren Jadi Instrumen Pendidikan Karakter

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Film “SATRIA” Juara I, Kepala Kreator Zaehol Fatah Dorong Film Pesantren Jadi Instrumen Pendidikan Karakter
Sospol
PPP Championship 2026 Berakhir, PPP Jatim: Bondowoso Berhasil Bangun Pembinaan Futsal dari Akar Rumput
Sospol
MENGHARGAI DIRI SENDIRI
Kolom
Gelar BRAVE! VIBES 2026, Unusa Ajak Pemuda Dunia Rancang Solusi Kemiskinan, Pendidikan, dan Ekonomi
Sospol

You Might also Like

Sospol

Ketua DMI Kota Surabaya Sesalkan Vonis 4 Bulan Penjara atas Kasus Pencurian Uang Rp5.000

02/08/2026
Sospol

BRIN dan UNAIR Perkuat Aliansi Riset Penyakit Tropis, Bidik Pengembangan Vaksin hingga Bioproduk

02/08/2026
Sospol

Genmuda ISRI Dorong Penyempurnaan Pengakuan Penghayat Kepercayaan, Usulkan 13 Juli Jadi Hari Libur Nasional

02/08/2026
Sospol

KHA Muzakky Alhafidz: “Happy Ending” Kehidupan adalah Ridha

01/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?