By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya: Saluran kader untuk “pemerintahan” NU adalah Banom
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Gus Yahya: Saluran kader untuk “pemerintahan” NU adalah Banom
Milenial

Gus Yahya: Saluran kader untuk “pemerintahan” NU adalah Banom

25/04/2022 Milenial
Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini (tengah) menyerahkan tumpeng yang telah dipotong kepada Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf pada tasyakuran dalam peringatan harlah ke-72 Fatayat NU, Ahad (24/4/2022) di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat. (*/NUO/Suwitno)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyebut bahwa warga NU tidak harus dikaderisasi, karena saluran kaderisasi warga awam cukup melalui pengajian, mejelis taklim, madrasah dan pondok pesantren yang sudah ada.

“Tidak semua warga NU itu harus dikaderisasi, ndak usah,” ungkap Gus Yahya, sapaan akrabnya, dalam Harlah ke-72 Fatayat NU bertajuk Bangkit Bersama, Berdaya Bersama di Gedung PBNU, Ahad (24/04/2022).

Menurut pria kelahiran 16 Februari 1966 itu, kaderisasi dibuka untuk mereka yang mau berkhidmah dalam “pemerintahan” NU. “Kaderisasi ini hanya kita buka untuk mereka yang berminat di dalam NU governance, dalam ke pemerintahan NU. Kalau (mau) terlibat (berkhidmah di NU), mari (dari Banom) masuk jadi kader,” imbuhnya.

Adapun saluran kader itu, lanjut Gus Yahya, adalah dari Badan Otonom (Banom) yang ada di bawah NU. “Banom ini menjadi saluran kader, yaitu mereka yang berminat untuk ikut serta dalam pemerintahan NU,” ucapnya, di depan puluhan aktivis Fatayat NU.

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, itu juga menilai bahwa warga awam tidak perlu menjadi target kagerisasi. Bahkan, menurutnya tidak boleh.

Peluncuran kantor virtual pada tasyakuran Hari Lahir ke-88 GP Ansor yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2022) malam. (*/NUO/Suwitno)

“Warga awam tidak usah dikaderisasi. Malah enggak boleh. Karena kalau warga awam dikaderisasi, yang itu berarti dia diindoktrinasi dengan nilai-nilai khusus – yang untuk memperkuat ingrup – itu berbahaya. Itu bisa menjadi NAZI ala NU ini. Bisa Fasis ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Erma Rini dalam sambutanya berharap, kader Fatayat NU dapat beradaptasi dan merespon tantangan zaman dengan baik. Ia menyebut salah satu tantangannya adalah dunia digital.

“Terus terang, kita yang masih perlu terus ditingkatkan adalah bagaimana meraih atau merebut di dunia maya. Itu keterampilan yang memang harus terus kita asah,” terangnya.

Meski demikian, Anggi sudah melihat ada perubahan mengarah ke sana. Hal ini, katanya, masih menjadi pekerjaan rumah yang tak hanya menjadi tantangan pengurus pusat, tetapi juga pengurus daerah. Ia berharap kader Fatayat NU terus meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan dunia maya.

“Kalau untuk ilmu yang mereka punyai, keterampilan yang mereka punyai, pengetahuan yang mereka punyai, mereka sudah punya. Tetapi bagaimana keterampilan yang dipunyai itu mampu juga diberikan kepada masyarakat di sekitarnya,” ungkap Anggi.

Kantor Metaverse GP Ansor
Sementara itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor resmi membuka kantor kepengurusan secara virtual, yakni dengan memanfaatkan teknologi metaverse. Peluncuran kantor virtual “Ansorverse” ini digelar pada tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-88 GP Ansor yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2022) malam.

Puncak peringatan Harlah ke-88 yang bertema Berkhidmat Tanpa Batas ini antara lain dihadiri Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Tohir, Katib Aam PBNU KH Said Asrori, Ketua KPU Pusat Hasyim Asy’ari, Komisioner KPU Mochammad Afifuddin, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan Ketua Umum KNPI Muhammad Ryano Panjaitan, dan perwakilan organisasi pemuda keagamaan lainnya.

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, lahirnya kantor virtual metaverse adalah salah satu komitmen Ansor yang terus bergerak tanpa batas. Di tengah situasi keterbatasan akibat pandemi Covid-19, Ansor juga terus membuktikan diri sebagai organisasi pemuda yang tidak mudah menyerah.
“Dengan Ansorverse (Ansor Metaverse) maka model berorganisasi Ansor akan lebih taktis karena memiliki alternatif lain, yakni bertumpu ke digital dan berbasis virtual and augmented reality (VR/AR),” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya di depan ratusan kader Ansor dan Banser.

Menurut Gus Yaqut, lewat Ansorverse ini maka konsolidasi, pengkaderan, dan pelayanan organisasi lainnya akan menjadi lebih mudah lantaran tak dibatasi lagi waktu atau lokasi. Kendati pun teknologi metaverse saat ini masih berupa imajinasi, namun inovasi ini tidak boleh disepelekan.

Gus Yaqut optimistis, teknologi ini akan terus berkembang dan dimanfaatkan di berbagai sektor menuju kemajuan peradaban global. Di Ansorverse itu, para kader antara lain bisa saling bertemu secara virtual dalam dunia 3 dimensi (3 D). Teknologi menawarkan model yang atraktif karena didukung model visual avatar.

Pada malam tasyakuran, juga ditunjukkan Ansor UMKM Virtual Expo. Lapak virtual Ansor ini bahkan bisa menampung hingga 250.000 UMKM. Gus Yaqut meminta para kader Ansor untuk selalu responsif dengan dinamika zaman. Sebab tantangan Ansor dan bangsa ini ke depan makin kompleks.

“Mau tidak mau kita harus cepat beradaptasi, bertransformasi. GP Ansor harus tetap relevan dengan perkembangan zaman yang cepat berubah. Caranya adalah setiap kader harus terus belajar dan beradaptasi. Tidak boleh mandek, tidak cepat puas belajar,” tegasnya.

Dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan 4.000 seragam Banser dari Erick Thohir, serta pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kelahiran badan otonom PBNU yang ke-88. Para tamu undangan juga mencoba teknologi metaverse dengan mengunjungi Ansor UMKM Virtual Expo. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/gus-yahya-tidak-semua-warga-nu-harus-dikaderisasi-mAn5h
*) https://www.nu.or.id/nasional/gus-yaqut-gp-ansor-rintis-kantor-ormas-pemuda-di-metaverse-UOME4

Iklan.

You Might Also Like

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Lazisnu Jatim ajak 100 Anak Yatim belanja baju Lebaran
Next Article Hari Otda XXVI, Gubernur Khofifah: Semangat Otda dorong ASN untuk Proaktif dan Ber-Akhlak

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas
Nahdliyyin
OTT KPK di UNSOED: Ironi Mahalnya Biaya Kuliah, Integritas PTN Berubah Menjadi Kapitalis
Uncategorized
Semarak Pawai Budaya, Anak-Anak TK Alifya Bondowoso Belajar Arti Persatuan dalam Keberagaman
Sospol
PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026
Milenial

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

25/07/2026
Milenial

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

23/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?