By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dakwah di Era Digital di mata Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Dakwah di Era Digital di mata Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri
Kontrahoax

Dakwah di Era Digital di mata Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri

27/08/2022 Kontrahoax
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Rabu (24/8/2022). (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Dalam webinar bertajuk “Dakwah di Era Digital Dalam Menghadapi Tantangan Religiusitas: Antara Yang Nyata dan Maya” di Gedung PBNU Jakarta, Rabu (24/8/2022), ulama muda asal Jeddah, Arab Saudi, Al-Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri menuntaskan tema ini dengan penjelasan berbasis data dan pengalaman kiprah dakwahnya di Eropa.

Dalam acara yang juga menampilkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa itu, Habib Ali Al Jufri yang berdakwah keliling lima benua itu bicara tentang tantangan berdakwah mengajak ke jalan Allah di era digital serta dalam beragama di dunia nyata dan dunia maya itu, dengan statement pembuka:

في العصر الرقمي أكاذيب وخدعات

“Digital ada banyak kebohongan dan tipuan”

Habib Ali menyampaikan data bahwa di Facebook saja ada 2 miliar akun palsu. Dari akun palsu inilah mampu menggerakkan banyak orang di dunia nyata. Bagi para pemangku kepentingan duniawi, seperti ekonomi dan politik, alat ini sangat penting untuk digunakan. Dari sinilah antar perorangan berubah menjadi benci. Antar bangsa saling bertengkar.

Habib Ali pun mencontohkan kasus ‘kartun Nabi’ di Denmark pada 2006. Karena beliau turut serta dalam upaya meredam isu tersebut, beliau menjelaskan bahwa gambar yang menghina Nabi itu diterbitkan di sebuah koran kecil yang tidak terkenal. Setelah 6 bulan kejadian ada seorang Muslim yang baru tahu berita itu, lalu menyebarkan berita tersebut di media sosial.

Kabar itu tersiar ke banyak negara, unjuk rasa terjadi di mana-mana, Indonesia, Pakistan dan negara lainnya. Kedutaan Denmark didemo, dituntut meminta maaf. Kita pun menjadi marah lantaran yang dihina adalah Manusia yang paling kita cintai, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Tapi kita tidak pernah tahu akar persoalannya. Padahal itu semua terjadi untuk kepentingan bisnis dan politik menjelang pemilihan di Denmark. Isu agama adalah senjata yang paling ampuh menjadi simpatik.

Beliau berpesan agar tidak menjadikan digital sebagai sumber ilmu utama, melainkan sebagai media informasi saja. Mencari ilmu tetap di majelis para ulama dan lembaga pendidikan, sembari memegang penuh adab mencari ilmu dari kitab Pendiri NU, Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari.

Pesan penting Habib Ali itu digarisbawahi oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, mengingat dakwah di era digital sangat luar biasa. Era digital ini telah menggeser tradisi keilmuan klasik turots (kitab kuning) yang sangat mementingkan ketersambungan sanad. Kini, orang-orang ingin cepat mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan dari internet dan media sosial seperti youtube, facebook, dan instagram. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/habib-ali-al-jufri-baca-kitab-kh-hasyim-asy-ari-di-pbnu-PdIP1

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LKPP bekukan 13.600 produk impor dari e-katalog
Next Article Buka Rakernas LP Ma’arif, Waketum PBNU tekankan Pendidikan ikuti zaman dan berbasis Hati

Advertisement



Berita Terbaru

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?