By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah: Industri Kulit Magetan harus miliki Brand dan masuk Marketplace
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Gubernur Khofifah: Industri Kulit Magetan harus miliki Brand dan masuk Marketplace
Ekraf

Gubernur Khofifah: Industri Kulit Magetan harus miliki Brand dan masuk Marketplace

10/10/2021
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau sentra industri kulit di Magetan, Jatim, Minggu (10/10/2021). Kunjungan itu dilakukan setelah ziarah ke makam Gubernur Soerjo yang merupakan gubernur pertama di Jatim. (*/hmn)
SHARE

Magetan (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong Industri pengolahan dan kerajinan kulit lokal seperti di Magetan memiliki “brand”
(merek) untuk produk-produk yang dipasarkan, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Khofifah, mutu produk kerajinan kulit asal JawaTimur cukup baik dan telah dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor. Namun, saat ini masih perlu didorong untuk memiliki branding, sehingga lebih dikenal di luar negeri.

“Saat ini kebanyakan hasil produksi justru digunakan pengusaha luar negeri yang sudah memiliki brand,” ungkap Khofifah saat berkunjung ke sentra produksi kulit di Kabupaten Magetan, Minggu (10/10).

Khofifah mengatakan, pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membantu agar produk asal Jatim memiliki branding, Pemprov Jatim sedang menyiapkan format communal branding yang saat ini dimulai dari produk kopi, makanan dan minuman. Khusus communal branding produk kulit diharapkan dan meningkatkan mutu serta kualitas produk berbahan baku kulit sesuai dengan permintaan pasar.

“Branding sangat penting untuk memberikan identitas yang berbeda dengan produk lain. Dengan branding, maka memberi kesempatan cakupan pasar produk kerajinan kulit asal Jatim semakin luas,” katanya.

Marketplace
Selain branding, Khofifah juga mendorong para produsen kerajinan kulit Magetan untuk masuk ke ekosistem marketplace. Dengan masuk marketplace, kata Khofifah, maka omzet penjualan akan semakin meningkat, lantaran pasar yang dijangkau tidak terbatas.

“Sudah saatnya go online, go digital. Ini juga menjadi salah satu cara bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya ke sentra produk kerajinan kulit Magetan, Khofifah juga membeli beberapa produk berbahan dasar kulit, diantaranya sandal dan tas dan dompet.

“Ini asli dari kulit sapi ya? Mirip ya dengan kulit buaya atau ular. Ini berapa harganya, mudah dibersihkan atau tidak ya jika kotor ,” tanya Khofifah.

Menurut Khofifah, produk kerajinan kulit dari Magetan memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan menyerupai tas dengan merek terkenal dari luar negeri.

“Produk kerajinan kulit Magetan ini menurut saya termasuk yang paling top di Jatim. Kualitasnya sangat bagus, baik bahannya, modelnya, termasuk pengerjaannya sangat rapi,” katanya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau sentra industri kulit di Magetan, Jatim, Minggu (10/10/2021). Kunjungan itu dilakukan setelah ziarah ke makam Gubernur Soerjo yang merupakan gubernur pertama di Jatim. (*/hmn)

Khofifah menyebut kunjungannya ke sentra kerajinan produk kerajinan kulit merupakan rangkaian dengan peninjauan vaksinasi dan ziarah ke makam pahlawan nasional yang juga gubernur pertama Provinsi Jawa Timur.

Kunjungannya bertujuan, menyerap aspirasi pelaku UKM dan mengecek serta memastikan sektor ekonomi di kawasan ini berjalan dengan baik pasca kebijakan PPKM Darurat sejak Juli lalu.

“Menurut pemiliknya selama pandemi Covid-19 ini, omset turun bahkan lebih 50 persen dari yang biasanya mereka dapatkan sebelum pandemi. Semoga dengan kondisi pandemi Covid-19 di Jatim yang terus melandai, termasuk kabupaten Magetan yang menurut asesmen level kemenkes telah masuk level 1 maka geliat ekonomi masyarakat di Magetan ini harus terus didorong agar tumbuh lebih cepat, tentunya tetap harus berseiring dengan protokol kesehatan yang ketat diikuti percepatan vaksinasi,” katanya.

Selain membeli berbagai produk di Sentra Kerajinan Kulit Magetan, Khofifah juga memborong Jeruk Bali yang ditawarkan pedagang di sepanjang jalan. Khofifah juga membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat sekitar.

Sementara itu, Lusi, salah satu pemilik toko kerajinan kulit mengaku senang tokonya didatangi oleh Gubernur Khofifah. Ia berharap kedatangan orang nomor satu di Jatim ini bisa ikut mendorong penjualan produk kerajinan kulit khas Magetan.

“Saya senang sekali sekaligus berterima kasih Ibu Gubernur berkenan rawuh (datang) ke toko kami. Semoga ke depan penjualan kami semakin laris dan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan sektor wisata kembali normal” katanya.

Sebelumnya, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan bahwa Sentra Kerajinan Kulit di Jalan Sawo Magetan ini selalu ramai pengunjung yang berwisata. Karena saat ini masih pandemi Covid-19, tentu sangat berdampak pada jumlah pengunjung atau pembeli yang datang.

“Kunjungan Ibu Gubernur ke tempat ini selain melihat dan meninjau tentunya mampu memberikan semangat tersendiri bagi perajin di Magetan untuk terus berusaha dan eksis. Semoga Covid-19 segera terkendali sehingga ekonomi segera pulih termasuk di Magetan,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Perdana 2024 di Lamongan
Percepat Penguatan Ekosistem Halal di Jatim, Gubernur Khofifah Jajaki Kerja Sama dengan Islamic Development Bank di Jeddah
Panen Raya di Ngawi, Presiden Jokowi Apresiasi Produksi Padi Varietas Inpari Tembus 10,5 Ton Per Hektar
Pemprov kendalikan Harga Minyak Goreng lewat Operasi Pasar
Pakan Ikan dan Udang Catat Transaksi Tertinggi pada Misi Dagang dan Investasi Jatim-Bengkulu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hamdan Suhaemi tanggapi “hoaks” Faisal Assegaf terkait NU/kiai
Next Article Gubernur Khofifah ajak swasta gandeng Pelaku UMKM Disabilitas

Advertisement



Berita Terbaru

Kader Muda NU Didapuk Sebagai Ketua DPW Perindo Jatim
Sospol
Gubernur Khofifah Bagikan Apem saat Megengan “Healing Ramadhan” di Masjid Al-Akbar
Sospol
“Tebuireng Institute” Serukan NU Kembali ke Qanun Asasi
Nahdliyyin
Tumbuh Pesat di Tahun Ketiga, Aset Dikelola BMTNU Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

Gubernur Khofifah ajak swasta gandeng Pelaku UMKM Disabilitas

11/10/2021
Ekraf

Gubernur Khofifah targetkan Jember Fashion Carnaval (JFC) masuk Kalender Even Internasional

08/08/2022
Ekraf

Gubernur Khofifah terima ToA Uang Kertas Baru TE 2022 dengan Seri Khusus

19/08/2022
Ekraf

Tim KPEU MUI Jatim pantau pengembangan porang dan padi di Ponorogo

07/05/2021
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?