By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Keketuaan Prof Nuh dalam Muktamar ke-34 NU diapresiasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Keketuaan Prof Nuh dalam Muktamar ke-34 NU diapresiasi
Nahdliyyin

Keketuaan Prof Nuh dalam Muktamar ke-34 NU diapresiasi

24/12/2021 Nahdliyyin
Prof. Dr. M. Nuh DEA sebagai Ketua Panitia Pengarah (SC) Muktamar Ke-34 NU di Lampung, 22-24 Desember 2021. (*/NUO)
SHARE

Lampung (Radar96.com) – Keketuaan Prof. Dr. M. Nuh DEA sebagai Ketua Panitia Pengarah (SC) Muktamar Ke-34 NU di Lampung mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama saat memimpin sidang pleno tatib dan tabulasi AHWA (Ahlul Walii Wal Aqdi) atau Tim Sembilan yang menentukan kiai sepuh yang mengemban tugas sebagai Rais Aam PBNU periode mendatang.

“Kepiawaian Pak Nuh dalam memimpin sidang menujukkan bahwa beliau mempunyai kemampuan sempurna untuk memahami, mengendalikan, dan mengevaluasi emosi peserta sidang,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, DR H Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), di Lampung, Jumat (24/12).

Menurut pengasuh PP An-Nur 1 Bululawang Malang itu, dua agenda persidangan pleno penting di Muktamar NU hari Rabu dan Kamis (22-23/12) menunjukkan Kecerdasan emosional (EQ) Prof. Dr. M. Nuh DEA dalam memahami, menafsirkan, dan menanggapi emosi orang lain.

“Bayangkan sebuah pleno yang dihadiri ribuan orang dan berlangsung keras, diwarnai hujan interupsi dan teriakan keras yang membuat sidang harus di-skors puluhan kali. Saya yakin tidak semua orang akan mampu sesabar itu menghadapi sekian banyak orang yang ngeyel tidak bisa mau saling mengerti ketika orang lain bicara dan berebut microphone,” katanya.

Para psikolog menyebut kemampuan ini sebagai kecerdasan emosional, dan beberapa ahli bahkan menyatakan bahwa kecerdasan itu lebih penting daripada IQ dalam keseluruhan kesuksesan dalam hidup.

“Misalnya, ketika pembahasan tentang keabsahan peserta sidang tatib, sekelompok pria maju bareng di sisi kanan dan kiri panggung, saling berdebat dan ada yang saling menudingkan jari sambil mengatakan ketidaksetujuan pada pembahasan rapat pleno tersebut. Pak Nuh tetap tenang dan berulang kali men-skors sidang sambil tetap tersenyum untuk mengendalikan situasi,” katanya.

Ketika hujan interupsi semakin gencar, Pak Nuh mendinginkan situasi dengan melakukan skors, lalu turun panggung melakukan lobi kepada tokoh dua kandidat yang bersaing di arena, situasi pun akhirnya terkendali dengan trik melakukan “pending” (penangguhan) di satu bagian yang disengketakan.

“Sungguh, tidak mudah untuk bisa memahamkan banyak orang, biasanya orang dengan EQ rendah akan suka berdebat tentang sesuatu yang remeh, sementara menolak untuk mendengarkan apa yang orang lain katakan. Bahkan jika Anda memberi mereka bukti bahwa mereka salah, mereka akan berargumen bahwa fakta Anda yang salah,” katanya.

Dalam sidang kadang ada orang yang merasa mereka harus selalu menang dengan segala cara dan merasa tidak mungkin untuk hanya “setuju untuk tidak setuju”. Ketidakmampuan untuk mengatasi situasi bermuatan emosi dapat menjadikan sidang berakhir dengan baku hantam.

“Saya melihat kesabaran dan kecerdasan Pak Nuh patut diacungi jempol, dengan sangat ramah dan rendah hati, beliau dapat mengolah dan membelokkan emosi peserta sidang, sehingga mampu menyelesaikan rapat pleno tatib yang sangat alot sampai malam hari,” katanya.

Contoh lain, dalam sidang tabulasi AHWA di Unila (23/12), sebelum dimulai penghitungan suara, Gus Fahrur berbicara kepada petugas persidangan agar menyetujui klausul untuk mengesampingkan usulan sejumlah PCNU yang dianggap bermasalah keabsahannya sesuai keputusan rapat pleno tatib.

Petugas persidangan yang masih berusia muda itu menolak dengan nada agak keras, sehingga terjadi silang pendapat beberapa saat, lalu Gus Fahrur berinisiatif menelepon panitia untuk memberikan penjelasan sesuai kesepakatan sidang pleno tatib sebelumnya.

Pihak panitia persidangan tetap bersikukuh menolak untuk memisahkan berkas usulan dari PCNU yang bermasalah, hingga hampir dua jam tidak ada titik temu, karena saling ngotot/bersikeras, padahal dalam rapat pleno sebelumnya sudah disepakati untuk di-pending dan diselesaikan di sidang abitrase secara terpisah.

Akhirnya, Pak Nuh datang dan memberikan keputusan tepat sesuai keputusan pleno sehingga penghitungan dapat segera dimulai, bahkan Pak Nuh memimpin sendiri proses awal pembukaan kotak suara dengan sangat santun dan melegakan semua pihak.

“Masak, buka kotak suara saja perlu bantuan Profesor Nuh…hahaa.. Alhamdulillah, rapat tabulasi rekap suara AHWA segera dimulai dan berlangsung lebih cepat dari waktu yang diperkirakan dengan menghasilkan data yang valid secara manual,” katanya.

Namun, panitia sidang terlambat menyiapkan form berita acara, sehingga para saksi harus sabar menunggu, sehingga Pak Nuh meminta ditampilkan segera ditampilkan di layar saja, namun panitia agak berbelit tidak langsung kepada data akhir, sehingga Gus Fahrur meminta interupsi dan Pak Nuh langsung meminta data akhir yang sesuai dengan rekap saksi dan semua peserta sidang menjadi puas dan merasa senang. “Terima kasih, Pak Nuh,” katanya. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article KH Miftachul Akhyar ditunjuk jadi Rais ‘Aam PBNU 2021-2026
Next Article Gubernur Khofifah sidak Pasar Tambakrejo-Surabaya jelang Natal-Tahun Baru

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin
MENGURUS NU: ANTARA KHIDMAH DAN LIVELIHOOD
Uncategorized
Festival Muharram 2026 di Bondowoso Putar Ekonomi Rp3 Miliar ke UMKM dan Industri Halal
Ekraf

You Might also Like

Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

16/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?