By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya: Cegah Hoaks, Percayakan Pengusutan Tragedi Kanjuruhan kepada Tim Pencari Fakta
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Gus Yahya: Cegah Hoaks, Percayakan Pengusutan Tragedi Kanjuruhan kepada Tim Pencari Fakta
Kontrahoax

Gus Yahya: Cegah Hoaks, Percayakan Pengusutan Tragedi Kanjuruhan kepada Tim Pencari Fakta

05/10/2022 Kontrahoax
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengikuti doa dan tahlil untuk korban tragedi Kanjuruhan, Malang. (*/NUO)
SHARE

Malang (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak semua pihak untuk mempercayakan pengusutan musibah yang terjadi di stadion Kanjuruhan kepada tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah.

“Kita mesti percaya kepada mereka agar kita semua terhindar dari informasi-informasi hoaks yang dibuat untuk memperkeruh suasana,” kata Gus Yahya dalam sambutannya di hadapan perwakilan keluarga korban, di GSG NU, Selasa (4/9/2022).

Dalam kunjungannya ke Kota dan Kabupaten Malang, Gus Yahya secara langsung memberikan santunan kepada para keluarga korban tragedi Kanjuruhan, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit.

Gus Yahya juga mengingatkan kepada petugas Posko Terpadu PBNU untuk proaktif menjemput warga yang membutuhkan bantuan informasi maupun trauma healing.

“Jangan menunggu masyarakat yang meminta bantuan, tapi harus proaktif, jemput bola,” ujarnya mengingatkan. Menurutnya, kepedulian NU ini merupakan tanggung jawab NU kepada masyarakat yang terkena musibah. “Kalau tidak dilaksanakan kita berdosa,” kata Gus Yahya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Gus Hamim mengucapkan terima kasih kepada jajaran PBNU yang menyempatkan ke Malang.

“Kehadiran panjenengan semua menjadi motivasi bagi kami untuk lebih peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Gus Hamim.

Sikap Gusdurian

Sementara itu, Jaringan Gusdurian mendorong langkah konkret dari berbagai pihak untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan korban, Sabtu (1/10/2022).

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah pertandingan Liga 1 antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya usai itu menjadi tragedi terbesar kedua dalam sejarah sepak bola dunia. Tragedi paling dahsyat yakni di Estadio National, Peru, pada tahun 1964 juga terjadi karena penembakan gas air mata di dalam stadion.

“Hal ini tentu menjadi pertanyaan mengingat tidak ada potensi bentrok antarsuporter karena hanya pendukung Arema yang diperbolehkan masuk ke stadion,” ujar Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid dalam keterangan tertuli.

“Berbagai spekulasi pun muncul, salah satunya mengenai penyebab meninggalnya ratusan korban karena sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian ke kerumunan penonton di berbagai titik,” imbuh Alissa. Sementara FIFA melalui peraturan FIFA Stadium Safety and Security Regulations dengan tegas melarang penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa.

“Dari berbagai sumber juga didapat informasi bahwa kepolisian setempat dan panitia pelaksana sudah meminta untuk mengubah jadwal pertandingan menjadi sore hari, namun permintaan ini ditolak PT Liga IndonesiaBaru sebagai penyelenggara kompetisi. Diinformasikan pula bahwa panitia mencetak tiket melebihi kapasitas tempat duduk di stadion,” ungkap Alissa.

Dalam hal ini, Jaringan Gusdurian memberikan 6 poin sebagai pernyataan sikap terhadap kasus tersebut.

Pertama, berduka cita kepada korban dan keluarganya atas tragedi kemanusiaan yang terjadi.
Kedua, mengecam dan menyesalkan tindakan aparat yang represif dan menembakkan gas air mata ke tribun penonton. Diduga ratusan korban meninggal dunia karena tindakan tersebut. Kepolisian harus melakukan evaluasi total terhadap protap keamanan pertandingan sepak bola.
Ketiga, meminta Pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini dengan membentuk tim investigasi independen dan menghukum siapa pun yang bersalah.
Keempat, meminta Komnas HAM untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat dalam penanganan keamanan di stadion.
Kelima, mendesak PSSI untuk membekukan segala aktivitas sepak bola sampai ada evaluasi yang menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Keenam, mengimbau kepada masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan melawan segala bentuk fanatisme buta. Tidak ada sepak bola yang lebih berharga daripada nyawa. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/cegah-hoaks-gus-yahya-percayakan-pengusutan-tragedi-kanjuruhan-kepada-tim-pencari-fakta-v4bfJ
*) https://www.nu.or.id/nasional/6-pernyataan-sikap-jaringan-gusdurian-soal-tragedi-kanjuruhan-sesalkan-tindakan-represif-aparat-y2bYz

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article HUT Ke-77 TNI, Gubernur Khofifah: TNI punya kontribusi besar
Next Article KIB Disarankan Majukan Capres dari Hasil Konvensi

Advertisement



Berita Terbaru

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?