Palembang (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali bahwa pengaderan dalam Nahdlatul Ulama akan menggunakan satu pintu atau satu sistem. Dua pengaderan yang ada selama yakni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) akan dilebur menjadi satu.
“Hanya akan ada satu sistem kaderisasi,” tegasnya saat acara Silaturahmi dengan pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatera dalam rangka Harlah Ke-99 NU wilayah barat di Komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/3/2022).
Kaderisasi ini tidak akan lagi dikelola oleh tim adhoc atau panitia yang dibentuk oleh PBNU. Namun kaderisasi yang namanya nanti akan diputuskan dalam waktu dekat akan dikelola atau berada di bawah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam), meski NU juga memiliki “organisasi kader” yang berangkat dari pelajar/santri/remaja hingga dewasa/mahasiswa yakni IPNU-IPPNU.
“Kaderisasi akan berada dalam pengelolaan Lakpesdam karena kaderisasi masuk dalam pengembangan sumberdaya manusia,” jelasnya. Peleburan MKNU dan PKPNU ini juga akan dibarengi dengan penataan materi kaderisasi agar lebih terarah.
“Jangan cuma melatih kader agar memiliki semangat tinggi meluap-luap saja, tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” ungkapnya. Kaderisasi ini harus dikonsolidasikan dengan baik dan memiliki kurikulum yang fokus sehingga mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh Nahdlatul Ulama. Kaderisasi yang terintegrasi dan solid ini juga diharapkannya mampu mewujudkan transformasi yang membangun gerakan ke arah yang lebih baik.
Sementara Wakil Ketua PBNU H Nusron Wahid yang menjadi moderator pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa di akhir Maret ini, ditargetkan kepengurusan Lakpesdam sudah terbentuk. Dalam waktu dua minggu diprogramkan akan menyempurnakan dan menyolidkan kurikulum, sehingga dalam dua bulan ke depan atau setelah Idul Fitri tahun ini kaderisasi format baru sudah bisa dilaksanakan dan tidak ada lagi dualisme kaderisasi.
Dalam rapat gabungan pada tanggal 9 Maret 2022, PBNU akan membentuk kepengurusan lembaga. Ada 18 lembaga dengan bidangnya masing-masing yang akan dibentuk PBNU untuk menjalankan program dari kebijakan organisasi. Lembaga ini sampai sekarang belum dibentuk karena PBNU sedang menyusun program dan grand design yang nantinya akan dijalankan oleh pengurus lembaga.
Saat rapat perdana dengan seluruh jajaran pengurus usai pengukuhan PBNU, di Kota Balikpapan, Senin (31/1/2022) malam, Gus Yahya mengatakan pembenahan dan penertiban sistem kaderisasi formal di lingkungan NU akan menjadi salah satu prioritas program, karena saat ini telah terjadi dualisme antara MKNU dan PKPNU.
Pendidikan kaderisasi telah diatur sejak Muktamar Ke-33 NU di Jombang tahun 2015 yang menjadi salah satu syarat untuk menjadi pengurus NU. Syarat ini tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Bab XIII tentang Syarat Menjadi Pengurus Pasal 39 hasil muktamar Jombang.
Dalam pasal 39 ayat 4,5, dan 6 disebutkan bahwa untuk menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah NU, Pengurus Cabang NU harus sudah pernah mengikuti pendidikan kaderisasi. Sementara ayat 7 disebutkan bahwa persyaratan kaderisasi diberlakukan secara efektif tiga tahun setelah muktamar.
Kemudian, kepengurusan PBNU 2015-2020 membuat model pelatihan kader formal yakni MKNU yang telah efektif sejak tiga tahun setelah Muktamar Ke-33 NU Jombang. Padahal sebelumnya, sudah ada model kaderisasi yaitu PKPNU. Hal tersebut menjadi sorotan PBNU di masa kepemimpinan Gus Yahya saat ini.
PKPNU tidak terintegrasikan ke dalam struktur kepengurusan NU sehingga hanya menjadi pelatihan yang berada di luar struktur kepengurusan NU. Sementara PKPNU terus berjalan hingga saat ini, sehingga ada semacam dualisme di dalam pelatihan kader formal di lingkungan NU ini.
“Ini harus segera kita benahi dan kita tertibkan karena eksesnya sangat negatif. Di Jawa Timur sendiri, PKPNU sudah menjadi geng (kelompok) berhadapan dengan geng MKNU. Lalu bersaing untuk memperebutkan kepemimpinan NU dalam konferensi-konferensi. Ini sangat tidak sehat, maka harus (segera) dibenahi. Nanti kita akan jalankan strategi pembenahan supaya sungguh-sungguh berjalan sistem pelatihan kader formal yang solid di lingkungan NU,” imbuhnya. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/mknu-dan-pkpnu-dilebur-jadi-satu-dikelola-lakpesdam-sftJD
*) https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-segera-tertibkan-kaderisasi-mknu-dan-pkpnu-GV58p


