Jakarta (Radar96.com/NUO) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan warga Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2022) siang. Pengurus harian PBNU mendengarkan aspirasi warga Wadas terkait rencana penambangan batu andesit di desa Wadas.
Ketua PBNU Bidang Hukum Savic Ali mempersilakan Isnin Sutrisno, Marsono, dan Mas H Sardi untuk menceritakan kondisi terkini yang terjadi di Wadas. Savic Ali mencatat semua informasi terkini dan aspirasi warga Wadas.
“Untuk konteks keberpihakan, PBNU sejak zaman Gus Dur punya perhatian ke sana. Saya lama dengan Mas Yahya (Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf), mengerti betul pandangan dan sikapnya. Baru-baru ini (lebaran ini), ia bilang bahwa di Jawa ini sudah padat. Radius berapa saja sudah ketemu warga. Harusnya tidak ada penambangan,” kata Savic.
Warga Wadas didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Danil dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta Adi. Marsono menyampaikan singkat keresahannya seputar konflik sosial atas pro dan kontra masyarakat terkait rencana penambangan batuan andesit di desa Wadas.
Menurutnya, polemik di masyarakat seputar rencana penambangan batuan andesit dan pembebasan lahan berujung ketegangan di tengah warga. “Hubungan orang tua dan anak memanas. Sesama saudara tegang. Tidak saling bertegur sapa. Tolong selamatkan desa kami. Kami prihatin, sesama keluarga terlibat konflik,” kata Marsono.
Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Rakyat Hj Alissa Wahid yang pernah mengunjungi Wadas saat represi aparat menyampaikan keprihatinannya seputar trauma anak-anak, perempuan, dan konflik horizontal.
“Saya minta kepada kedua pihak (warga yang menerima dan menolak) untuk tetap fokus pada masalah lingkungan dan pemerintah, bukan hubungan personal. Kita perlu mencairkan ketegangan suasana di tengah masyarakat,” kata Hj Alissa.
Savic Ali dan Hj Alissa akan menyampaikan semua informasi terkini dan aspirasi warga Wadas yang mengunjungi Kantor PBNU siang hari ini kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Sebelumnya (10/2/2022), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf berharap polemik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tidak dipolitisasi. Pihaknya menegaskan bahwa NU siap menjembatani komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat di Desa Wadas.
“Insya Allah Nahdlatul Ulama siap hadir guna mendampingi rakyat dan membantu pemerintah dalam melancarkan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat itu sendiri sehingga polemik yang terjadi tidak berlarut-larut,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Harlah ke-99 NU secara virtual.
Bantu Warga Palestina
Sementara itu, NU Care-LAZISNU bekerja sama dengan organisasi amal di Yordania yakni Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) mengirimkan unit ambulans untuk warga Palestina di Kota Gaza. Penyerahan ambulans ini secara resmi dilakukan oleh pihak NU Care-LAZISNU di Yordania kepada JHCO dan disaksikan oleh Kanselari KBRI Amman serta relawan dari kalangan mahasiswa Indonesia di Yordania, Senin (16/5/2022).
Unit Ambulans yang diserahkan adalah kendaraan keluaran tahun 2021 berjenis MPV Hyundai H1 yang dirakit di Yordania. Ambulans tersebut nantinya, akan dioperasikan di rumah sakit lapangan milik pemerintah Yordania di Gaza Palestina.
“(Ambulans ini) merupakan donasi dari NU Care-LAZISNU yang kemudian akan dibawa oleh militer Yordania ke Palestina,” jelas Mufti Pakerti Walytama selaku perwakilan NU Care-LAZISNU di Yordania dalam keterangan tertulisnya.
“Bantuan ini diperuntukkan bagi warga Palestina di Gaza, sebagai bagian kepedulian NU pada dunia kemanusiaan terutama warga Palestina,” imbuh Mufti.
Sebelumnya, NU Care-LAZISNU pun menyalurkan bantuan pembangunan sebuah klinik kesehatan di Kamp Zarqa untuk pengungsi Palestina di Zarqa Yordania. Bantuan tersebut merupakan realisasi dari program Nahdlatul Ulama Peduli Palestina yang digalang oleh NU Care-LAZISNU pada tahun 2021 dengan anggaran sekitar 66 ribu Dollar. Program pengadaan ambulans ini juga didukung oleh NU Care-LAZISNU DKI Jakarta, PCNU Klaten, dan PCNU Lasem. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-terima-kunjungan-warga-wadas-rHRHb
*) https://www.nu.or.id/internasional/bantu-warga-palestina-di-gaza-nu-care-lazisnu-serahkan-unit-ambulans-c9bFm



