Surabaya, radar96.com – PC Ikatan Sarjana NU (ISNU) Kota Surabaya mengadakan Diskusi dan Bedah Buku karya Dr. H. Yusuf Amrozi, M.MT (Wakil Ketua LPTNU Jawa Timur dan Dosen Fak. Saintek UIN Sunan Ampel Surabaya) yang berjudul “Mozaik Kehidupan” (Refleksi Pemikiran Usia 50 tahun Yusuf Amrozi) di kediaman penulis di Gayungan, Surabaya, Selasa (11/8) petang.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian untuk menggerakkan roda organisasi di PC ISNU Kota Surabaya,” kata Ketua PC ISNU Kota Surabaya Dr. Ahmad Bashri, M.Si., yang hadir bersama segenap pengurus dan juga rekan-rekan penulis.
Buku ini merupakan kumpulan tulisan opini Dr. Yusuf Amrozi yang tersebar di sejumlah media online beberapa tahun terakhir, yang diterbitkan oleh penerbit Bildung Yogjakarta, pada Juli 2026 yang bertepatan dengan momentum usia yang ke-50 tahun penulis. Dari 30 tulisan yang ada, dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu: Pendidikan, Sosial Humaniora, Nahdliyin, dan Serba-Serbi.
“Memang, artikulasi tulisan dan pemikiran Yusuf Amrozi boleh dibilang mengarah kesana. Walaupun ia sebagai dosen teknik, tetapi kegelisahan akademik dan sumbangsih pemikiran ia tuangkan bagaimana mengembangkan dan menganalisis isu pendidikan, dan sosial. Tentu saja seputar Nahdliyin, mengingat dia juga berkecimpung sebagai aktivis di lingkungan Nahdlatul Ulama,” kata Bashri.

Diskusi yang dipandu oleh Sekretaris ISNU Kota Surabaya, Nurvan Indra Praja, S.Kom., M.MT itu menghadirkan dua pembahas, yaitu Edy M. Yaqub, (jurnalis senior yang juga wakil sekretaris PWNU Jawa Timur) serta Dr. Muh. Sholihuddin, M.HI, (dosen Fak. Syariah dan HUKUM UINSA yang juga rekan penulis).
Mengawali paparannya, Yusuf Amrozi menyampaikan pengantar pada buku tersebut, mulai masa kecil di desanya di Banyuwangi sebagai anak di lingkungan agraris dengan kultur Nahdliyin, mengenyam pendidikan dasar dan menengah sambil belajar di pesantren salaf di desanya, melanjutkan jenjang sekolah kejuruan, hingga menjadi aktivis PMII di Universitas Islam Malang.
“Dari aktivis PMII di Malang tersebut akhirnya membawa saya menjadi pengurus PMII Jawa Timur,” katanya. Selanjutnya, ia berkiprah di lingkungan NU hingga menjadi PNS Dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya. Berbekal dari pengalaman itu semua, ia tuangkan pemikiran tersebut melalui berbagai tulisan opini.
Edy M. Yaqub mengapresiasi buku dan pemikiran Yusuf Amrozi ini. Sebagai jurnalis, ia juga sepandangan dengan pemikiran Yusuf Amrozi, terutama pandangan dan tulisannya tentang Realitas Virtual dewasa ini.
Sementara Sholihuddin mengutarakan interaksinya bersama Yusuf saat menjadi aktivis PMII, juga mengapresiasi sejumlah karya buku, dan tulisan lain selain aktivitas mengajar dan meneliti di kampus.
Pada sesi tanya jawab, sejumlah audiens banyak bertanya seputar bagaimana membagi waktu diantara itu semua (mengajar, meneliti, dan menulis).
Yusuf menjelaskan bahwa pembagian waktu sangat penting. Dalam hal penelitian dan penulisan artikel jurnal ilmiah, pelibatan mahasiswa dan kolaborasi dosen lain juga sangat penting.
Buku ke-10 yang ia tulis ini diberi sambutan oleh Manteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Prolog oleh Pimred Harian Duta Masyarakat Mokhammad Kaiyis, serta epilog dari ketua LKK PCNU Kota Surabaya yang juga istri penulis Ely Rosyidah.
Pada kesempatan terpisah, Ir. H. Muhammad Faqih, MSA, PhD yang juga Sekretaris PWNU Jawa Timur mengapresiasi penulis dalam buku Mozaik Kehidupan ini.
“Walaupun kelihatannya ringan, tetapi tidak semua dosen mampu melakukannya (menulis buku dan menulis opini, selain mengajar dan meneliti di bidangnya),” kata Faqih. (*/isnu)



