Yogyakarta, radar96.com – Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Penandatanganan berlangsung di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Yogyakarta, Selasa (8/9/26). PKS ditandatangani langsung oleh Ketua LPT PBNU, Prof Ainun Naim, PhD, dan Direktur Utama LPDP, Yon Arsal.
Mengusung semangat “Kolaborasi Menuju Masa Depan Pendidikan Unggul”, kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara LPT PBNU dan LPDP, khususnya untuk mendorong peningkatan kualitas riset dan inovasi di lingkungan PTNU.
Salah satu wujud konkret kerja sama tersebut adalah kolaborasi pendanaan dengan total Rp7,5 miliar. Skema pendanaan bersama ini menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk membangun ekosistem riset PTNU yang semakin produktif, berkualitas, dan berdampak. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong para dosen dan peneliti PTNU menghasilkan riset dan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan strategis masyarakat dan pembangunan nasional.
Ketua LPT PBNU, Prof Ainun Naim, PhD, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan LPDP merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu dan daya saing PTNU.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan PTNU. Kolaborasi pendanaan ini diharapkan mampu melahirkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Kerja sama ini sekaligus membuka peluang bagi PTNU untuk semakin memperkuat budaya riset, membangun kolaborasi antarkampus, serta mengembangkan penelitian yang memiliki nilai strategis dan berpotensi menghasilkan inovasi.
Dengan jaringan PTNU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, kolaborasi LPT PBNU dan LPDP juga diharapkan mampu memperluas pemerataan kesempatan pengembangan riset. Perguruan tinggi tidak hanya didorong menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan riset yang berdampak dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
Penandatanganan PKS di FEB UGM menjadi awal dari babak baru kolaborasi LPT PBNU dan LPDP. Dukungan pendanaan bersama sebesar Rp7,5 miliar menjadi bukti bahwa kerja sama tersebut diarahkan pada program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, LPT PBNU dan LPDP optimistis dapat memperkuat peran PTNU sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi sekaligus melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Kolaborasi LPT PBNU dan LPDP bukan sekadar penandatanganan kerja sama, tetapi sebuah ikhtiar bersama menuju masa depan pendidikan tinggi Indonesia yang unggul, inovatif, dan berdampak.



