By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kasus harian COVID-19 dan keterisian rumah sakit di Jatim mulai menurun
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Kasus harian COVID-19 dan keterisian rumah sakit di Jatim mulai menurun
Sospol

Kasus harian COVID-19 dan keterisian rumah sakit di Jatim mulai menurun

14/03/2021 Sospol
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dok/radar96.com)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Pemprov Jatim melalui tim Satgas Covid-19 terus memonitor positivity rate di Jatim untuk me mengetahui apakah testing di Jatim sudah memenuhi standar dan kasus-kasus yang tersembunyi di masyarakat  bisa ditemukan dengan baik.

Per minggu ini, berdasarkan aplikasi Bersatu Lawan Covid-19, kasus yang diperiksa di Jatim dalam satu minggu sudah mencapai 45.045 tes PCR/minggu, angka ini sudah di atas standar WHO yakni 1 tes tiap 1.000 penduduk per minggu atau setara dengan 40.479 tes PCR/minggu.

“Dengan demikian, target testing PCR di Jatim sesuai sudah tercapai 111 persen dari standar WHO. Apalagi, dari 45 ribu kasus tersebut ditemukan kasus positif per minggu jumlahnya 2.694, artinya positivity rate sudah mencapai angka 6 persen. Dari WHO, positivity rate yang ideal adalah 5 persen. Sebelum PPKM, positivity rate di Jatim di angka 20 persen,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (14/3/2021).

Menurut dia, positivity rate di Jatim mencapai 6 persen itu merupakan prestasi dan kerja keras serta kerja sama dari semua elemen yang sangat baik. “Ini menunjukkan pemerintah terus konsisten meningkatkan testing dan hasilnya dengan jumlah testing yang sesuai standar WHO adalah kasus harian maupun keterisian rumah sakit mulai menurun,” ungkap Khofifah.

Khofifah menambahkan, penurunan kasus maupun positivity rate tersebut juga diikuti dengan penurunan BOR atau keterisian rumah sakit. Saat ini, BOR isolasi sudah turun dari 79 persen di awal PPKM menjadi 33 persen untuk isolasi biasa dan ICU dari 72 persen menjadi 52 persen.

“Prestasi ini juga merupakan berkat gotong royong dan peran semua pihak termasuk TNI/Polri, Tomas, tenaga medis, Pemkab/Kota, Toga, dan seluruh masyarakat di Jatim. Hal ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro telah cukup membantu dan berada di jalur yang benar,” urai orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Hal ini, kata Khofifah, tentunya merupakan salah satu hal yang patut dibanggakan, namun perlu diwaspadai. Apalagi, sebelumnya Jatim juga pernah mencapai positivity rate hanya 7 persen di bulan Oktober, namun setelah libur panjang positivity rate tersebut kembali naik menjadi 19 persen.

“Alhamdulillah sekarang 6 persen. Harapannya, ini menjadi catatan dan bisa menjadi motivasi untuk masyarakat, pemerintah provinsi maupun aparat untuk terus konsisten mengawal penurunan kasus di Jawa Timur, termasuk dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan. Terus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan hanya keluar rumah untuk urusan yang penting,” pungkas Gubernur Khofifah. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

Universitas At-Taqwa Bondowoso Kenalkan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

KKN UNIBO di Tlogosari-Bondowoso Berakhir, Mahasiswa Tinggalkan Pengalaman dan Manfaat bagi Warga

Tawarkan “Hijrah” dari BBM ke BBG,SMKN 3 Bondowoso Klaim Karya Siswa Tembus 245 KM Sekali Isi

Wagub Ajak Mahasiswa Baru Unusa Beri Kontribusi Bangsa Mulai Saat ini

Kerja Sama Unusa-ITS, Buka Peluang Raih Dua Ijazah dalam Lima Tahun

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah dan Panglima TNI tinjau Vaksinasi Covid-19 bagi TNI Se-Malang Raya
Next Article HPN apresiasi produk “Laimuna” milik “Nusa Mart” LPNU Jakarta Timur

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Gus Fahrur: Gus Firjaun yang Saya Kenal
Gus File
PW IPPNU Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur
Uncategorized
TK At-Taqwa Bondowoso Peringati Maulid Nabi dengan Festival Ancak Ceria
Uncategorized
Setiap Kamis, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Majelis Sholawat Al-Akbar
Milenial

You Might also Like

Sospol

Sebut PMII, Rektor At-Taqwa Bondowoso Ajak Mahasiswa Gabung Organisasi Ekstra

07/09/2026
Sospol

Komunitas Anak Muda Bondowoso, PEMBERSATU, bantu masyarakat jalanan

07/09/2026
Sospol

Ning Imaz: Teladan itu bukan karena viral

06/09/2026
Sospol

Baznas Jatim Kirim Bantuan ke NTT Bersama FoZ dan Kemenag

05/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?