Surabaya, Radar96.com – Salah seorang Ketua MUI Jatim Prof M Mas’ud Said yang juga Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur mengajak masyarakat yang kini semakin modern perlu untuk semakin pandai bertaubat, sekaligus pandai bersyukur.
“Bersyukur karena kita hidup dengan banyak pemberian Allah SWT dan bisa beribadah dan memiliki masjid Nasional di Jatim ini, sungguh sungguh bertaubat karena boleh jadi kita tak terasa banyak salah dan dosa,” katanya dalam acara Ngaji Ngabuburit Ramadhan 1444 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu petang.
Dalam Ngaji Ngabuburit bertema “Taubatan Nasuha di Era Hidup Modern” itu,
Cendikiawan yang juga Komisaris Independen Bank Jatim ini mengutip Al Qur’an surah at Tahrim ayat 8 yang menyebut “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya”.
“Ayat itu menyebut Taubatan Nasuchah yang berarti taubat yang murni, maksudnya taubat yang sungguh-sungguh. Hal itu juga sesuai dengan ungkapan Arab bahwa manusia adalah tempatnya lupa. Al Insanu mahallul khoto’ wan nisyan,” katanya.
Menurut Prof Mas’ud Said, bersyukur itu merupakan pintu utama menuju taubat. “Karena tanpa terasa, semakin hari, kita semakin menumpuk salah dan dosa. Maka, diperlukan taubat murni yang semata-mata untuk Allah SWT,” katanya.
Dengan bersyukur menuju taubat itu merupakan kunci sukses dalam kehidupan modern, karena manusia akan selalu berubah dan perubahan itu menuju kebaikan, atau selalu mengganti kesalahan dengan kebaikan secara terus-menerus.
“Hal itu penting, karena manusia selalu diliputi dengan nafsu-nafsu yakni Lawwamah (nafsu biologis; makan minum), Amarah (emosional), Muthmainnah (Spiritual; Baik/Hanif), dan Mulhamah (Petunjuk), sehingga manusia yang jelek mendorong manusia melakukan dosa-dosa besar,” katanya.
Dosa-dosa besar antara lain Syirik (menyekutukan Allah), membunuh, durhaka terhadap orang tua, makan harta anak yatim, suka meninggalkan sholat, bersifat rakus dalam kehidupan, harta haram, mabuk (minuman keras), memutuskan tali silaturrahmi, bohong, dan bergunjing.
“Padahal, kunci sukses adalah Sholat malam, Birrul walidain, Sedekah, Sholawat, Puasa, dan Dzikir. Jadi, kesulitan hidup itu karena dosa dan kesulitan hidup bisa terpecahkan dengan taubat,” katanya. (*/isnu/my)



