By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah: Jadikan Tahun Baru Islam momentum “Move On” dari Pandemi Covid-19
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah: Jadikan Tahun Baru Islam momentum “Move On” dari Pandemi Covid-19
Sospol

Gubernur Khofifah: Jadikan Tahun Baru Islam momentum “Move On” dari Pandemi Covid-19

10/08/2021
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (*/dokpri)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat Jawa Timur untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah sebagai momentum “move on” dari Pandemi Covid-19.

Menurut Khofifah, semangat Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai format hijrah atau dalam istilah kekinian “move on” dari masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19. Caranya, dengan menguatkan semangat bangkit, gotong royong dan solidaritas serta saling bantu antar sesama umat manusia.

“Rasa empati dan solidaritas kita benar-benar diuji selama satu tahun setengah ini. Jangan kendor, sebaliknya justru harus semakin diperkuat mengingat dampak pandemi ini memukul semua sektor dan lapisan masyarakat,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/8).

Khofifah mengungkapkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan akibat pandemi Covid-19. Perlu dukungan, kerjasama, dan kerja keras seluruh lapisan dan elemen masyarakat agar membuahkan hasil yang optimal.

Khofifah menyebut, pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh manusia di dunia melakukan penyesuaian dan perubahan menuju bentuk kenormalan baru. Salah satu semangat Hijrah dalam konteks pandemi adalah juga mendisiplinkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Konteks hijrah kekinian berbeda. Saat ini kita dituntut untuk mampu beradaptasi dan dengan cepat merespons situasi dan kondisi. Semangat solidaritas kita sebagai sebuah bangsa pun dituntut untuk lebih kuat dan tinggi lagi,” imbuhnya.

Khofifah mengungkapkan semangat move on itu berlaku di semua sektor kehidupan. Dalam hal berusaha atau berbisnis misalnya, kata dia, pandemi Covid-19 selayaknya dapat dijadikan ajang move on dari cara-cara pemasaran tradisional menjadi cara pemasaran yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi.

“Jika dulu pemasaran serba offline, maka sekarang cobalah untuk mengaktivasi penjualan secara online. Manfaatkan media sosial dan internet yang mudah diakses untuk memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

“Konsumen saat ini berubah, jadi tidak bisa kemudian menyalahkan Covid-19 yang notabene merupakan ujian dari Allah SWT. Sebaliknya alih-alih mengeluh maka lebih baik beradaptasi dengan cara-cara yang juga baru. Ini semua agar bisa tetap survive,” tutup Khofifah. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Terpesona Lokasi Perawan, KKN Mahasiswa UINSA di Pantai Bimo Banyuwangi
DMI Jatim adakan Pelatihan Tata Suara Masjid
Rapat Kerja Forum Rektor PTNU Sepakati 10 Program Utama
Tren Jelang Pemilu 2024, Penguatan Digital Marcom
Kemenkes: Lamongan jadi Kabupaten/Kota Level 1 yang Pertama di Jawa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LTM PBNU: jadikan Masjid sebagai “Criris Center” kampanyekan vaksinasi dan prokes
Next Article Gubernur Khofifah : PPKM Berlevel tekan Penyebaran Covid-19. PPKM Level 4 di Jatim turun dari 30 Daerah Jadi 18

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

LAZISNU PCNU Sidoarjo Dukung Dana Pembangunan Rumah Anggota Banser
Nahdliyyin
Menteri ATR/BPN Serahkan 2.532 sertipikat tanah wakaf rumah ibadah di Masjid Al-Akbar
Sospol
LPT UNAIR Targetkan Inovasi Berimpak Nasional-Global
Sospol
Ketua PWNU Jatim: Modal Utama NU adalah Silaturrahmi dan Tradisi
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Gubernur dan warga Jatim syukuri Kemerdekaan lewat Dzikir Kebangsaan dan Tumpeng Merah Putih

15/08/2022
Sospol

Kompolnas dukung Kapolri terkait ajakan pemeliharaan Kamtibmas pada ormas dan pemuda masjid

23/03/2021
Sospol

Hardiknas 2023, Gubernur Khofifah Ajak Wujudkan Merdeka Belajar seiring trend Digital

02/05/2023
Sospol

Sastrawan Taufiq Ismail Bacakan Puisi di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

17/05/2024
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?