By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pembenahan Tiga Faktor untuk Dongkrak Elektabilitas Parpol KIB
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Inforial > Pembenahan Tiga Faktor untuk Dongkrak Elektabilitas Parpol KIB
Inforial

Pembenahan Tiga Faktor untuk Dongkrak Elektabilitas Parpol KIB

28/10/2022 Inforial
Herry Pasrani Mendrofa
SHARE

Jakarta. Radar96.com. Survei Litbang Kompas menunjukkan perolehan suara partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengalami penurunan jika Pemilu dilakukan saat ini. KIB merupakan koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam survei tersebut, Golkar keluar dari tiga besar papan atas dengan hanya memperoleh 7,9 persen suara. Padahal pada survei yang sama Juni 2022 lalu, Golkar mendapat suara 10,3 persen. Posisi Golkar dikalahkan oleh Partai Demokrat dengan elektabilitas 14 persen. Sedangkan PAN yang memperoleh 3,6 persen pada survei Juni juga mengalami penurunan suara menjadi 3,1 persen. PPP hanya memperoleh 1,7 persen suara.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai penurunan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, KIB hingga saat ini belum memajang nama calon presiden (Capres) dan Cawapres yang bakal didukung pada Pilpres 2024. Sehingga partai anggota koalisi tidak mendapat keuntungan dari efek ekor jas (coat-tail effect).

“Pertama tentu sampai hari ini KIB belum menentukan siapa figur untuk dapat layak dicalonkan Capres atau Cawapres. Apa implikasinya? Implikasinya adalah terhadap coat-tail effect. Ini tidak bisa didapatkan oleh KIB karena notabenenya mereka belum punya calon,” tegas Herry yang disampaikan hari ini (28/10/22).

Faktor berikutnya adalah kemiripan ceruk elektoral. Herry menjelaskan ketiga partai anggota KIB berbagi suara di ceruk yang sama, yakni segmen pendukung pemerintah.

“Kedua ceruk elektoral dari ketiga Parpol ini hampir mirip di segmen masyarakat pendukung pemerintah. Namun di sisi lain, mereka harus mengerti ceruk elektoral itu tidak hanya kelompok masyarakat atau segmen masyarakat yang pro pemerintah. Ada segmen masyarakat yang justru kontra dengan pemerintah,” lanjutnya.

Golkar, PAN, dan PPP juga dinilai belum berupaya maksimal untuk menggarap ceruk elektoral yang kontra pemerintah. “Dan sampai saat ini, ketiga Parpol ini belum ada upaya untuk mencoba menarik ceruk ini ke dalam elektabilitas mereka,” tegasnya.

Selain itu, KIB juga tidak tampak mempunyai terobosan dan inovasi yang mampu menarik perhatian publik. “Ketiga, sampai hari ini, menurut saya, tidak ada gebrakan atau inovasi tertentu yang membuat publik tertarik atau simpati untuk memilih salah satu misalnya di antara mereka terbagi secara proporsional terdistribusi suara atau ceruk elektoral itu,” sambungnya.

Menurut Herry, KIB harus mampu mengatasi tiga persoalan tersebut jika ingin membalikkan keadaan. “Jelas (harus diselesaikan),” pungkasnya.

Kekuatan Figur

Sementara itu, pengamat politik Universitas Diponegoro, Teguh Yuwono mengatakan, hal itu terjadi karena ada pergeseran dari Parpol ke tokoh.

“Hasil survey hari ini sangat didominasi oleh faktor figur tokoh, bukan Parpol atau koalisi. Akibatnya pertarungan Capres yang ramai hanya tiga, Ganjar, Anies dan Prabowo. Artinya the power of figur lebih gede daripada Parpol,” kata Teguh.

Dia menambahkan, perkembangan media dan media sosial membuat adanya figur lebih penting dari Parpol. “Ini efek dari perkembangan media sosial, media komunitas yang memang sekarang lebih memperjuangkan figur dalam gelanggang, soal Parpol cuma jadi tiket. Koalisi ini entah KIB atau yang lain menjadi bergeser dengan kekuatan figur,” tegas Teguh

Partai Golkar sendiri baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-58. Dalam kesempatan tersebut, ketiga Ketua Umum Parpol dan jajarannya berkumpul, merayakan dalam situasi yang hangat. Kemudian KIB juga dekat dengan Presiden Joko Widodo. Bahkan Presiden Jokowi sudah tahu nama-nama Capres yang beredar di KIB.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan KIB memiliki “tiket premium” pencalonan presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024 karena suaranya melampaui batas minimal presidential threshold.

“Partai Golkar bersama dengan PAN dan PPP sudah punya tiket Pak Presiden, untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden tahun 2024. Tiketnya kalau nonton bola, tiket premium, Pak Presiden, di atas batas minimal,” kata Airlangga beberapa waktu lalu. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Debat Capres Tanpa Dibarengi Strategi Komunikasi Berbasis Pemilih Akan Sia-sia

LBH Sebut Demokrasi Telah Dikooptasi

Perkuat Keamanan IT KPU, Waspadai Sabotase Rekapitulasi Suara

Integritas Gelaran Pemilu Dipertaruhkan

Jangan Salah Pilih, Agar Reformasi Tidak Kembali ke Titik Nol

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rumah Sedekah NU dan Unisma Siaga Bantu Korban Banjir
Next Article Gubernur Khofifah tinjau langsung dampak bencana Tanah Bergerak di Pacitan

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Inforial

Capres Pro Desa akan Jadi Identitas Politik Ganjar

29/11/2023
Inforial

Kecurangan Masif, Kemunduran Demokrasi tidak Terhindarkan

29/11/2023
Inforial

Pemberdayaan Guru Ngaji Harus Diadopsi Jadi Kebijakan Nasional

28/11/2023
Inforial

Komitmen Ganjar Membangun Desa Tidak Perlu Diragukan

28/11/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?