Sidoarjo, radar96.com – Sebanyak 566 anak di Kabupaten Sidoarjo diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Selasa (01/09/26).
Mayoritas korban adalah santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya yakni mual, muntah, pusing, dan diare. Gejala tersebut mulai dirasakan para santri setelah melaksanakan shalat Ashar.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sampai Rabu siang, sebanyak 88 dari total 566 anak masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Jumlah korban tersebut juga masih berpotensi bertambah, mengingat SPPG Kalitengah menyalurkan sekitar 2.800 porsi MBG ke 19 lembaga pendidikan di wilayah Sidoarjo.
Merespon kejadian tersebut, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Heru Krisbianto, mendesak kepada pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap SPPG Kalitengah.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan keselamatan para korban dan mencari tahu penyebab kejadian ini secara terang benderang,” kata Heru.
Menurut Heru, pemeriksaan tidak hanya menyangkut proses pengolahan makanan saja, tapi juga meliputi izin operasional, bahan baku, penyimpanan, distribusi, hingga penerapan standar keamanan pangan.
Dirinya juga meminta aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran. Proses hukum, menurutnya, harus dilakukan secara cepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keracunan tersebut terjadi atas kelalaian atau kealpaan yang sudah jelas-jelas ada korban dan tentunya harus ada tersangka sebagai tindak pidana. Kami meminta proses hukum harus cepat dan transparan. Kami tidak ingin persoalan ini berhenti hanya pada penanganan korban saja,” tegasnya.
Heru menambahkan, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Terlebih, program tersebut menyasar anak-anak dalam jumlah besar. Ditegaskannya, PC GP Ansor Sidoarjo siap mengambil langkah lebih lanjut apabila dalam waktu dekat tidak ada atensi dan penanganan hukum yang jelas dari pihak terkait.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada atensi dan langkah hukum yang jelas, PC GP Ansor Sidoarjo siap menggeruduk SPPG Kalitengah. Maka kami ingin persoalan ini ditangani secara serius, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Pewarta : Yuli R



