Jakarta (Radar96.com/NUO) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan Forum Religion of Twenty (R20) yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Bali, awal November 2022.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, saat menerima kunjungan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya Nomor 9, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (4/9/2022).
“Kita menyambut baik undangan R20 yang disiapkan PBNU. Insyaallah ini berjalan dengan baik dan terus menggalang dialog dan kerja sama antaragama di seluruh kawasan,” ungkap Prof Haedar.
Ia menilai, Forum Agama itu sebagai ikhtiar untuk membangun perdamaian dunia juga dunia yang lebih terkoneksi. “Tentu kita juga menghadirkan nilai-nilai ilahiat yang bisa menyelamatkan bumi dan kehidupan,” jabarnya.
Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak juga membicarakan potensi kerja sama di berbagai bidang, termasuk sosial budaya.
“Alhamdulillah, didiskusikan tadi dan insyaallah NU dan Muhammadiyah akan bergandeng tangan dalam menopang kebersamaan dan kesatuan dan harmoni bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ujar Gus Yahya.
Ia mengungkapkan, kedua raksasa organisasi masyarakat (Ormas) Islam Indonesia itu sedang membicarakan potensi kerja sama kelembagaan guna mengakses berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.
Mengamini hal itu, Prof Haedar menyatakan bahwa saat ini Indonesia memang memerlukan peran konkrit, utamanya dari NU dan Muhammadiyah, untuk melakukan kerja-kerja yang mencerdaskan, mencerahkan, serta memberdayakan warga bangsa.
“Tidak kalah penting, menyatukan ukhuwah yang lebih meluas di lingkungan umat beragama bangsa indonesia,” tandasnya.
PP Muhammadiyah menerima kunjungan Ketum PBNU di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Rombongan PBNU tiba di Gedung PP Muhammadiyah sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut langsung oleh Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari, Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu’ti, serta Ketua Panitia Forum Religion of Twenty (R20) Ahmad Suaedy.
Tujuh Pesantren Hijau
Sebelumnya (3/9/2022), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi meluncurkan Program Pesantren Hijau yang bertujuan sebagaimana tema Mencetak Santri Sadar Lingkungan. Program ini diluncurkan di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (3/9/2022).

Program Pesantren Hijau diinisiasi atas kerja sama antara Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU dan Bank Mega Syariah, bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU.
“Dengan memohon ridha Allah dan senantiasa berserah diri, marilah kita bersama-sama membuka Kick Off dan Workshop Pondok Pesantren Hijau untuk mewujudkan dan menciptakan santri yang sadar lingkungan. Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim kami nyatakan dibuka dan dilaksanakan,” ucap Ketua PBNU H Choirul Saleh Rasyid.
Ia mengatakan bahwa para santri di pondok pesantren mampu mentransformasikan nilai-nilai dan budaya menjaga lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari, melalui pengetahuan yang diterima di pesantren dari para kiai. Karena itu, santri memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam dari kerusakan. “Santri punya amanah untuk menjaga alam agar tetap maslahah,” ujar Choirul.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al-Bahar mengatakan bahwa umat Islam saat ini seharusnya sudah selesai bicara tentang hak asasi manusia (HAM). Akan tetapi, sekarang yang harus dihadapi para ulama adalah mengajak umat Islam untuk bicara soal hak lingkungan.
“Fiqhul bi’ah (fiqih lingkungan) dibicarakan. Lingkungan itu bagian dari hidup kita sebagai manusia. Semua yang ada di alam raya ini adalah saudara dengan kita. Menjaga alam adalah amanat kita sebagai Muslim dan lingkungan harus mendapat manfaat dari apa yang kita lakukan,” ungkap Habib Ali.
Penanggungjawab Program Pesantren Hijau, Moesafa mengatakan bahwa baru ada tujuh pesantren dari lima provinsi yang dilibatkan pada awal peluncuran program ini:
- Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU) Kompleks Syeikh Asrjad Menes, Pandeglang, Banten
- Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur
- Pondok Pesantren Al Kinaniyah Jakarta
- Pesantren Mahasina Bekasi, Jawa Barat
- Pesantren Al-Mubarok Mranggen, Demak, Jawa Tengah
- Pesantren Al-Hamidiyah, Depok Jawa Barat
- Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta.
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/muhammadiyah-dukung-penuh-pbnu-gelar-forum-r20-TqyyC
*) https://www.nu.or.id/nasional/cetak-santri-sadar-lingkungan-pbnu-luncurkan-program-pesantren-hijau-0qrbz



