Bondowoso, radar96.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dilaksanakan melalui pelayanan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bondowoso. Salah satunya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Pujer Mangli yang menyiapkan 2.633 porsi makanan pada Kamis (29/10/2026).
Pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh penerima manfaat. Dalam prosesnya, SPPG memiliki peran penting dalam menyiapkan makanan sesuai dengan menu yang telah ditentukan.
Kepala SPPG Pujer Mangli, Dila Maufilda, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG membutuhkan perhatian terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari penyiapan menu hingga pelayanan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, program MBG tidak berhenti pada distribusi makanan semata. Program tersebut juga membawa tujuan yang lebih luas, yakni memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat yang menjadi sasaran.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperhatikan pemenuhan gizi anak-anak. Kami di SPPG Pujer Mangli berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui penyediaan menu yang beragam, sehingga program ini dapat memberikan manfaat bagi penerima,” ujar Dila Maufilda.
Pada pelaksanaan Kamis tersebut, menu untuk siswa terdiri atas nasi putih, lele filet, tahu, sup, dan pisang. Sementara menu 3B meliputi nasi putih, lele filet, perkedel tahu, sup, dan pisang.
Penyediaan menu tersebut menjadi bagian dari pelayanan SPPG dalam menjalankan program MBG. Variasi makanan yang disajikan turut menghadirkan sumber karbohidrat, protein, serta pelengkap berupa sayuran dan buah.
Berdasarkan informasi kandungan gizi yang tercantum, porsi kecil memiliki nilai energi sebesar 588 kilokalori, dengan kandungan protein 21 gram, lemak 23 gram, karbohidrat 77 gram, dan serat 4 gram.
Sementara itu, porsi besar memiliki nilai energi sebesar 735 kilokalori, dengan kandungan protein 25 gram, lemak 24 gram, karbohidrat 108 gram, dan serat 4 gram.
Dila mengatakan, pihaknya berharap pelaksanaan program MBG dapat memberikan manfaat bagi penerima. Untuk itu, penyediaan makanan dan kualitas pelayanan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.
“Kami berharap melalui program ini, kebutuhan gizi anak-anak dapat lebih diperhatikan. Kami juga terus berupaya menjaga kualitas makanan yang disiapkan agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Keberadaan SPPG menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan MBG di tingkat daerah. Melalui unit pelayanan tersebut, program pemerintah dijalankan secara konkret dengan menyiapkan makanan bagi penerima manfaat sesuai dengan pelaksanaan yang telah direncanakan.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, pemenuhan gizi merupakan salah satu aspek yang mendapat perhatian. Karena itu, pelaksanaan program MBG membutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar tujuan program dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Dengan menyiapkan 2.633 porsi pada pelaksanaan tersebut, SPPG Bondowoso Pujer Mangli turut menjalankan perannya dalam program MBG. Pelaksanaan di tingkat lokal menjadi bagian dari upaya agar kebijakan nasional tidak berhenti sebagai agenda pemerintah, tetapi hadir dalam bentuk pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat. (*/Rif)



