By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Seminggu setelah Gempa, Gubernur Khofifah letakkan batu pertama pembangunan 14 rumah warga terdampak
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Seminggu setelah Gempa, Gubernur Khofifah letakkan batu pertama pembangunan 14 rumah warga terdampak
Sospol

Seminggu setelah Gempa, Gubernur Khofifah letakkan batu pertama pembangunan 14 rumah warga terdampak

18/04/2021
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, melakukan peletakan batu pertama pembangunan 14 rumah sementara di lokasi terdampak gempa di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (17/4). (*/hmn)
SHARE

Kabupaten Malang (Radar96.com) – Seminggu setelah terjadinya Gempa 6,1 SR (10/4/2021), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, melakukan peletakan batu pertama pembangunan 14 rumah sementara di lokasi terdampak gempa di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (17/4).

Didampingi Plh. Sekdaprov Jatim, Pejabat Utama di lingkungan Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, Bupati Malang H.M. Sanusi, Forkopimda Kab. Malang, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah mengatakan pembangunan rumah ini dikebut, terutama warga yang rumahnya rusak berat, agar masyarakat bisa segera memulai kehidupan normal, sekaligus menghindari kerumunan di pengungsian untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Pembangunan rumah korban gempa tahap awal ini akan dilakukan untuk 14 rumah yang ada di Desa Jogomulyan. Desa ini sendiri merupakan salah satu desa yang cukup terdampak. Ke-14 rumah yang akan dibangun tersebut sebelumnya telah roboh atau rata dengan tanah akibat gempa ada minggu lalu.

Rencananya, rumah ini akan dibangun sesuai konsep bedah rumah yang ada di Kab. Malang sesuai standar dari Kementerian PUPR. Nantinya, pembangunan 14 rumah sederhana ini akan dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Kab. Malang dibantu oleh aparat TNI/Polri.

“Berbagai bantuan yang masuk ke Pemkab Malang tersebut atas inisiasi Pak Bupati Malang segera dilakukan proses percepatan pembangunan rumah korban terdampak gempa supaya mereka tidak lagi di pengungsian karena kita belum betul-betul aman dari penyebaran Covid-19, sehingga di rumah lebih aman daripada di pengungsian untuk mencegah terjadinya kluster pengungsi,” katanya.

Atas upaya percepatan pembangunan rumah yang dilakukan oleh Bupati dan Forkopimda Kab. Malang ini, Khofifah memberikan apresiasi. Menurutnya hal ini merupakan upaya berseiring dalam memberikan perlindungan lebih baik bagi warganya.

Untuk itu, Khofifah mendorong agar proses identifikasi, pendataan, dan validasi rumah rusak kategori berat, sedang, dan ringan termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial dilakukan dengan lebih cepat.

Apalagi pemerintah pusat melalui BNPB akan memberi stimulan untuk rumah yang kategori rusak berat sebesar Rp50 juta di luar ongkos pengerjaannya, kemudian rusak sedang Rp24 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

“Dua hari yang lalu, saat saya berkunjung ke Blitar, saya meminta proses identifikasi dan validasi ini selesai dalam waktu sepekan. Jadi, mungkin lima hari dari sekarang saya harap proses itu selesai sehingga sudah final dan terverifikasi. Jadi, mohon ini bisa disebarluaskan dan diumumkan kepada masyarakat baik melalui pengumuman yang ditempel di Balai Desa, sampai dengan RT/RW agar mereka juga bisa mengecek rumahnya masuk kategori rusak apa,” katanya.

Menurutnya, pembangunan rumah ini berasal dari dana bantuan ke Pemkab Malang. Diharapkan, pembangunan ini dapat selesai dalam waktu 7-8 hari, sedangkan untuk bantuan dari BNPB, bila proses validasi selesai akan segera dikirim ke BNPB.

Khofifah mengatakan, untuk mempercepat pembangunan rumah sementara ini aparat TNI Polri akan diterjunkan untuk membantu proses pembangunan. Hal ini menurutnya menjadi bagian dari koordinasi dan sinergi yang terus dilakukan berbagai pihak untuk membantu mempercepat penanganan akibat dampak gempa lalu termasuk recovery dan rekonstruksi.

“Kami berterima kasih kepada Pak Pangdam V Brawijaya dan Pak Kapolda Jatim yang telah menerjunkan aparat TNI – Polri untuk mendukung pembangunan rumah ini. Dimana nanti aparat TNI dan Polri akan dimaksimalkan untuk membantu percepatan pelaksanaan pembangunan bagi rumah yang rusak ringan, sedang maupun berat,” katanya.

Selain melakukan peletakan batu pertama dan meninjau rumah-rumah warga yang terdampak, juga meninjau posko trauma healing yang diperuntukkan bagi anak-anak pengungsi korban gempa. Sambil membagikan paket buku dan alat tulis, Khofifah berpesan agar anak-anak tetap semangat belajar meskipun dalam kondisi kurang standart akibat gempa.

Gubernur Khofifah meninjau posko trauma healing yang diperuntukkan bagi anak-anak pengungsi korban gempa di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (17/4). Sambil membagikan paket buku dan alat tulis, Khofifah berpesan agar anak-anak tetap semangat belajar meskipun dalam kondisi kurang standar akibat gempa. (*/hmn)

“Bagaimana anak-anak sehat semua? Meskipun dalam keadaan seperti ini anak-anak semua harus tetap semangat belajar untuk meraih cita-cita ya,” kata mantan Menteri Sosial ini yang langsung disambut anak-anak dengan antusias.

Sebelumnya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, aparat TNI dan Polri siap membantu kesulitan masyarakat terutama dalam pembangunan rumah akibat dampak gempa ini. Nantinya personil yang diterjunkan baik dari Kodam V Brawijaya, Divisi II Kostrad dan dukungan penuh dari Polda Jatim.

“Ada ribuan personil yang diterjunkan tapi intinya sistemnya kerja dengan tetap memperhatikan moril bahwa ini bulan puasa sehingga sistemnya rolling seminggu sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Malang H.M. Sanusi mengatakan, pembangunan 14 rumah ini diharapkan bisa segera selesai supaya warga bisa memulai hidup normal kembali. Pembangunan rumah ini dananya berasal dari para donatur dan dermawan yang menyumbang kepada Pemkab Malang.

“Dari kemarin kita mendapat bantuan dari para dermawan sebanyak Rp510 juta dan tadi tambahan dari OJK sebanyak Rp300 juta. Dana ini mohon izin Ibu Gubernur, akan kami gunakan langsung untuk pembangunan rumah ini. Nantinya bantuan dari BNPB bisa diteruskan oleh mereka untuk membangun rumah sendiri,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Ustadz Abdul Somad, Habib Anies Shihab dan Ustadz Luqmanul Hakim semarakkan “Guyub Bareng” di Masjid Al-Akbar

Ribuan Kader & Alumni PMII se Jatim Peringati Harlah ke 66 dengan Sunmori

KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG

Tiga Hari, Menu SPPG Kedungwaru Dipilih BGN sebagai Contoh Nasional

Haul Masyayikh dan Tasyakur Khotmil Qur’an ke-2, Kemenag Probolinggo Tegaskan Ruh Qur’ani dan Sanad Keilmuan Pesantren

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemprov Jatim terima bantuan Pemprov Jateng untuk korban terdampak gempa
Next Article LAZISNU Jatim dan Surabaya bantu korban Gempa Malang

Advertisement



Berita Terbaru

Ustadz Abdul Somad, Habib Anies Shihab dan Ustadz Luqmanul Hakim semarakkan “Guyub Bareng” di Masjid Al-Akbar
Sospol
Ribuan Kader & Alumni PMII se Jatim Peringati Harlah ke 66 dengan Sunmori
Sospol
Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU
Nahdliyyin
Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis Pendidikan

12/04/2026
Sospol

Biro Kesra Setdaprov Jatim dan DMI Siapkan UKIM 2026 untuk 9.000 Imam Masjid

08/04/2026
Sospol

Wadah Komunikasi dan Koordinasi Dapur MBG Terbentuk di Surabaya

07/04/2026
Sospol

Pelantikan Pengurus Cabang JKSN se-Banten Perkuat Organisasi dan Peran Ulama

06/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?