By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tradisi Kontes Bandeng Kawak didorong Gubernur Khofifah jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Gresik
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Tradisi Kontes Bandeng Kawak didorong Gubernur Khofifah jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Gresik
Ekraf

Tradisi Kontes Bandeng Kawak didorong Gubernur Khofifah jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Gresik

20/04/2023 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan menyerahkan hadiah secara langsung kepada Juara Pertama Kontes Bandeng Kawak seberat 11.5 Kg di Kawasan Kota Tua Bandar Gresik, Kamis (19/4). (*/hmn)
SHARE

Gresik, Radar96.com – Gelaran Pasar Bandeng memeriahkan suasana menjelang akhir Ramadhan di Kabupaten Gresik. Tradisi yang cukup bersejarah di Kota Pudak ini biasa dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, terutama di tiga malam terakhir Bulan Ramadhan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan menyerahkan hadiah secara langsung kepada Juara Pertama Kontes Bandeng Kawak seberat 11.5 Kg di Kawasan Kota Tua Bandar Gresik, Kamis (19/4).

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah mengatakan, Kontes Pasar Bandeng Kawak ini memiliki daya dongkrak yang kuat terhadap perekonomian masyarakat Gresik. Sebab, kontes Bandeng Kawak ini juga melibatkan produk produk UMKM dalam bazar.

Khofifah mengaku optimistis jika tradisi ini terus terjaga dengan baik, maka pasar dan lelang Bandeng akan menjadi destinasi wisata baru di Gresik, khususnya saat masyarakat mudik. Terlebih, ketika musim liburan tiba banyak masyarakat mencari destinasi wisata dan wisata Bandeng Kawak menjadi opsi menarik.

“Gelaran Pasar Bandeng ini terbukti mendorong tumbuh kembang banyak sektor ekonomi dan UMKM di Kab. Gresik,” ungkapnya.

Khofifah berharap eksplorasi potensi di Gresik bisa dilakukan secara terus menerus sehingga dapat menumbuhkan ekonomi baru yang lebih signifikan.

“Semakin banyak potensi Gresik yang kita gali, saya rasa akan semakin menumbuhkembangkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru yang lebih signifikan lagi,” urainya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menegaskan, Gresik telah memberi kontribusi terhadap komoditi Bandeng sebanyak 60 persen dari total jumlah bandeng di Jawa Timur. Ini karena produksi dan budidaya Bandeng telah dikembangkan secara baik di Kab. Gresik.

“Tanpa Kab. Gresik, bandeng yang ada di Jatim tidak ada apa apanya. 60 persen penyumbang Bandeng di Jatim berasal dari Gresik,” tegasnya.

Untuk itu, di hadapan para pembudidaya dan petani Bandeng di Gresik, Khofifah mengajak untuk mengoptimalkan proses budidaya dan hilirisasi. Proses tersebut bisa dimulai dari mulai pengolahan bandeng hingga memberikan pendampingan pada proses hilirisasi sehingga dapat memberikan nilai tambah menjadikan komoditi Bandeng semakin besar di pasaran.

Sementara itu, Bupati Gresik menyatakan, bahwa dalam sejarahnya Pasar Bandeng telah bisa menguatkan ekonomi yang diawali oleh para santri yang telah diletakkan oleh Waliyullah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Giri. Sunan Giri memberi spirit, semangat berbisnis kepada para santri di Kab. Gresik dengan membudidayakan Ikan Bandeng dengan menjadikan icon.

“Gresik ya identik dengan Ikan Bandeng, dan Ikan Bandeng ya berasal dari Gresik,” jelasnya.

Bupati menyebut, bahwa tradisi Pasar Bandeng ini merupakan sejarah budaya kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan, kegiatan ini menjadi spirit penguatan kebangkitan ekonomi masyarakat Gresik.

“Tradisi pasar bandeng ini menjadi budaya kearifan lokal yang harus kita jaga selalu, jangan sampai tradisi yang luar biasa ini hilang karena kita tidak merawat,” katanya.

Sebagai informasi, Sejarah tradisi Pasar Bandeng merupakan kegiatan tahunan msyarakat Gresik, untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Bandeng sendiri adalah salah satu komoditas unggulan Gresik yang cukup melimpah ruah. Tradisi ini pun menjadi salah satu momen yang ditunggu masyarakat.

Tradisi ini sudah menjadi acara rutin, sejak Sunan Giri berkuasa memimpin Kerajaan Giri Kedaton. Pasar Bandeng mulai dilakukan karena banyaknya santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh selepas iktikaf di Gresik.

Konon, Sunan Giri melihat potensi ikan bandeng yang cukup melimpah sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dari situ, tradisi pasar bandeng diadakan, mulai dari lomba hingga lelang yang bisa dilihat dan diikuti oleh semua masyarakat Gresik.

Semakin meriahnya tradisi ini membuat pengunjung pasar ini bukan hanya dari Gresik, tetapi juga dari daerah sekitarnya. Bahkan, lokasi yang dulunya hanya ada di sekitar Pasar Krempyeng , kini semakin meluas dari Jalan Suryo hingga Alun-alun Kabupaten Gresik.

Untuk diketahui, pemenang Juara I diraih oleh pembudidaya Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkah Wetan, Kec. Ujung Pangkah. Pemenang Juara II diraih oleh pembudidaya Askin Desa Berasal dari Desa Pangkah Wetan Kec. Ujung Pangkah dengan Berat Bandeng 11 Kg. Sedangkan, pemenang Juara III diraih oleh pembudidaya Zaenul Abidin berasal dari Desa Watuagung Kec. Bungah dengan berat 7.2 Kg. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Festival Muharram 2026 di Bondowoso Putar Ekonomi Rp3 Miliar ke UMKM dan Industri Halal

SPIM Coffee hingga Pisang Cavendish, Andalan Usaha Pesantren SPEAM Bersama OPOP

Exponak 2026, Domba Sumo Jadi Ikon Baru Peternak Muda Bondowoso

Produk OPOP Jatim Meriahkan Pameran dan Pagelaran Seni Islami Gusdurian di Kediri

SIKLUS, Inovasi Pasta Gigi Herbal Karya Pesantren Hidayatullah Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MUI Jatim: Semakin Modern Perlu Semakin Pandai Bertaubat
Next Article Ribuan masyarakat ikuti Shalat Gerhana Matahari di Masjid Al Akbar Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

“Liga Kampung Bung Karno” Disiapkan PDIP Bondowoso Jadi Kawah Candradimuka Pesepak Bola Muda
Sospol
Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin
MENGURUS NU: ANTARA KHIDMAH DAN LIVELIHOOD
Uncategorized

You Might also Like

Ekraf

Daru Skin Care Jadi Produk Unggulan, Pesantren Daarul Ukhuwwah Perkuat Ekonomi Bersama OPOP Jatim

15/06/2026
Ekraf

Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya dorong Legalitas Rokok Rakyat dan Percepatan KEK Tembakau Madura

12/05/2026
Ekraf

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

10/05/2026
Ekraf

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%

09/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?